GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
CERIA???


__ADS_3

Om Dedy saat ini sedang berada di restoran ternama di daerah itu. Saat ini Om Dedy sedang bersama Diandra, Kasandra dan juga Pak Herman sekretaris pribadi Diandra. Mereka sengaja singgah di restoran itu setelah usai dari meeting. Mereka berempat masuk dalam obrolan dan candaan yang ringan.


Makanan dan minuman sudah mereka pesan. Sambil menunggu makanan dan minuman itu datang dan disajikan oleh pelayan restoran itu, mereka berbincang-bincang dengan topik yang tidak berbobot dan penting.


Kasandra sudah mulai terbiasa dengan pembicaraan tiga laki-laki dewasa yang terkadang menjurus ke hal- hal yang mesum itu. Kalau sudah begitu Kasandra hanya tersenyum malu pura-pura cuek dan tidak mendengar nya.


" Lain kali Diana dengan tante kamu kita ajak makan- makan seperti ini yuk!" kata Om Dedy.


" Aku yakin, Diandra mati kutu tidak bisa bergerak." ucap Om Dedy.


" Wah, Om Dedy salah besar menilai aku. Aku mana peduli ada atau tidaknya Diana disini." sahut Diandra.


" Widih! Aku yakin kamu masih masuk kategori laki-laki takut istri, Diandra!" nilai Om Dedy.


" Tidak om Dedy! Aku tidak begitu!" sahut Diandra sambil melirik Kasandra.


" Aku pikir malah Pak Herman yang seperti itu." nilai Diandra.


" Hah? Saya Pak?" sahut Pak Herman terkejut.


" Tuh benar kan? Pak Herman pasti sudah di chat terus dengan istrinya. Kenapa belum pulang ke rumah." tuduh Om Dedy.


Om Dedy dan Diandra cekikikan dengan guyonan nya yang tidak bermutu itu.


Sesaat mereka terdiam karena beberapa pelayan datang mengantar makanan dan minuman yang mereka pesan tadi. Setelah pramusaji itu pergi meninggalkan mereka, barulah mereka mulai menyantapnya.


" Ayo kamu makanlah yang banyak, yank!" suruh Diandra kepada Kasandra. Kasandra malu jika dipanggil yank oleh Diandra di depan om Dedy dan juga Pak Herman.


" Yank?? sayang, makanlah yang banyak!" sahut om Dedy mengikuti ucapan Diandra. Diandra jadi tersenyum.

__ADS_1


Pak Herman sebentar melirik ke arah Kasandra yang sudah salah tingkah karena perlakuan manis dari Diandra sudah mulai ditunjukkan kepada yang lain.


" Ini sungguh enak loh! Coba kamu cicipi ini." kata Diandra sambil menyuapi sedikit potongan daging yang dibumbui oleh siraman kacang. Kasandra dengan malu- malu membuka mulutnya karena suapan dari Diandra. Om Dedy menoyor kepala Diandra yang menunjukkan romantis nya kepada Kasandra.


" Awas yah! Aku bilangin Diana kamu nanti!" ancam Om Dedy kepada Diandra.


" Sukanya mengadu! Tapi aku gak takut! Hahaha." kata Diandra sambil menguyah makanan nya.


"Eh bukankah itu Diana?" sahut Om Dedy dengan ekspresi terkejut sambil meng kucek matanya memastikan kalau penglihatan nya tidak salah.


Diandra, Pak Herman dan juga Kasandra melihat orang yang ditunjuk oleh Om Dedy itu. Seorang wanita yang berpenampilan elegan namun tidak menghilangkan gaya seksi dan glamor nya sedang duduk bersama laki-laki yang terbilang masih muda. Mereka kebetulan duduk di saung yang menghadap dengan saung tempat mereka saat ini duduk.


" Dia melihat kemari Om Dedy!" kata Kasandra.


" Biarkan saja! Kita jangan mengganggu nya!" sahut Diandra masih bersikap biasa saja.


Om Dedy, Pak Herman dan Kasandra menatap Diandra penuh selidik.


" Kamu tidak marah, Diana sama laki-laki itu..." ucap Om Dedy tidak meneruskan ucapan nya.


" Untuk apa marah? Itu sudah hak Diana hendak menjalin hubungan dengan siapa saja. Aku tidak bisa melarang nya." kata Diandra masih menikmati makanan nya.


" Kamu ini! Aku akan melabrak Diana! Bisa- bisanya dia selingkuh seperti ini. Dan ini, dia sudah melihat kita pun tidak ada rasa takut- takut nya sedikitpun." ucap Om Dedy sambil berdiri dan hendak melangkah mendekati Diana di saung di depan itu. Namun secepatnya Diandra menahan tangan Om Dedy.


" Tidak perlu Om Dedy! Kami sudah bercerai." kata Diandra yang membuat Om Dedy yang mendengar nya jadi terkejut dan melongo tidak percaya dengan apa yang didengar dari Diandra.


Tidak hanya Om Dedy namun Pak Herman juga Kasandra juga terkejut ketika Diandra bilang sudah bercerai dengan Diana, istrinya.


" Maaf, Om Dedy! Masalah perceraian ini belum kami sampaikan ke sesepuh di keluarga besar kita. Apalagi mertua aku." cerita Diandra.

__ADS_1


" Sesepuh!!" sahut Om Dedy tidak Terima dianggap sesepuh itu. Kembali Pak Herman dan Kasandra menahan tawanya. Takut berdosa jika tertawa atau menertawai orang tua.


" Ini masalah penting, dan serius kamu rahasiakan. Diandra! Kalau kamu tidak memberitahu soal ceria tadi, pasti sudah Om jambak rambut Diana tadi." kata Om Dedy.


" Terus yang menggugat cerai kemarin siapa?" tanya Om Dedy.


" Diana! Aku kan orangnya selalu sabar dan menerima toh Om! Di jodohkan dengan Diana, yah aku tidak menolaknya. Di suruh ini itu aku masih manut aja. Padahal saat itu aku mau mencari pujaan hatiku yang sudah lama terkubur. Akhirnya putus asa karena perjodohan itu." kata Diandra sambil melirik ke arah Kasandra. Kasandra yang kebetulan mengamati dan menyimak Diandra serius bercerita menjadi kepergok menatap wajah Diandra.


" Tapi sekarang aku sudah ketemu orangnya, Om! Aku tidak mau melepaskan dia lagi." ucap Diandra kembali melihat Kasandra. Kasandra yang merasa dipandangi oleh Diandra jadi salah tingkah dan menundukkan kepalanya.


" Ehemm!" Pak Herman sengaja ber dehem. Pak Herman jadi paham, siapa wanita yang sudah melekat di hati direktur nya sejak lama. Dan baru ketemu di perusahaan keluarga nya sendiri.


" Tapi om turut prihatin dengan perceraian kalian, Diandra. Padahal om melihat kalian itu pasangan yang sangat serasi. Lalu bagaimana dengan sifa, putri kamu?" tanya Om Dedy.


" Sifat sudah tahu! Dia mulai sibuk mencarikan aku mama baru lagi." jawab Diandra konyol. Kembali Om Dedy menoyor kepala Diandra. Pak Herman dan Kasandra menjadi cekikikan melihat tingkah lucu kedua laki-laki dewasa itu.


" Om Dedy boleh menyampaikan hal ini kepada papa. Mungkin ini sudah saatnya papa, mama mengetahui kalau aku dan Diana sudah bercerai." kata Diandra.


" Jadi sudah berapa lama kalian bercerai dan menyembunyikan hal ini?" tanya Om Dedy kepo.


" Dua tahun ini lah! Namun resmi cerainya baru satu tahun ini." jawab Diandra.


" Dua tahun tidak begituan?? Kasihan sekali burung kamu, Diandra!" sahut Om Dedy. Kembali Pak Herman dan Kasandra cekikikan mendengar nya.


" Iya Om, kasihan burung ku sudah sekian lama puasa." sahut Diandra membenarkan kata-kata dari Om nya.


" Tapi masih di kasih mimpi basah kan?" tuduh Om Dedy dan kembali Pak Herman dan Kasandra cekikikan.


" Puji Tuhan! Tuhan masih baik dengan aku, Om! Dikirim wanita paling cantik lagi." kata Diandra.

__ADS_1


" Siapa? Apa kamu melihat wajahnya?" tanya Om Dedy kepo.


" Iya, jelas sekali wajah itu." sahut Diandra sambil menatap ke wajah Kasandra. Kasandra seketika menunduk karena tatapan mata Diandra seperti hendak memakannya.


__ADS_2