
Diandra dan Kasandra sudah tiba di lokasi proyek. Diandra terlihat serius meneliti bagian-bagian proyek yang kini perlu perbaikan. Kasandra ikut mencatat semua yang dibilang dari Diandra. Dari kelemahan dan hasil pemeriksaan di lokasi itu. Memang semua jauh dari perencanaan proposal yang telah dibuat.
" Bagaimana pak?" tanya seorang laki-laki yang kini dekat di samping Diandra. Laki-laki itu adalah perancang bangunan proyek tersebut.
" Ini benar- benar dari pihak kontraktor tidak jujur akan pengadaan bahan baku material nya. Jangan salahkan aku jika aku akan memberikan surat peringatan jika dalam waktu dekat ini tidak segera direnovasi ulang." kata Diandra pada laki-laki itu.
" Baik pak! Namun biaya produksi nya saya rasa sudah habis pak!" sahut laki-laki itu.
" Itu sudah bukan urusan kami lagi. Mereka sudah menerima uang pembayaran dari kontrak itu. Namun mereka sudah membuat kwalitas ini menjadi buruk karena pemilihan bahan baku yang murah dan tidak kuat tahan lama." kata Diandra.
" Baik Pak! Nanti akan saya sampaikan." sahut Laki-laki itu.
" Pak Guruh! Ini bukan kerja sama yang baru kita buat. Namun ini sudah berkali-kali kita melakukan kerjasama ini. Jadi jangan sampai mengecewakan kami lagi." kata Diandra. Guruh itupun manggut-manggut membenarkan.
" Maaf Pak! Maaf atas keteledoran saya dalam hal pembelanjaan bahan materialnya ini pak." sahut Guruh.
" Baiklah! Jangan sungkan jika ada keluhan dari masalah karyawan Bapak. Silahkan datang dan sekedar minum kopi ke kantor saya, juga tidak apa- apa." kata Diandra sok ramah. Guruh menjabat tangan Diandra ketika Diandra hendak berpamitan dan meninggalkan lokasi itu. Kasandra mengikuti Diandra tanpa banyak bicara. Diandra kalau sudah serius seperti bukan Diandra yang suka konyol terhadap dirinya.
__ADS_1
Diandra masuk ke mobilnya diikuti oleh Kasandra. Kasandra sesaat gugup ketika Diandra mendekati dirinya. Kasandra sedikit menjauh supaya wajahnya tidak terlalu dekat dengan wajahnya.
" Kamu mau... mau ngapain?" tanya Kasandra gugup. Diandra tersenyum setelah memasangkan sabuk pengaman Kasandra.
" Kamu harus membiasakan diri. Sabuk pengaman ini harus selalu kamu pasang, sayang?" ucap Diandra masih tersenyum menyeringai.
" Pria tadi ganteng yah?" sindir Diandra. Kasandra mengernyitkan dahinya.
" Yang mana?" tanya Kasandra.
" Siapa pak?" tanya Kasandra lagi.
" Pak Guruh! Coba saja suruh buka kemejanya, pasti banyak panu di tubuhnya. Kalau aku kan kamu sudah lihat sendiri ketika aku melepas kemeja aku. Tidak ada panu kan, di tubuh aku?" ucap Diandra. Kasandra seketika terkekeh-kekeh mendengar nya.
" Pak Guruh? Iya benar! Dia laki-laki yang benar-benar cool yah pak?" goda Kasandra. Diandra semakin tidak terima dengan perkataan Kasandra.
" Apa kamu bilang? Dia bahkan sangat jauh dari aku. Aku bersih, selalu di ruangan AC. Kalau dia suka berjemur matahari.. Kulit yang eksotik, mana bagusnya, hah?" sahut Diandra. Kasandra kembali terkekeh.
__ADS_1
" Tetapi sinar matahari bagus untuk kesehatan juga loh , mas!" kata Kasandra.
" Jangan bilang kalau kamu mulai terpesona dengan Pak Guruh itu!" ujar Diandra. Kasandra menutup mulutnya kembali menahan tawanya.
" Kenapa? Dia masih bujang kok. Belum menikah. Kamu kalau menyukainya bisa aku kasih no ponsel nya." ucap Diandra.
" Maaf! Saya tidak tertarik dengan ulat itu mas! Saya sudah menemukan ulat yang lebih gatal diantara ulat yang ada di pohon." sindir Kasandra. Diandra mencoba menelaah kata- kata dari Kasandra.
" Siapa?" tanya Diandra penasaran.
" Kamu!" jawab Kasandra singkat. Diandra seketika merah merona kena rayuan gombal dari Kasandra. Ulat dari segala ulat yang di pohon dan gatalnya tidak ketulungan. Kini kalah dengan daun di bunga yang membawa racun bagi yang memakan nya.
"Sepertinya aku akan mati jika memakan daun itu. Karena daun itu sungguh beracun." sindir Diandra. Kasandra tersenyum lalu menatap Diandra.
" Mimik!" suruh Diandra. Kasandra mengambilkan botol minuman dingin yang sudah ada pipet nya itu.
" Mulai kumat kan, manjanya? Jadi baby sitter nya lagi." pikir Kasandra namun tidak juga ada keluhan dirinya melakukan semua itu.
__ADS_1