GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
MENGANTAR PULANG


__ADS_3

" Apakah kamu grogi, ketemu calon mertua kamu?" bisik Diandra sambil mendekati Kasandra. Kasandra mundur beberapa langkah berusaha menjauh dari Diandra yang begitu dekat kepada nya. Namun kakinya kurang keseimbangan hingga membuatnya terjatuh. Namun dengan cepat, Diandra menangkapnya hingga kini Kasandra terbenam dalam dekapan Diandra. Cukup beberapa saat mata itu saling tatap. Keduanya merasakan debaran jantung yang tidak karuan.


" Bilang saja minta dipeluk seperti ini. Kok pura- pura menjatuhkan dirimu. Biar aku menangkap kamu yah?" goda Diandra mencoba menutupi groginya juga. Kasandra seketika cemberut bibir nya.


" Si.. si siapa yang sengaja ingin jatuh?" sahut Kasandra berusaha memprotes nya. Namun Diandra malah terkekeh dengan sikap imut dari Kasandra.


*******


" Ayo aku antar kamu pulang!" kata Diandra setelah menyelesaikan semua berkas- berkas tumpukan yang ada di meja nya tadi. Kasandra seperti enggan jika diantar pulang ke rumah oleh Diandra. Bakal heboh si Gita nanti.


" Hem, tidak usah! Kontrakan aku dekat sini kok." sahut Kasandra berusaha menolak.


" Aku tahu! Apa kamu lebih memilih diantar oleh Pak Herman dari pada aku?" tanya Diandra. Kasandra masih mikir.


" Kamu lebih tertarik dengan laki-laki beristri dibandingkan aku yang duda. Tapi duda keren loh!" ucap Diandra lagi.


" Eh?? Ya sudah ayo! Tapi aku mau belanja dulu sebentar, mau masak buat makan malam." ucap Kasandra sambil mengambil tasnya.


" Oke! Aku boleh ikut nebeng makan malam nya tidak?" tanya Diandra.


" Apakah kamu sudah mulai bangkrut dan miskin, sampai makan malam saja mau nebeng ke tempat aku?" canda Kasandra.


" Eh? nanti aku bantuin cuci piringnya deh?" sahut Diandra bercanda. Kasandra membulat matanya.

__ADS_1


" Ayo!" ajak Kasandra.


" Kemana?" tanya Diandra jahil.


"Katanya mau antar aku? Gimana sih?" jawab Kasandra mulai cemberut. Diandra terkekeh.


" Kaki aku tiba-tiba lemes!" kata Diandra mulai kumat jahilnya. Kasandra mendekati Diandra yang masih duduk dan enggan berdiri dari kursinya.


" Ada apa dengan kaki kamu?" tanya Kasandra lalu mulai berjongkok dan melepas sepatu Diandra dan mulai memijit nya. Diandra tersenyum, Kasandra kena perangkap nya.


" Aduh, sakit! Pelan- pelan saja non!" sahut Diandra. Kasandra mulai pelan- pelan memijit kaki Diandra masih dengan posisi berjongkok.


" Sudah lebih baik?" ucap Kasandra dengan mendongakkan kepalanya. Diandra mulai berdiri.


" Terimakasih! Kamu ada bakat tukang pijat yah? Apakah ayah kamu tukang pijat?" tanya Diandra. Kasandra menatap Diandra lekat.


" Maaf! Aku tidak bermaksud mengingatkan kamu akan sosok ayah kamu, loh." sahut Diandra.


" Tidak apa? Lagi pula itu sudah lama." kata Kasandra.


" Tapi nenek aku memang pandai memijat dan dia ahli dalam urat." tambah Kasandra kembali wajahnya ceria.


" Benarkah?" sahut Diandra.

__ADS_1


" Heem!" Kasandra membenarkan.


Diandra keluar dari ruangan nya diikuti oleh Kasandra. Mereka menuju mobil Diandra diparkirkan.


" Belanjanya dimana?" tanya Diandra.


" Dekat rumah kontrakan aja deh, tidak perlu jauh- jauh." jawab Kasandra.


" Oke!" kata Diandra lalu menjalankan mobilnya setelah mereka sudah berada di dalam mobil itu.


*******


" Aku ingin sambal udang! Besok untuk bekal makan siang aku, kamu masakin itu bisa kan?" kata Diandra setelah mereka berada di warung yang menjual sayuran-sayuran beserta perlengkapan yang lainnya.


" Bisa! Dikasih kentang tidak?" tanya Kasandra.


" Kentang nya di pisah saja, digoreng sendiri." request Diandra. Kasandra mengkerut kan dahinya.


" Kamu pasti pandai memasak juga kan, mas? Lain kali aku ingin mencicipi masakan kamu boleh kan?" kata Kasandra.


" Tentu saja! Tidak perlu lain kali, nanti sampai di rumah kamu aku akan memasak untuk kamu." sahut Diandra. Kasandra langsung tersenyum.


" Benarkah? Asyik! Kamu ingin masak apa, ini biar sekalian aku belanja di sini." kata Kasandra serius.

__ADS_1


" Masak air!" jawab Diandra. Kasandra dengan cepat mencubit lengan Diandra.


Setelah berbelanja lumayan banyak, dan membayarnya mereka meninggalkan warung sayur tersebut. Dan mobil itu kembali melaju menuju rumah kontrakan Kasandra.


__ADS_2