GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
cantik


__ADS_3

****


Semua orang sibuk dengan peran nya masing-masing, ada yang sibuk dengan pengecekkan decor, ada yang sibuk dengan konsumsi, ada yang sibuk dengan sound systemnya. Semua bekerja dengan tugas nya masing-masing.


Hari ini tepat di tanggal 26 juni adalah hari dimana acara resmi kelulusan dilaksanakan di aula sekolah. Para panitia sekolah mengundang para orang tua siswa untuk menyaksikan anak-anaknya menerima piagam kelulusan dari SMA ternama. Tentu para anak dari seorang pengusaha sudah terjamin pekerjaan serta kehidupannya mendatang. Walau mereka tidak berkuliah, ada juga yang melanjutkan untuk kuliah di luar negeri maupun dalam negeri.


Ada juga beberapa murid yang bisa dihitung hanya dari kalangan menengah ke bawah,seperti halnya Fina. Dia sama sekali tidak punya rekan ataupun relasi dari orang tuanya yang dapat mempekerjakan Fina dengan layak. Tapi hal itu tidak jadi soal,karena di beberapa perusahan yang Haru punya, tidak sama sekali terpaut oleh relasi. Malah Haru serta ayahnya dahulu lebih tertarik terhadap pelajar yang bersertifikat,pintar dengan kecerdasan yang baik. Karena bagi ayah dan juga Haru, justru dari orang-orang yang mempunyai semangat inilah yang akan memunculkan bakat dan potensi baik yang dapat menguntungkan perusahaan, yang dapat berkembang dan tentu sifat ini akan bersifat permanen dan bahkan mengembang tidak akan monoton bahkan anjlok.


Tentu saja Fina tidak akan pernah bisa bekerja di perusahan yang Haru kelola,karena sungguh tidak mungkin baginya untuk bisa masuk perusahaan. Apalagi atasannya adalah mantan suaminya yang kini membenci dirinya. Fina tentu lebih memilih bekerja seperti biasa walau gaji hanya cukup untuk hidupnya sehari-hari yang penting dia tidak mengusik lagi kehidupan Haru. Uang saat ini Fina fikir adalah kehidupan ibu,kakak, adiknya terjamin dengan baik. Bisa sekolah tinggi di sekolahan ternama dan baik seperti dirinya.


"Fina...!" Lyla memeluk Fina. Hari ini penampilan Lyla sungguh bak putri kayangan memakai kebaya brukat berwarna peach velvet dengan brukat mewah bertaburkan permata swarovski yang mahal. Dengan songket lilitnya yang bergambar batik tentu saja handmade yang membuat harganya bisa mencapai ratusan bahkan jutaan per meternya. High heels yang menambah kesan tinggi Lyla menjadi tambah tinggi. Ditambah dengan clutch yang ia pegang dengan bertaburan permata swarovski.


"Wah...kamu cantik sekali, Lyla!" ungkap Fina yang tidak berkedip melihat kecantikan Lyla, tak heran memang dengan kecantikan Lyla karena hampir di setiap harinya Lyla tidak pernah terlihat jelek. dengan warna kulitnya yang putih dan postur tubuh yang semampai membuat tubuhnya bak model-model ternama.


"Kamu bisa saja Fin, hehe" sela Lyla.

__ADS_1


" Tapi, ngomong-ngomong kenapa pakaianmu seperti ini. Ikut aku!" Lyla menarik Fina segera.


"Eh, mau kemana... selamat pagi pak/bu," ucap salam Fina kepada orang tua Lyla. Kedua orang tua Lyla hanya membalas dengan senyum mungkin kini mereka mau menerima Fina sebegai teman Lyla bukan karena Haru, tapi karena memang anaknya Lyla bergaul dengan Fina menjadi orang yang menjauhi hal-hal yang negatif.


Lyla pun membawa Fina ke sebuah salon terdekat dan mendandani fina. Meski sempat Fina menolak tapi apa boleh buat, pada akhirnya Fina pun meng iyakannya.


Sementara di Aula sudah mulai berkumpul para orang tua siswa. Sebagian ada yang baru datang, ada yang sedang melihat-lihat ruangan demi ruangan kelas ada juga yang sibuk berburu makanan-makanan yang di sajikan oleh koki-koki handal di sekolah Haru.


"Perhatian-perhatian untuk para calon alumni SMA beserta orang tua murid di mohon berkumpul di aula sekolah, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10 siang diharap semua berkumpul, akan dimulai pembagian serta sambutan-sambutan dari kepala sekolah." Pemberitahuan untuk berkumpul mulai di sebarkan melalui pengeras suara sehingga terdengar di segala penjuru sekolah.


Sontak pengumuman itu menjadi buah bibir bagi orang-orang yang mendengarnya. Bukan karena akan di bagikannya piagam tanda lulus saja. Tapi juga karena kepala sekolah akan menyambut kelulusan ini, karena selama ini tidak ada yang tahu kepala sekolah di SMA ternama ini siapa. Mereka hanya pernah mendengar bahwa kepala sekolah disini masih muda pewaris tunggal di semua perusahaan-perusahaan ternama yang ada di dalam serta luar negeri.


Para tamu undangan yakni orang tua siswa dan juga siswa/siswi sudah mulai memenuhi ruang aula sekolah mereka diberikan tempat duduk yang di depannya ada meja beserta snack mewah yang sudah di sediakan beserta pelayan di tiap satu sisi mereka untuk melayani mereka.


"Sebaiknya posisimu di sana..! cepat antarkan makanan nya jangan sampai telat!" perintah Heri kepada adik panitia lainnya.

__ADS_1


"Hey...," suara lembut terdengar dari arah belakang Heri. Dilihatnya ada dua perempuan cantik berdiri. Fina yang memakai kebaya berwarna gold dengan songket batik handmade di sertai butiran-butiran swarovski menghiasi di setiap sudut di kedua pundaknya dengan bross besar cantik yang terdapat juntaian manik-manik. Beserta songket ketat yang membuat kaki Fina terasa panjang di tambah hak setinggi 5cm yang tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek juga menutupi kakinya yang keci. Kebaya dan songket Fina membuat lekuk tubuh Fina terlihat dan sedikit berisi, membuat sedikit dadanya terlihat. Karena Lyla memakaikan model kebaya kepada Fina yang model U bukan sanghai sehingga buah dada nya sedikit terlihat montok. Ditambah rambut Fina yang di sanggul kecil polos hanya di tempeli jepit yang terdapat mutiaranya di pas sanggulnya, ditambah dengan anting tusuk dan make up sederhana membuatnya kesan seperti putri-putri keraton. Terlihat ada rambut-rambut halus di belakang di bawah sanggul nya Fina membuat kesan seksi.


Mata Heri tidak berkedip, terpana dengan paras cantik Fina. Ini kali pertama Heri mendapati seorang Fina berdandan.


"Bagaimana hasilnya menurutmu?" tanya Lyla sombong. Heri pun melirik ke arah Lyla yang juga tak kalah cantiknya, tapi bagi Heri Lyla sudah tidak aneh jika memakai make up. Keduanya cantik, tapi yang lebih cantik baginya saat ini hanyalah Fina.


" Sukses," Jawab Heri dengan mengacungi jempol tanpa bisa berkata-kata.


"Lalu, bagaimana denganku?" tanya Lyla yang ingin. jawabannya sama dengan Fina.


Heri tidak menjawab hanya mengacungi jempol nya saja dengan sedikit membuang muka. Hal itu membuat Lyla sedikit kesal.


"Dasar pecundang tengik!" ucap Lyla.


"Ngomong-ngomong dimana si Rian yah, kok gak nongol-nongol?" tanya Fina.

__ADS_1


Heri dan Lyla pun mengangkat kedua bahu mereka pertanda tidak tahu.


Bersambung....


__ADS_2