GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Ternyata dia adalah


__ADS_3

Saat hari libur Fina akan bekerja ekstra untuk uang saku hariannya, karna bekerja di ind***t tidak bisa mencukupi kebutuhannya dan kakaknya.


"Sungguh melelahkan sekali..." Fina sambil menghela nafas dan menjatuhkan kepalanya di atas meja.


"Tring...tring.." Fina melihat ke ponselnya, lalu menyimpannya kembali." Tring..tring..tring..."Karena berisik Fina mengangkat telfon nya.


"Ada apa, aku sedang bekerja. Bukannya kakak sendiri tau,tidak boleh menggangguku saat bekerja" jelas Fina dengan nada kesal. Mereka mengobrol lewat telfon, Fina mendengarkan apa yang dikatakan kakaknya Herman.


Seketika wajah Fina berubah menjadi pucat dan kaget.


"Apa!" Fina menutup telfon dan mohon ijin untuk pulang kepada atasannya.


****


"kak Herman, ada apa ini?" Fina bertanya sambil bingung kenapa barang Fina dan kakaknya di lemparkan ke luar.


"Jika memang kalian tidak mampu membayar kontrakan, sebaiknya kalian pergi dari sini...!" teriak ibu yang punya kontrakan.


"Bagaimana bisa saya tidak bayar kontrakan,padahal setiap bulan saya selalu tepat bayar kontrakan" jelas Fina dengan heran.


"Lalu,mana uangnya...!"ibu itu membuka Tangannya tanda meminta bayaran.


Fina tidak menjawab, hanya melirik kakaknya dengan lirikan marah.

__ADS_1


"Benarkan, kalian tidak mampu bayar. Sebaiknya kalian pergi dari hadapanku sekarang juga. "


" Ibu saya mohon beri saya kesempatan sampai akhir bulan. Saya akan membayarnya langsung ke ibu" sambil berlutut memohon dan memegang kaki ibu kontrakan.


"Pergilah..!saya benar-benar tidak ingin melihat Kalian lagi,rumah ini sudah ada yang mengontrak...!" Jelas ibu kontrakan dengan melengos meninggalkan Fina dan kakaknya.


Fina hanya bisa menangis dan merasa kecewa pada kakaknya herman.Karena selama 3 bulan ini,Fina selalu menitipkan uang kontrakan pada kak Herman.


"Fin, maafkan kakak."


"Apa hanya minta maaf yang bisa kakak lakukan dan mengacaukan semuanya. Sementara tidak ada sedikitpun yang bisa kau lakukan, bahkan hanya sekedar meringankan beban hidupmu sendiri...!" Fina sambil sesegukan menangis.


"Maafkan kakak Fin, kakak benar-benar tidak tau diri" sambil tertunduk menyesali perbuatannya, walau bagaimanapun juga kak herman sebenarnya sangat sayang pada adiknya ini.


Ah aku harus mengatakannya jika tidak nyawaku bisa-bisa melayang. Maafkan aku adikku Fina, kakak berjanji akan menebus kesalahan kakak.


"Fin, kakak ingin mengatakan sesuatu.Tapi kamu jangan marah ya?."


Lalu kak Herman menceritakan semua yang terjadi pada Fina.


"Brug, brug.. brug..." suara Fina memukul kakaknya dengan tas nya dan menendang kakaknya. Kak herman menerima setiap pukulan yang diberikan adiknya tanpa perlawanan.


Biarlah asal kamu bisa mengurangi kekesalanmu setelah ini, pukul kakakmu ini dengan puas fin.

__ADS_1


" Kenapa tidak kau bunuh saja adikmu ini kak..!" sambil jatuh terkulay lemas di tanah, dan menangis sejadi-jadinya.


****


Mobil terparkir di depan sebuah rumah, Fina keluar dari mobil itu. Jangan tanyakan kakaknya, dia tidak ikut. Karena itu permintaan penghuni rumah ini.


" Silahkan masuk nona," seorang laki-laki menyambutnya dan mempersilahkan nya masuk.


"Selamat datang nona" Serentak para pelayan yang ada dirumah itu menyambutnya, seolah-olah ia adalah tuan putri.


"Silahkan duduk nona" pelayan tadi mempersilahkan


Apa ini! apa ini istana? Tidak mungkin rumah bisa semegah ini.


Lampu kristal besar yang menghiasi setiap ruangan, karpet tebal,sampai kaki Fina hampir terbenam saking lembutnya. Kursi yang megah dengan ukiran berwarna emas.Disetiap sudut tersimpan benda-benda antik dan mahal tentunya.


Fina dengan kekagumannya masih tidak percaya apa yang dia lihat.


"Kau sudah datang" suara dari belakang terdengar tegas.


"Ah maaf saya lancang dengan melihat-lihat rumah i...," Belum selesai Fina dengan omongannya, matanya melotot kaget dan tubuhnya terperanjat hebat.


"Pak Haru!..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2