
Desma menjalankan mobilnya menuju apartemen milik Dori. Dori sudah menyiapkan beberapa minuman dan makanan untuk Desma. Dori begitu bersemangat menyambut Desma. Sesampainya di depan apartemen Diri, Desma menghubungi Diri melalui ponselnya dan akhirnya mereka bertemu di apartemen pribadi Dori.
Desma melihat dan mengamati apartemen Dori beserta perabotan nya. Dalam pikiran Desma, lumayan juga selera Dori dalam memilih perabot rumah.
" Sebelum mengenal aku, apakah ada tante- tante berduit yang selalu memakai kamu?" tanya Desma penuh selidik.
Dori mendekati Desma dengan senyuman nakalnya.
" Apakah kamu saat ini sudah mulai cemburu, Desma?" tanya Dori santai sudah tidak memanggilnya dengan tante lagi.
" Bukan begitu!" sahut Desma mengelak namun sebenarnya hatinya sudah tidak rela jika pria nya sebelum ini bergelut dengan tante- tante girang.
Dori memberikan segelas wine kepada Desma. Desma dengan sekali teguk meminum gelas yang diberikan oleh Dori. Dori tersenyum nakal.
" Apakah kamu sudah makan?" tanya Dori perhatian.
" Sudah sedikit!" jawab Desma singkat lalu mulai duduk di sofa panjang di apartemen itu. Sejak tadi memang Desma melihat- lihat semua perabotan di apartemen Dori sampai ke sudut kamar Dori juga.
__ADS_1
" Apakah kamu pernah membawa wanita ke apartemen kamu?" tanya Desma meneliti.
" Hanya kamu saja! Selebihnya tiap aku dipakai oleh tante- tante itu, kami selalu ketemuan di hotel atau aku diajak ke villa pribadinya." jawab Dori jujur sambil ikut duduk di dekat Desma di sofa panjang itu.
Dori kembali menuangkan wine ke gelas kecil dan memasukkan serbuk obat ke dalamnya. Desma memperhatikan dengan seksama. Dori memberikan nya kepada Desma kembali.
" Kamu memasukkan apa ke dalam minuman ini, Dori?" tanya Desma melotot tajam.
" Jangan khawatir, itu akan sedikit membuat kamu berstamina dan bergairah dengan aku." jawab Dori sambil ikut meminum wine gelas miliknya.
" Apakah aku sudah spesial dimata kamu, Dori?" tanya Desma ingin tahu.
" Mungkin saja! Namun jujur saja, ini pertama kalinya wanita aku bawa ke tempat tinggal aku." jawab Dori jujur sambil merapatkan badannya ke badan Desma. Dori mulai mencium leher Desma yang jenjang karena kali ini Desma memotong rambutnya hingga ke bawah telinga. Desma mulai menyeringai.
" Setelah ini aku akan menagih janjimu untuk membelikan aku rumah dan mobil." bisik Dori di telinga Desma.
Desma tersenyum lalu mulai meraih rahang keras Dori lalu mendapatkannya ke bibir nya. Desma meraup bibir Dori semuanya. Dori hampir kehabisan nafas karena ciuman yang panjang itu. Lalu tidak lama Desma mendorong pelan Dori dari tubuhnya.
__ADS_1
" Kamu kasih aba-aba dulu, Desma. Aku tadi masih belum siap. Hahaha." sahut Dori sambil terkekeh.
" Aku sudah mulai kepanasan." kata Desma sambil membuka pakaian bagain atasnya hingga tampak pakaian dalamnya yang masih menyangga dia gundukan di dada nya.
Dori tersenyum nakal. Dan mulai ikut melepas kaosnya hingga kini dirinya bertelanjang dada.
" Kamu adalah laki-laki aku sekarang! Dan jangan pernah berhubungan dengan wanita manapun selain aku." kata Desma sambil duduk di atas paha Dori.
" Sampai berapa lama aku akan kamu pakai?" tanya Dori meminta kepastian.
Sambil berpikir Desma mulai mengusap bibir Dori lalu memainkannya dengan jarinya. Namun dengan nakalnya Dori malah mengulum jari milik Desma seperti es krim. Desma tersenyum dengan reaksi nakal Dori.
" Mungkin sampai aku bosan!" jawab Desma.
" Baiklah! Namun perlu kamu ingat, Desma. Aku tidak akan menagih bayaran ku tiap bulannya. Aku tidak suka jika selalu merengek minta di transfer. Jadi, jangan sampai lupa, ketika sudah tanggal muda kamu harus mentransfer aku tiap bulannya." kata Dori dengan lugas nya.
" Jangan khawatir, sayang!" sahut Desma sambil mendorong Dori ke sofa panjang itu.
__ADS_1