
" Bagaimana Desma?" tanya Elsa sambil tersenyum.
" Ini luar biasa! Aku bisa ketagihan dengan semua ini. Dori memang membuatku gila dan liar. Aku serasa muda kembali." jawab Desma tanpa malu.
" Baiklah! Aku akan pulang dulu Elsa! Roy sudah menghubungi aku, kalau dia sudah perjalanan ke rumah." pamit Desma sambil mengambil tas branded nya.
*******
Di rumah tinggal Desma dan Roy.
" Aku membelikan sesuatu untuk kamu, Desma!" kata Roy kepada Desma sambil duduk di meja makan.
__ADS_1
" Benarkah? Apa itu mas?" tanya Desma penasaran.
" Ada deh! Nanti aku tunjukkan setelah ini. Aku pun sudah lama tidak menyentuh kamu. Rasanya sudah sangat kangen banget." kata Roy dengan memainkan mata.
Desma membulat matanya. Apakah setelah ini dirinya akan bermain dengan suaminya? Setelah semalaman hingga pagi di gempur oleh Dori? Kakinya saja masih lemas. Desma sudah sangat kelelahan dan rasanya ingin tidur seharian saja. Namun kalau dirinya menunjukkan ketidaksiapan itu dihadapan Roy, akan menjadi Pertanyaan yang besar bagi Roy.
" Boleh aku tebak? Apakah tas?" tanya Desma namun Roy hanya menggelengkan kepalanya.
" Baiklah! Tapi nanti malam saja yah Mas! Kita santai- santai dan kamu istirahat saja dulu. Bukankah kamu bekerja keras selama ini di luar sana. Hampir dua minggu kamu di lokasi proyek. Apakah tidak letih?" kata Desma berusaha menghindari.
" Tidak! Ini akan membuat segar badan aku jika sudah melakukan ritual itu." kata Roy memaksa.
__ADS_1
Desma terdiam, mengingat dia harus kerja aktif dalam permainan nanti. Namun ini sudah menjadi kewajiban nya. Jarang- jarang dan sangat jarang sekali Roy meminta dalam hal ini. Dan kali ini tumben Roy akan memulai ritual di ranjang itu. Kemauan Roy berbeda. Roy ingin selalu dilayani oleh Desma. Sangat jarang Roy berinisiatif memulai. Desma lah yang harus memulai lebih duluan dalam tahap awal permainan yaitu pemanasan.
*******
Setelah ritual malam itu, Desma terlihat sedikit lesu dan kelelahan. Desma masih memanjakan dirinya di kamar. Sedangkan Roy sudah kembali berangkat kerja di perusahaan nya. Desma melihat kotak pemberian Roy. Perhiasan cukup mewah dan limited edition. Desma masih merasakan lengket matanya. Namun satu pesan notifikasi masuk di ponselnya. Mata Desma membulat. Ada chat dari Dori minta ketemuan. Dori bilang kangen dan akan memberikan jawaban akan penawaran dari Desma waktu itu.
Desma menjawab chat Dori dengan cepat. Desma seketika segar dan bersemangat kalau sudah berhubungan dengan laki-laki muda dan segar itu. Desma mulai bangkit dan beranjak dari tidurnya. Desma akan berkencan kembali dengan Dori. Namun Dori menyuruh Desma datang ke apartemen nya. Iya, Dori sudah memiliki apartemen namun belum memiliki rumah yang mewah sesuatu janji yang ditawarkan oleh Desma kalau Dori menyetujui kerjasama yang saling menguntungkan itu. Dori akan menjadi pacar atau pria satu- satunya bagi Desma dalam menghibur diri nya.
Desma mulai tersenyum bahagia sambil bersenandung lagu- lagu barat yang lagi populer.
" Dori! Di dunia ini apa saja harus pakai uang. Tidak ada uang? Kasih sayang akan melayang." ucap Desma sambil melihat pantulan wajahnya yang bersih di cermin yang besar di kamarnya.
__ADS_1
" Roy! Maaf yah! Kamu mungkin saja bisa memenuhi segala kebutuhan aku dalam materi. Namun kamu belum sanggup memenuhi kebahagiaan aku dalam permainan panas di atas ranjang. Hah??" ucap Desma sambil menatap wajah cantiknya di cermin.