
" Baiklah! Yang penting aku selalu mendapatkan dukungan dan restu oleh papa mama aku." kata Gladis. Dika menggandeng Gladis keluar meninggalkan apartemen dan pergi ke rumah Gladis untuk pembicaraan yang serius dengan papa mama Gladis.
" Kamu kok tenang sekali hendak menjumpai papa mama aku? Kamu tidak ada kekhawatiran jika papa aku marah atau memukuli kamu karena sudah menghamili aku?" tanya Gladis.
" Kita bukan anak SMA atau SMP yang berpacaran lalu hamil duluan. Namun kita ini sudah dewasa dan berumur. Dan memang kita sudah pantas untuk menikah. Lagi pula aku sudah siap dengan segala materi. Aku sudah memiliki segalanya. Apa yang perlu di khawatirkan? Aku dengan jiwa besar berani menjumpai papa mama kamu. Karena kita memang sudah melakukan itu sebelum menikah. Tapi semua nya kita lakukan memang atas dasar suka dan mencintai, bukan? Sudah, simple kan?" ucap Dika. Gladis masih resah.
" Sudahlah! Tenang saja, yang penting kekasihmu ini mau bertanggung jawab menikahi kamu, sayang! Kamu akan menjadi istri aku." ucap Dika kembali seolah ini membuat sejuk hati Gladis. Gladis tersenyum.
*******
__ADS_1
Di rumah Gladis. Dika berhadapan secara langsung dengan mama papa Gladis. Gladis mencuri- curi dengar pembicaraan antara mereka. Gladis antara ngeri- ngeri sedap sikap dan cara bicara Dika yang hendak menikahi Gladis. Memang Dika tidak menyampaikan kabar kehamilan Gladis yanga sebenarnya kepada kedua orang tua Gladis, Dika pikir biar Gladis saja yang nanti menyampaikan kebenaran itu. Kini Gladis mendekati mereka dengan membawa beberapa minuman dan makanan kecil. Setelah itu Gladis duduk bergabung bersama mereka.
Gladis mulai berbicara jujur kepada kedua orang tuanya mengenai kehamilan nya yang sudah berusia hampir satu bulan. Dengan suara bergetar Gladis meminta maaf karena sudah melewati batas dalam hubungan berpacaran antara Dika. Dika pun juga ikut meminta maaf dengan semuanya.
Papa mama Gladis tidak terkejut karena pada dasarnya mereka sudah mengetahui jika anaknya sudah melangkah terlalu jauh dalam berpacaran dengan Dika. Sekarang mereka hanya fokus ke pembicaraan pernikahan saja. Papa mama Gladis berharap Dika juga menyampaikan rencana menikah nya itu kepada kedua orang tuanya juga tidak sekedar main koboi. Bagaimana pun juga Dika masih memiliki orang tua yang harus diminta pendapat nya dan mengetahui rencananya untuk menikah dengan Gladis.
Papa mama Gladis tidak menghendaki pernikahan secara siri namun langsung diproses secara hukum dan agama. Jadi Gladis benar-benar menjadi istri yang kuat statusnya dimata negara dan agama.
" Kami selalu orang tua Gladis menunggu kabar baiknya saja dari kamu dan keluarga besar kamu. Harapan kami, semua bisa legowo dan menerima semuanya yang menjadi keputusan dari kalian untuk menikah. Dan satu lagi, jejak- jejak masa lalu kamu tolong kamu sampai kan juga secara jujur dengan Gladis, sehingga suatu hari ada wanita-wanita yang mengaku pernah dekat dengan kamu, Gladis tidak terkejut." ucap Papa Gladis yang membuat Dika terperanjat.
__ADS_1
"Niatkan kamu menikahi Gladis tulus dan ikhlas. Berusaha meninggalkan gaya bebas kamu dengan bergonta-ganti pasangan." kata mama Gladis kembali membuat Dika sangat terkejut.
" Tante, om?" sahut Dika merasa malu karena calon mertuanya seperti sangat jelas mengetahui perilaku bejatnya.
" Sudah jangan dibahas lagi. Yang penting kamu ada niatan memperbaikinya dan Gladis juga sudah mendengar semua kan? Jadi giliran Dika bercerita jujur, dengan siapa pernah menjalin hubungan selain dengan Gladis." kata Papa Gladis. Gladis menatap Dika cukup beberapa lama, namun dirinya sudah terlanjur menyukai Dika baik buruknya.
" Gladis, aku minta maaf!" kata Dika pelan.
" Setelah ini aku akan berkata jujur dengan kamu." tambah Dika akhirnya. Kedua orang tua Gladis saling pandang.
__ADS_1
" Jadi begitu yah, nak! Intinya kalian sudah sama- sama dewasa segala tindakan kalian harus berani bertanggungjawab. Kami orang tua mendoakan supaya anak- anak nya semua kembali lebih baik dalam menentukan langkah hidup nya." kata Papa Gladis dan mama Gladis membenarkan semua kata- kata dari suaminya.