
Di suatu tempat, dimana ada Diana dengan Pandu. Mereka saat ini sudah menempati rumah baru mereka.
Pandu memeluk Diana dari belakang yang saat ini mengenakan lingerie berwarna hitam. Namun hal itu semakin membuat kontras dengan warna kulit Diana yang berwarna putih bersih itu. Diana saat ini sedang membuat mie ramen. Tetapi Pandu malah dengan nakalnya mengganggu Diana yang sedang masak itu.
" Sayang! Kamu minggir dulu deh! Aku sedang masak ini. Tanggung sekali!" kata Diana yang merasa tidak bebas ketika Pandu memeluk nya begitu erat.
Pandu malah semakin menggoda nya hingga membuat Diana menahan segala gejolak nya. Masakan mie ramen nya masih belum matang dan siap. Pandu kini melepaskan pelukannya dan malah menundukkan kepalanya di bawah sana hingga posisi nya berjongkok.
__ADS_1
" Pandu, jangan lakukan itu! Aku lagi masak sayang! Ais!" ucap Diana yang mulai menahan getaran dan goncangan ditubuhnya. Kalau seperti inilah yang membuat Diana tidak bisa menolak lagi dan akan menuntut lebih dari itu. Diana akhirnya mematikan kompornya dan mulai memejamkan matanya. Pandu dengan liar berhenti dengan aktivitas nya dan menyudahi kegiatannya yang membuat Diana menegang. Diana kecewa, namun kembali menghidupkan kompor nya kembali.
Pandu tersenyum lalu mendekati Diana dan mendorongnya di pojok tembok. Dengan liar dan brutal menurun kan kain kecil yang menutupi bagian terdalam pribadinya. Diana melotot tajam, akan tindakan kasar Pandu terhadap dirinya. Kini Pandu yang sudah sangat siap mulai menyerang Diana dari belakang.
" Ah????? Bang.... sat kamu Pandu!! Tidak ada lembut- lembut nya!" teriak Diana yang kini dihujani oleh senjata milik Pandu dengan kasar.
Di pojok tembok dapur itu Diana berteriak-teriak namun juga merasakan kenikmatan yang luar biasa. Sensasinya tidak bisa diucap dengan kata-kata. Pandu semakin liar dan brutal dengan permainan itu. Sampai tubuh Diana ber goncang- goncang ke depan hampir terbentur kepalanya ke tembok itu. Ritme kecepatan nya makin dipercepat oleh pandu, yang membuat Diana menggigit bibir bawahnya sendiri.
__ADS_1
" Sial an kaaa muu!!!! Laki-laki breng- sek!! Mie ramen ku jadi hitam begini. Dan rusaklah panci kesukaan aku." ucap Diana sambil mematikan kompor nya. Pandu hanya tertawa terbahak- bahak akan hasil perbuatan nya.
" Aku pesan kan mie ramen yah, sayang! Kamu tidak perlu memasak kembali." teriak Pandu yang duduk di kursi panjang setelah membersihkan dirinya dari kamar mandi.
Diana melenggang dan mendekati Pandu lalu duduk di atas pangkuannya.
" Nanti giliran aku yang akan membuat kamu tidak berdaya! Awas saja!" tantang Diana sambil meraup bibir tebal Pandu.
__ADS_1
" Hahaha! Aku tunggu itu!Aku tidak takut! Nanti malah kamu yang bilang stop ke aku karena kamu sudah kecapean." kata Pandu sambil cekikikan.
" Memang kamu tidak ada lawannya, sayang!" sahut Diana lalu duduk di samping Pandu.