GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
JANGAN BERALASAN


__ADS_3

Di kamar Villa. Dika sudah duduk menunggu di depan villa. Dengan makanan dan minuman yang sudah dipesannya, Dika mulai menikmati cuaca dingin di villa. Pelan- pelan Gladis datang mendekati Dika yang masih duduk termenung sambil menghisap batang rokoknya. Dari arah belakang Gladis menutup kedua mata Dika. Dika sempai terkejut dibuatnya.


" Eh?? Sayang!" sahut Dika sambil memegang kedua tangan Gladis yang menutup kedua matanya.


" Aku ingin tunjukkan hasilnya. Ayo!" ajak Gladis yang masih menutup kedua mata Dika dari belakang itu menuntun nya masuk ke kamar villa.


" Aduh sayang! Tidak usah di tutup begini, nanti aku pun juga melihatnya loh. Hahaha. Kalau jalan seperti ini kan menjadi repot, entar jatuh malah menjadi alasan kamu tidak bisa bersenang-senang dengan kau malam ini." ucap Dika nakal.


" Ya sudah deh!" sahut Gladis sambil melepas kedua tangannya lalu terlihat mulutnya malah manyun ke depan sampai beberapa senti.


Dika yang melihat Gladis merajuk malah tertawa gemas. Dengan cepat malah menggendong tubuh mungil Gladis itu masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


" Ehhh Dika!! Awas entar aku jatuh!" teriak Gladis berusaha meronta.


" Tidak akan, sayang! Kamu jangan banyak bergerak seperti itu dong sayang! Itu akan membuat belalai gajah yang sedang tidur akan berdiri menegang." ucap Dika mesum.


" Ihh kamu ini!" sahut Gladis sambil mencubit hidung Dika yang lebih mancung dibanding hidung Gladis.


Dika meletakkan di kasur tebal dan empuk kamar villa milik mereka. Pelan- pelan Dika malah menyibakkan rambut yang menutupi salah satu mata dan pipi Gladis. Dika perlahan mengecup kening milik Gladis lalu merambat turun ke bibir tipis Gladis. Sesaat Gladis memejamkan matanya menikmati segala sentuhan dari bibir seksi milik Dika. Ciuman yang panjang itu mulai terjadi dan berkelanjutan.


" Jangan sekarang! Aku akan tunjukkan hasil lukisanku kepadamu, Dika!" kata Gladis pelan.


" Oke! Aku akan tunjukkan kepadamu, Dika!" kata Gladis dengan semangat lalu melangkah mengambil hasil lukisannya yang diletakkan di sudut kamar.

__ADS_1


Gladis membuka penutup lukisannya dan menunjukkannya kepada Dika.


" Wow! Itu sungguh keren, sayangku! Itu sangat fantastik! Menakjubkan!" puji Dika yang membuat Gladis serasa terbang tinggi karena pujian itu.


" Kamu benar- benar memuji dengan jujur atau hanya sekedar basa- basi saja, sayang?" tanya Gladis yang belum bisa menyembunyikan rasa puas dan bahagia nya dengan hasil lukisannya itu. Pemandangan yang keren di sekitar villa yang dipakai untuk melepas kerinduan diantara mereka dijadikan obyek lukisannya.


" Mana aku berani berbohong, sayang!" sahut Dika sambil menciumi leher putih jenjang milik Gladis. Kembali tangannya mulai menyusup mencari pengait dua gundukan milik Gladis yang menyangganya itu. Setelahnya, Dika mulai leluasa mempermainkan keduanya. Gladis melenguh dalam nafasnya yang mulai memburu.


" Kali ini jangan buat alasan lagi, aku sudah menunda-nunda sedari tadi. Dari kamu menyelesaikan lukisan mu sampai melihat hasil lukisan ini." bisik Dika ditelinga Gladis sembari satu tangan nya sudah turun dibawah perut milik Gladis mencari bukit kecil yang mulai ditumbuhi rerumputan itu. Gladis mulai meringis menahan geli dan nikmat yang sudah sekian lama tak terberi. Kaki Gladis mulai lemah ketika Dika mulai meneroboskan satu jari tengahnya kedalam goa sempit itu. Lalu terasa masih kurang puas menambah ya menjadi dua jarinya dan dengan nakal mulai bermain dan menari- nari di sana.


" Dika!" panggil lirih Gladis sambil menatap Dika dengan sayu. Dika tersenyum nakal. Dengan cepat membopong tubuh Gladis menuju ke atas kasur kamar itu. Pelan- pelan Dika membantu melepas semuanya yang melekat di tubuh Gladis tanpa sisa. Setelahnya Gladis pun ikut membantu melepas semua di tubuh Dika hingga kedua manusia lawan jenis itu polos tak berbusana.

__ADS_1


" Gladis! I miss you!" bisik Dika yang mulai meraup bibir tipi Gladis dengan liar dan tanpa ampun.


" I miss you to, Dika!" sahut Gladis sambil mengalungkan kedua tangannya di pundak milik Dika kekar.


__ADS_2