GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Bertemu


__ADS_3

"Permisi," Fina membukakan pintu toko dan masuk dengan sopan. Ada satu sosok pria yang tidak terlalu tua tidak juga terlalu muda membalikkan badan dan menyapa Fina.


"Anda yang mau melamar itu, kan?" tanya Bapak itu.


"Ah, iya bagaimana bisa bapak bisa tahu?" tanya Fina heran.


"Kemarin ada anak muda yang menanyakan apa aku butuh pekerja atau tidak,karena dia membaca sebuah kertas di dinding luar toko ini dengan bacaan membutuhkan karyawan. Dia menawarkan teman nya yang tidak lain adalah kamu. Saya pemilik toko ini, Perkenalkan nama saya Toni," jelas pak Toni ini kepada Fina.


"Ah,iya pak. Bagaimana apa saya di terima, ini persyaratannya," Fina menyerahkan persyaratan melamar dan menyerahkannya kepada pak Toni.


"Aturannya, kamu harus tetap sekolah,sepulang sekolah mulai kerja sampai selesai.Kecuali, pada hari libur atau minggu kamu harus tetap kerja," jelas pak Toni.


"Baik, pak. kalau begitu, apakah saya di terima?" dengan sedikit tegang Fina bertanya. Lalu dengan anggukan 2 kali di tambah senyum tipis bapak Toni memjawab pertanyaan dari Fina.

__ADS_1


"Hanya saja soal gaji, Pak Toni sedikit menekan kata pada "gaji", mungkin km hanya akan menerima tidak sesuai UMR karna kamu masih sekolah. Detail pak Toni.


"Ah masalah itu tidak apa-apa saya tahu, yang penting saya ada tambahan, pak." jawab Fina.


***


"Syukurlah, sebelum bulan depan sudah mendapatkan pekerjaan baru .he he he," guman Fina kegirangan.


"Ah, tapi siapa yang dimaksud anak muda yang Pak Toni singgungkan tadi?" Fina sedikit terdiam dan menghentikan langkahnya berfikir siapa anak muda itu.


***


"Tuan,..." ucap sekertaris Har. Lalu Haru pun menganggukkan kepalanya dan mengibaskan jari telunjuk mengarah ke daun pintu. Tak lama 2 orang yang membawa pria itupun pergi dan membiarkan pria itu dengan masih bersimpuh.

__ADS_1


Terdengar teriakan pria itu dari dalam, entah apa yang dilakukan Haru kepada pria yang memohon maaf tadi hanya sekertaris Har yang tahu.


***


Hari senin, sekolah dimulai kembali, masih terlalu pagi sekitar pukul 06:10 siswa siswi pun masih belum terlalu banyak yang datang,bisa dibilang masih sepi hanya beberapa murid yg sudah datang selain dari penjaga sekolah . Dengan perasaan sedikit bahagia Fina melangkahkan kaki di koridor sekolah menuju kelas nya. Hatinya kini tidak terlalu bimbang memikirkan hidup nya kedepan karena mulai hari ini sepulang sekolah Fina bisa mulai bekerja. Tapi, langkahnya terhenti seketika badannya terasa kaku tak bisa di gerakan,bola matanya tertuju ke depan ke sosok yang berada tidak terlalu jauh dengannya hanya sekitar berjarak 7 meter saja.


Laki-laki itu sempat juga terhenti, tapi kemudian dia melangkahkan kembali kakinya. Fina yang sedikit bingung dan tak tahu harus bagaimana masih dengan tubuhnya yang kaku tidak bisa digerakan, Sedangkan laki-laki itu masih dengan mantap selangkah demi selangkah berjalan.


"Ha, Haru...!" Hati Fina berteriak menyebut nama nya.


Yah, Haru. Yang sedang berada di hadapan Fina adalah Haru, Fina memberanikan diri untuk melangkah walau dengan terasa berat kakinya tetap ia berjalan juga. Hanya dengan itungan detik merekapun semakin dekat. Jantung Fina terasa berdetak tidak karuan,nafasnya tak beraturan bahkan sedikit ditahan seolah takut Haru dengar. Semakin dekat, Fina berusaha menyapa pria didepannya itu.


"Ha,..." Tak sempat selesai Fina menyebut nama Haru. Dia dilewati begitu saja oleh Haru, seolah tidak melihat bahwa Fina berada di depannya dan akan menyapanya, dengan dinginnya Haru melangkah mantap melewati Fina dengan raut wajah yang dingin dan datar.

__ADS_1


Fina terdiam dan sedikit terkejut dengan apa yang terjadi, ia tak menyangka kalau Haru akan sedingin itu bahkan seolah-olah tak melihatnya.


__ADS_2