
***
Haru terus berjalan melewati lorong demi lorong menuju kantor. Sedangkan Fina berada di belakang Haru mengikuti Haru. Jarak mereka tidak bisa dikatakan dekat, tapi lumayan jauh kira-kira 10 langkah di belakang Haru.
"Apa, kenapa bisa, kenapa Haru memanggilku ke kantor ada apakah? Apakah Haru akan memarahiku karena kemarin aku menolaknya, atau dia mau mengeluarkanku dari sini." Fina hanya menebak nembak dalam hati sambil.melangkah mengikuti langkah Haru dari belakang, tak terasa sudah sampai di depan kantor dan Haru pun masuk.
Haru masuk lalu duduk di kursinya. Fina awalnya hanya diam di luar tidak melangkah sampai akhirnya Haru mempersilahkan Fina untuk ikut masuk. Tapi Fina masih tetap kukuh berdiri mematung, sampai akhirnya Haru bangkit dari kursinya dan mendekat ke Fina sambil berkata " Masuk atau akan ku seret," Fina terperanjat lalu cepat-cepat masuk ke kantor. Harupun menutup pintu dan menguncinya. Fina masih belum duduk, sampai akhirnya Haru menyuruhnya barulah Fina duduk.
"Ada apa bapak memanggilku kesini," tanya Fina memulai pembicaraan.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Haru seakan tak menghiraukan pertanyan Fina barusan.
"Saya baik. Pak," jawab Fina si singkat. Haru hanya diam memperhatikan Fina.
" Ka,kalau cuma itu aku harus kembali ke kelas" ucap Fina seraya berdiri ingin pergi.
" Kau mau kemana..! " Haru memekik ketika seketika Fina bersiap melangkahkan kakinya menuju keluar, tapi berhenti karna Haru membentaknya.
__ADS_1
"Aku belum menyuruhmu keluar, jangan keluar sebelum aku menyuruhmu," Ucap Haru.
"Lalu, apa yang ingin bapak katakan dengan memanggil saya kemari," jawab Fina dengan bahasanya formal.
"Apa ada yang salah denganku," tanya Haru.
"Tidak ada, hanya saja saya harus ke kelas," jawab Fina singkat dengan nada sedikit bergetar. " Jika tidak cepat saya akan ketinggalan pelajaran," Fina menjawab sambil membalikkan kembali tubuhnya untuk melangkah. Ketika Fina akan melangkahkan kakinya, tangan Fina di tarik Haru sampai tubuh Fina kembali menghadap Haru. Haru memegang tangan Fina kemudian membalikkan tangan Fina dan memberikkan sesuatu ke telapak tangan Fina.
Fina pun menggenggamnya tak lama membuka telapak tangannya, ternyata itu adalah cincin pernikahan mereka. Haru memberikannya kepada Fina membuat Fina kebingungan.
"Kenapa memberikan ini," tanya Fina.
"Tapi, kita sudah bukan..." Fina tak meneruskannya karna Haru dengan cepat memotong perkataan Fina.
"Bercerai atau tidak bercerai tetap saja harus disimpan," lagi-lagi Haru berkata dengan santainya. "Jika memang kau tidak ingin menggunakannya lagi kau bisa membuangnya, atau kau menjualnya untuk kebutuhan hidupmu beberapa waktu. Lumayan besar untuk orang sepertimu, lagi pula disimpanpun tidak ada gunanya lagi untukku," Haru sembari menghisap rokoknya.
Fina yang mendengar itu tercengang dengan kata-kata Haru. Setelah sekian lama, baru kali ini lagi Haru mengeluarkan kata-kata kasarnya lagi.
__ADS_1
"Jangan takut, aku akan mengambil cincin ini dan akan ku pergunakan untuk kebutuhanku yang miskin ini!" Jawab Fina seraya membuka pintu kantor lalu pergi meninggalkan Haru sendiri.
****
Fina berjalan dengan sedikit berlari menuju lorong koridor sekolah, dia menggenggam erat cincin pernikahannya. Kemudian Fina masuk ke toilet sekolah,untungnya tidak ada siapa-siapa. Fina melampiaskan emosinya dengan menangis, air mata Fina tak tertahankan turun membanjiri pipinya yang chubby. Fina sesegukkan di toilet, dia tidak menyangka akan se perih ini. Dulu Haru begitu menomor satukan Fina,dia melindungi Fina dengan sepenuh hati.
Tapi kini, Haru begitu berubah. Haru sekarang seperti kembali ke Haru yang dulu dingin, angkuh, berbicara seenaknya saja. Entah hal apa yang bisa membuat Haru seperti itu. Fina tidak lagi peduli dengan dirinya, dia menangis sejadi-jadinya. Fina mencoba menghentikan tangisnya tapi tidak bisa. Rasa nya hancur ketika Haru mengatakan hal seperti itu. Fina menggenggamkam tangannya dengan tangan lain menjadi satu kepalan untuk menahan rasa sakit di dadanya.
***
Jam istirahatpun tiba Lyla bermaksud untuk mengajak Fina ke kantin bareng, tapi tak di dapatinya Fina di kelas. Heri dan Rian pun bertanya-tanya kenapa Fina lama sekali dari jam pelajaran pertama sampai sekarang belum selesai. Kepanikan Lyla sedikit memudar ketika tahu bahwa Haru lah yang sedang bersama Fina, begitupun Heri.
Tak lama Fina kembali di dapatinya Fina oleh teman-temannya dengan muka kusut dan wajah tak bergairah, kedua mata Fina merah dan bengkak. Terlihat sekali kalau Fina habis menangis.
"Fin, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Lyla yang khawatir dengan Fina.
"Ada apa, apakah pak Haru menyakitimu, dia memukulmu?" tanya Lyla."Tidak kok, tidak apa-apa. Tadi aku ke ruangan pak Haru ada yang ingin pak Haru kasih ke aku. Tapi karena kepalaku pusing aku tadi tiduran sebentar di ruang UKS," Jelas Fina.
__ADS_1
Bersambung...