GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
ELZATTA


__ADS_3

" Kawannya Kasandra, yah?" tanya laki-laki itu sambil memberikan air mineral kepada Gita.


" Eh?? Eh benar!" sahut Gita terlihat terkejut.


" Ambil ini!" kata laki-laki itu sambil menyodorkan kembali botol mineral kepada Gita.


" Eh, terimakasih!" sahut Gita akhirnya menerima botol mineral pemberian laki-laki itu.


" Sebentar lagi selesai kok, latihan nya." kata laki-laki itu sambil menatap Kasandra dengan tersenyum.


" Oh!" sahut Gita.


" Kamu sudah lama kenal dengan Kasandra?" tanya laki-laki itu.


" Sudah! Kasandra teman satu kost dengan aku." kata Gita jujur.


" Kamu dulu kuliah dari jurusan apa?" tanya laki-laki itu.


" Dari jurusan ekonomi." jawab Gita.


" Oh!" sahut laki-laki itu.


" Kerja di mana?" tanya laki-laki itu lagi.


" Di perusahaan konstruksi!" jawab Gita singkat.


" Oh, keren!" sahut laki-laki itu.


Tidak beberapa lama, laki-laki itu naik ke atas panggung dan mengumpulkan semua orang dari anggota teater tersebut. Mereka membentuk lingkaran kecil mendengarkan pengarahan dari laki-laki itu.


Rupanya laki-laki itu bisa dibilang senior dalam anggota teater tersebut. Dialah yang membuat naskah dan dialog dalam pementasan kali ini. Laki-laki itu memang terlihat sangat profesional dalam menyampaikan apresiasi tiap-tiap pemain yang memerankan tokoh nya. Kasandra terlihat begitu menyimak dengan seksama setiap detail kata-kata dan masukan dari laki-laki yang dibilang senior tersebut.


" Jadi? Hari ini cukup dulu yah latihannya. Besok kita sambung lagi latihannya. Pementasan teater ini adalah satu tim. Kita harus kompak dan disiplin. Jika satu rusak akan menjadi kacau semuanya." kata laki-laki itu akhirnya.


Setelah laki-laki itu menutup dengan doa, lingkaran kecil itu akhirnya memudar. Masing-masing orang kembali ke habitatnya masing-masing. Ada yang langsung pulang, ada yang masih ngobrol dengan yang lain di atas panggung.

__ADS_1


" Hai Gita!" panggil Kasandra sambil menghampiri Gita.


" Kamu sungguh luar biasa Kasandra! Aku saja sampai mau mewek melihat akting kamu loh!" cerita Gita dengan jujur.


" Kamu lebay!" sahut Kasandra sambil duduk dan minum air putih di botolnya.


" Laki-laki yang kasih pengarahan kepada kalian suatu siapa namanya?" tanya Gita sambil melihat ke arah laki-laki itu yang masih di atas panggung mengobrol dengan yang lainnya.


" Oh itu! Dia bernama Elzatta. Ganteng yah?" jawab Kasandra sambil melihat ke arah laki-laki yang dia sebut Elzatta itu. Sepertinya ber telepati, Elzatta sesaat melemparkan senyumannya ke arah Kasandra lalu dengan sangat santai melambaikan tangannya.


" Eh?" kata Kasandra dan Gita sambil berpandangan.


" Tampaknya dia naksir kamu deh, Kasandra!" bisik Gita ditelinga Kasandra.


" Ngawur! Dia itu sudah memiliki kekasih. Itu yang ada disebelah nya itu, yang memerankan tokoh antagonis." kata Kasandra kepada Gita dengan pelan.


" Lah? Benarkah?" tanya Gita.


" Sudahlah! Ayo kita makan!" ajak Kasandra sambil menarik tangan Gita keluar gedung teater itu.


Tampak Elzatta menatap kepergian Kasandra dan Gita dari gedung teater itu dengan berat hati.


" Eh, ayo! Kami cabut dulu semua nya!" ucap Elzatta sambil meninggalkan tempat itu bersama Ditta pacarnya.


Gita dan Kasandra sudah duduk di rumah makan yang menjajakan iga bakar, menu yang dicari oleh Kasandra. Mereka sudah memesannya tinggal menunggu hidangan itu diantar ke mejanya. Kasandra dan Gita masih bercanda dengan cerita- cerita lucu. Sesekali Gita atau Kasandra mencubit lengan atau perut kalau salah satu diantara mereka. Gita berhenti berbicara ketika melihat Elzatta masuk ke rumah makan itu bersama Dita.


" Ada apa Gita?" tanya Kasandra yang melihat Gita tiba- tiba terdiam ketika melihat pasangan kekasih itu masuk ke rumah makan itu dan duduk mendekati mereka berdua.


" Hai! Boleh gabung disini kan?" tanya Elzatta disertai senyuman yang dia lemparkan.


" Kenapa di sini sayang? Aku mau duduk di sana saja. Lagi pula kita nanti mengganggu mereka." kata Dita memprotes.


" Tidak kok! Sama sekali tidak mengganggu." sahut Gita dan dengan cepat mendapatkan cubitan dari Kasandra di pinggangnya.


" Aww!" teriak Gita.

__ADS_1


Elzatta mendudukkan pantatnya diikuti oleh Dita yang dengan terpaksa. Keduanya lantas memesan makanan di rumah makan itu setelah satu pramusaji datang menghampiri mereka.


" Kalian apakah sudah pesan?" tanya Elzatta sambil melihat ke arah Kasandra namun dengan cepat dijawab oleh Gita.


" Sudah! Tapi kami pesan dua porsi iga lagi deh tanpa nasi." sambar Gita cepat.


" Baiklah! Dua porsi iga tanpa nasi lagi yah, mbak!" kata Elzatta kepada mbak Pramusaji tersebut. Pramusaji hanya tersenyum ramah lalu dengan cepat berlalu dari tempat itu.


Cukup lama mereka kikuk saling pandang karena Dita terlihat kurang nyaman dan bebas berada di tempat duduknya. Kasandra dan Gita malah sibuk dengan ponselnya sambil menunggu pesanan nya datang. Kasandra dan Gita yang terlihat sibuk dengan ponselnya itu ternyata saling chatting. Dua manusia yang duduk bersebelahan namun berbicara atau berkomunikasi lewat chat WA. Kamu pasti akan bisa menebaknya bukan? Apa yang dibahas dalam chat diantara mereka kalau tidak lain tidak bukan adalah membicarakan orang didekatnya yaitu Elzatta dan Dita.


Sampai akhirnya semua makanan dan minuman yang dipesan mereka tiba, mereka mulai makan bersama- sama. Kasandra dan Gita cuek saja menikmati makanan dan minuman nya di tambah dua porsi iga yang dipesan tadi mereka melahapnya sampai habis.


" Mau tambah lagi? tanya Elzatta penuh perhatian kepada Kasandra.


" Eh sudah cukup! Terimakasih!" jawab Kasandra sambil melihat Dita yang penuh api kecemburuan.


" Kamu sudah selesai belum Gita? Ayo kita cabut!" ucap Kasandra kepada Gita.


" Sudah! Ayolah!" sahut Gita lalu bangkit dari tempat duduknya bersama Kasandra.


" Eh, kalian buru- buru sekali ingin pulang?" tanya Elzatta.


"Sudah larut malam nih. Kost kami jauh loh!" jawab Gita bercanda. Padahal kostnya salto sepuluh kali saja nyampai.


" Lah. Ya sudahlah! Oh iya, biar semua aku yang bayar!" kata Elzatta. Dita semakin melotot menatap Elzatta. Namun Kasandra dan Gita cuek saja melihat reaksi Dita yang melihat Elzatta perhatian pada dua gadis itu. Kasandra dan Gita segera keluar dari rumah makan itu, dalam hatinya sudah bukan urusan di lagi jika pasangan kekasih itu saling berantem gara- gara Elzatta terlihat perhatian dengan Kasandra. Terlihat dan sangat tampak sekali jika Elzatta sebenarnya menaruh hati dengan Kasandra.


Sesampainya di kost.


" Kamu apa tidak merasa jika Elzatta itu suka curi pandang ke kamu loh, Sandra!" kata Gita.


" Aku gak peduli!" sahut Kasandra datar sambil sibuk di depan laptopnya.


" Kamu! Pura-pura gak cuek saja?" tanya Gita lagi.


" Yah ngapain dipikirin? Bukannya dia sudah berpacaran dengan Dita. Aku tidak akan GR dengan perhatian Mas Elzatta! Dia baik dengan semua anak teater. Karena dia senior yang baik untuk kami." cerita Kasandra.

__ADS_1


" Aku berani taruhan deh! Kalau sebenarnya hati kecilnya Elzatta itu sudah jatuh hati ke kamu. Sorot matanya lain banget." nilai Gita.


" Walah! Bedakan antara kagum dan jatuh cinta."sahut Kasandra.


__ADS_2