GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Pernikahan part 3 Jangan baper yah


__ADS_3

Puk,.. Handuk basah menutupi muka Fina.


Fina langsung menyibakkan handuk dan mendapati Haru memakai piyama handuk hingga dada bidangnya terlihat.


Ya tuhan apa ini, kenapa bisa anak sepolos diriku melihat hal semacam ini. Tapi terlalu indah untuk dilewatkan. Apa itu rambutnya, hitam dan sedikit basah, matanya yang tidak sipit, tidak juga begitu besar, pupil matanya besar berwarna coklat gelap,dengan bulu matanya yang panjang dan lentik, halisnya yang tebal dan panjang. Kenapa ada pria sempurna seperti dia di dunia ini, Fina melayang dalam lamunannya


"Apa yang kau lihat hey gadis mesum...!" Haru menyentak.


"Ah,eh.. Siapa yang anda bilang mesum?" Fina tiba-tiba menutup mukanya dengan tangan dan jari jemarinya berjarak berjauhan, hingga dada bidang Haru masih terlihat.


"pergi bersihkan diri sana," perintah Haru.


"Ba, baik." Fina sambil berlalu.


Belom sampai kamar mandi Fina berbalik kembali dan bertanya pada Haru.


"maaf, bagaimana dengan pakaian saya?. Saya hanya memakai pakaian pengantin ini," sambil memegang pakaian yang Fina pakai.


"Disini tidak ada baju, pakai saja piyama handuk di kamar mandi." kata Haru.


"Apa...! Bagaimana bisa saya memakai piyama handuk untuk tidur," tanya Fina.


"kau ini, baru saja dijelaskan peraturan, langsung bisa membantah ya. Kalau begitu, tidur telanjang saja kita kan pengantin baru," jelas Haru dengan senyum sinis menggoda.


"Aku memakai baju handuk piyama saja!" sambil sedikit berlari, Fina menuju kamar mandi dengan rasa kesalnya.


"heh, dasar gadis polos sekaligus bodoh," sambil tertawa kecil karna melihat tingkah Fina.


Selesai mandi, Fina terdiam di depan pintu entah apa yang akan dia lakukan, canggung, takut, bercampur aduk.

__ADS_1


*Apa yang harus aku lakukan setelah ini, sambil melirik ke arah Haru yang sedang senderan di kasur menonton TV. Apa aku tidur di ranjang bersama dia? Ahh tidak tidak tidak, aku tidur di sofa saja. Ya aku di sofa saja," Fina dalam hati.


Fina sibuk merapikan sofa yang berada di depan kasur. Dan bersiap untuk istirahat membaringkan badannya yang sudah mulai lelah di sofa. Sedangkan Haru, asyik memperhatikan tingkah Fina yang menurutnya lucu.


"Kenapa kau tidur disana, kemari!" perintah Haru.


"Ah tidak usah saya disini saja, disini sudah merasa Nyaman sofanya besar dan empuk," Tentu saja sofa mahal pasti enak di pakai tidur.


"Hop..." Tiba-tiba haru memangku Fina, menidurkannya di kasur.


"tu, tunggu dulu, apa yang akan anda lakukan. Biarkan saya tidur di sofa saja," Dengan muka tegang dan ketakutan Fina beranjak dari kasur. Belom selesai menjauh tangan Fina sudah di tarik Haru.


"Kau mau kemana hah...! jangan berani-berani melawanku jika kau ingin baik-baik saja. Lagipula aku tidak tertarik dengan gadis pendek dan tidak menarik seperti dirimu," jelas Haru.


Apa!, apa barusan dia bilang pendek dan tidak menarik. Berani sekali kau bilang begitu,lalu kenapa kau mau menikahiku hey tuan besar..! protes dlm hati


" Bu, bukan begitu,"jawab Fina


" Baik, saya tidur disini.... "


"Senyum kecil tergurat di wajah Haru."


****


Jam sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari, tapi Fina tidak bisa tidur.


Bagaimana aku bisa tidur, jika posisi tidur seperti ini. Enak sekali dia bisa tidur dengan nyenyak seperti itu. Fina dalam hati.


"Besok harus bangun pagi-pagi dan kau harus sekolah, tidur..!" sentak Haru.

__ADS_1


"Ba, bagaimana saya bisa tidur jika posisi nya seperti ini," sanggah Fina.


"Kenapa? kau takut aku berbuat sesuatu dengan tubuh kerempengmu ini?" Haru menggoda Fina.


*Bahkan kau senyum sinis begitupun menurutku tetap tampan. Tunggu..! Tubuh kerempeng, benar-benar kurang ajar. Fina dalam hati


"Jangan berfikir yang aneh-aneh kau gadis cabul," Tegasnya*.


"Tentu saja tidak mungkin", Fina menjawab.


"Apa, jadi kau tidak tertarik dengan ku. Apa kau yakin?" Haru sambil mendekatkan wajahnya ke Fina sampai-sampai mau beradu.


Fina memejamkan matanya, berfikir akan terjadi sesuatu.


"ctrak..!" suara sentilan di jidat Fina, sampai Fina meringus kesakitan.


"Aw..., sakit.." sambil menggosok-gosok tangan dikeningnya.


"Jangan berfikir aku akan menciumu, dasar bodoh.."


Fina hanya melototi Haru dengan tatapan marah tapi tidak berdaya. Matanya berkaca-kaca menahan rasa sakit di keningnya.


*****


Tangan Haru memeluk Fina dan kakinya menindih Fina, sedang dada bidang Haru terbuka mengarah ke muka Fina.


Arrghhh... Bagaimana bisa aku tidur, apalagi dengan posisi seperti ini. Jantungku rasanya mau meledak, bisa-bisa saat pagi nyawaku sudah tidak ada,Jerit hati Fina.


Lambat laun Fina tertidur dengan pulasnya di dekapan Haru.

__ADS_1


Sementara Haru, tidur dengan sangat nyenyak...


Bersambung...


__ADS_2