
Di rumah baru milik Diana. Pandu begitu menikmati rumah baru yang dibeli oleh kekasihnya itu. Pandu seperti seorang raja yang hanya duduk santai manis tanpa memikirkan kebutuhan hidupnya. Selama masih berhubungan dengan Diana, Pandu akan hidup makmur, nyaman, dan segala gaya hidup yang bak model itu akan dia dapatkan dari Diana. Seperti saat ini, Pandu sedang menanti kedatangan Diana yang belum pulang dari kantor nya. Katanya, Diana akan pulang terlambat dikarenakan ada pertemuan bisnis dengan perusahaan lain. Pandu mulai jenuh dan akhirnya mengambil jaketnya keluar dari rumah mewah itu.
" Ini sangat membosankan jika harus menunggu Diana di rumah itu sendiri. Aku akan ke apartemen Edo." kata Pandu dengan bermonolog sendiri.
Pandu dengan cepat menjalankan mobil sport nya yang baru dibelikan juga oleh Diana. Diana memang benar- benar memanjakan Pandu dari segala kebutuhan dan keinginan nya.Cintanya terhadap Pandu memang benar-benar membuat mata Diana buta dan tidak berpikir panjang. Dalam hal ini, Pandu seperti halnya laki-laki muda yang dipelihara oleh janda kaya. Ini sungguh membuat keblinger Diana. Baginya Pandu sudah membuat dirinya senang, sehingga segala yang diminta dan diinginkan oleh Pandu dipenuhi nya.
Sesampainya di apartemen milik Edo. Pandu mulai menghubungi Edo. Padahal di dalam sana, Edo sedang melaksanakan ritualnya bersama seorang wanita yang jauh lebih tua dibanding Edo. Sebut saja tante Salma. Ponsel Edo sudah hampir sepuluh kali berbunyi dengan lagu kesukaannya. Namun karena sangat tanggung jika dia harus mengangkatnya karena dia sedang asyik- asyiknya bermain dengan tante Salma.
" Siapa sih, Edo sayang!" tanya tante Salma sedang suara yang manja dan serak.
" Itu bukan orang penting." jawab Edo sambil menjalankan goyangan nya. Tante Salma malah makin keras berteriak sambil mengambil ponsel Edo dan mengangkat nya. Teriakan nakal tante Salma terdengar oleh Pandu. Pandu malah semakin gerah akan godaan itu.
__ADS_1
" Edo! Aku di depan apartemen kamu. Kamu lagi itu yah? Astaga!!" kata Pandu yang sengaja di loudspeaker oleh Salma.
Edo dan Salma makin keras menyuarakan suara- suara yang menggoda itu. Hingga Pandu makin geram akan tingkah mereka yang sengaja bersuara keras itu. Pandu akhirnya mematikan panggilan keluar nya itu lalu bersabar menunggu di depan apartemen milik Edo.
Sampai setengah jam kemudian, Edo membukakan pintu apartemen nya dengan hanya berbalut handuk dari pinggangnya.
" Wow! Puas yah? Suaranya sampai begitu amat!" sindir Pandu sambil memukul lengan milik Edo.
Tante Salma keluar dari kamar dengan penampilan masih menggoda. Tante Salma masih memakai handuk yang dililitkan dari dadanya sampai di atas lututnya.
Kulitnya yang mulus putih itu sungguh menggoda mata jika melihat nya apalagi tante Salma memiliki dada yang besar. Miliknya itu jika menggunakan pakaian dalam dengan ukuran paling jumbo.
__ADS_1
Pandu melotot menatap tante Salma sambil menyenggol perut Edo.
" Halo!" sapa tante Salma sambil menjabat tangan Pandu setelahnya duduk dipangkuan milik Edo. Edo tersenyum dengan kenakalan dari tante Salma dan merasa tidak enak dengan Pandu.
" Apakah sudah puas, tante?" tanya Pandu bercanda.
" Belum untuk trip yang kedua, tiga, empat dan lima. Kamu sih datang mengganggu." sahut tante Salma sambil tetap mengelus dada bidang milik Edo.
" Kamu kemari ada perlu apa, Pandu?" tanya Edo dengan gaya tetap cool namun cuek saja atas sikap tante Salma yang masih duduk di pangkuannya.
" Aku hanya bermain saja! Kalian kalau mau bermain, lakukan saja. Aku biar menunggu disini." kata Pandu dengan cuek saja sambil menghidupkan televisi di ruangan itu.
__ADS_1