GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
AKU BELI


__ADS_3

Gladis sedari umur 23 tahun berpacaran dengan Dika dan sekarang sudah berumur 28 tahun. Hubungan yang manis dengan CEO muda pewaris tunggal perusahaan Dika Mulya. Mereka telah berhubungan selama lima tahun dan Dika pun secara diam-diam juga menjalin hubungan dengan Sita. Dibandingkan dengan Sita mungkin Gladis tidak banyak menuntut secara materi. Pada dasarnya memang hubungan mereka masih berpacaran. Bagi Gladis, dirinya masih mampu memenuhi segala kebutuhan nya sendiri dan lagipula orang tua Gladis pun masih perhatian memberikan jatah bulanan kepadanya. Walaupun Gladis tidak lagi meminta transferan perbulan nya.


Dika memang tidak pernah sekali pun mendengar Gladis meminta dirinya memenuhinya. Namun Dika lah yang terkadang tiba-tiba mentransfer ke rekening Gladis tiap bulannya. Gladis dalam hal ini dapat income dari beberapa sumber.


Status pacaran antara Dika bukan tidak diketahui oleh papa dan mama Gladis. Namun orang tua Gladis sudah beberapa kali mempertanyakan kelanjutan hubungan diantara keduanya, namun ketika Gladis ditanya soal perihal kapan mau menikah, Gladis hanya diam membisu, lalu akhirnya masuk ke dalam. kamarnya menghindari pertanyaan dari orang tuanya yang makin berkelanjutan.


Dika mempererat pelukannya lalu sedikit memberikan ruang supaya dirinya bisa lebih leluasa mencium bibir Gladis. Di alam terbuka, di atas bukit dengan saksi langit yang masih membiru terbentang di atas, Dika pelan- pelan mulai rakus mencium bibir Gladis yang di bilang berasa manis itu. Gladis tersenyum ketika Dika berhenti menciumnya. Memberikan waktu untuk mengambil oksigen untuk bernafas. Dipandangi wajah gadisnya itu dengan rindu yang makin membuncah. Memang kenyataan nya mereka baru bertemu kembali di weekend ini setelah tiga minggu mereka hanya komunikasi melalui chat, telepon maupun video call.


" Aku rindu, Gladis ku!" ucap Dika lirih dengan mata tak lelah memandang wajah polos Gladis di depannya.


" Aku juga, Dika!" sahut Gladis yang mulai memberanikan dirinya memegang kedua pipi milik Dika.


Gladis mulai mengecup lembut bibir pria itu. Hanya dengan mengecup, namun Dika tidak membiarkan semua itu terhenti begitu saja. Dika langsung meraup bibir wanita di depannya itu dengan ganas dan liar. Sembari tangannya mulai bergerilya kemana-mana. Gladis mulai meredup matanya karena Dika mulai nakal dan terampil tangannya masuk dan menyusup kedalam bajunya, mencari- cari bagian-bagian yang membuat enak untuk dibuat mainan nya. Gladis meringis dan menahan segala yang bergejolak di dadanya. Gladis mulai terpancing dengan semua kegiatan itu. Sesaat Gladis tersadar dan mendorong pelan dada Dika.

__ADS_1


" Dika! Aku mau merampungkan lukisan aku sebentar saja!" pinta Gladis memohon.


Dika tersenyum melihat wajah Gladis yang bersemu merah karena menahan hasrat nya.


" Aku tahu, kamu juga rindu aku kan, sayang?" tanya Dika kembali memeluk Gladis yang mulai bermain dengan kanvasnya.


" Iya! Setelah ini kamu mau ngapain aku apa saja terserah!" ucap Gladis memohon.


" Hahaha! Benarkah?" tanya Dika kembali mencium leher putih milik Gladis lalu dengan nakalnya malah membuat tanda merah di sana. Gladis sedikit meringis menahan segala keluh nya. Namun Gladis harus konsentrasi lagi.


" Benarkah?" tanya Gladis sambil membalikkan badannya membalik ke arah Dika.


" Tentu saja! Nanti aku akan meletakkan nya di kamar aku, sayang!" jawab Dika sambil tersenyum manis ketika melihat Gladis begitu senang ketika hasil lukisannya dihargai dan dibeli oleh kekasihnya itu.

__ADS_1


" Kalau begitu, akan secepatnya aku selesaikan dulu sayang! Kamu tunggu lah di dalam. Sebentar lagi ini akan selesai." ucap Gladis dengan semangat.


" Baiklah! Aku akan sabar menunggumu di dalam." sahut Dika akhirnya.


" Oh iya! Aku mau pesan makanan. Kamu ingin makan apa sayang?" tanya Dika dengan penuh perhatian.


" Aku sih belum mau makan, sayang! Tapi pesankan saja churros dan kopi aja, sayang. Setelah ini selesai aku akan membuat lukisan romantis dengan obyek kamu." kata Gladis dengan tersenyum nakal.


" Apa? Obyeknya aku?" tanya Dika sampai membulat matanya.


" Iya!" jawab Gladis singkat.


" Hayo! Awas aja kalau kamu nakal yah! Aku akan menerkam kamu sampai habis tak bersisa." ujar Dika sambil menarik hidung Gladis sampai memerah.

__ADS_1


" Hahaha! Sudahlah sana pergi dulu, sayang! Aku mau konsentrasi dulu." kata Gladis sambil mendorong Dika ke arah villa.


__ADS_2