GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
perpisahan


__ADS_3

Perhatian kepada seluruh hadirin para siswa/siswi maupun orang tua/wali siswa harap tenang. Kita akan mulai acaranya, harap semuanya duduk di tempat duduk yang di sediakan semuanya." MC pun mulai memberi arahan.


Setelah dirasa semua sudah rapi dan cukup sunyi. Kemudian MC pun menambahkan pembicaraanya


"Baiklah semuanya sebelum kita masuk ke pembagian piagam tanda lulus dari SMA ini, kita akan disambut terlebih dahulu oleh kepala sekolah kita yakni Bapak Haru." Sontak semua murid serta orang tua ataupun wali yang datang kesana sangatlah kaget bahwa ternyata kepala sekolah mereka masih muda berparas tampan dia berdiri gagah di podium dengan berbajukan kemeja putih dengan jas hitam yang tentunya membuat setiap yang melihat terpana baik pria maupun wanita. Sedangkan para murid/ siswa/siswi disana mendengar bahwa pak Haru adalah kepala sekolah di sana serta si pewaris tunggal itu pun melongo heran. Suara orang-orang yang ada di aula bergemuruh saling berbisik satu sama lain. Mereka pun bertepuk tangan saat acara penyambutan dilaksanakan.


Lalu Haru pun memulai penyambutan nya. Fina seperti biasa matanya tidak bisa lepas dari Haru, walau kini Fina dan juga Haru sudah berjauhan, tetap saja sosok Haru masih Fina tetap tertancap dihatinya.


***


"Aku akan pergi dari sini, dari sekolah SMA ini. Sekolah penuh kengan dan memori indah yang tertancap di hatiku." Ucap Fina, dia sendiri di kelas menatap lepas keluar melalui jendela yang ada di kelas. Matahari sudah mulai terbenam. Piagam tanda lulus sudah di tangan Fina, Lyla setelah menerima piagam kelulusannya berfoto dengan Fina dan Heri. Sedangkan Heri masih sibuk dengan semua kekacauan ini. Dia ingin mengabdi untuk terakhir kalinya sebelum pergi meninggalkan sekolah ini untukenjadi ketua osis terakhir kalinya dengan membereskan semua kekacauan ini bekas acara kelulusan.


Sampai detik inipun, Fina belum bertemu dengan Rian. Apakah ia pergi atau ada urusan sehingga tidak bisa menghadiri acara kelulusan ini?, tidak ada yang tahu.


Seketika memori kenangan ia bersama Haru dari saat pertama bertemu di pantai terekam jelas dalam ingatannya. Saat pertama kali Haru mengajak Fina kerumahnya, bagaimana kasar dan dinginnya perlakuan Haru kepada Fina hingga akhirnya Haru sendiri yang mengakui perasaannya. Dan berjanji akan selalu ada di sisi Fina, membela Fina, pasang badan untuk Fina hingga nyawa pun taruhannya. Fina ingat saat pertama kali Haru mencumbuinya penuh nafsu dengan sentuhan kasih sayang yang Fina terima. Senyuman Haru dan rasa cemburu Haru bergantian hinggap di ingatan Fina. Sentuhan lembut Haru seolah menjadi pelindung dan tempat bernaung terakhir bagi Fina. Kini semua itu sudah kandas, tak terasa bulir air dari mata membasahi pipi Fina. Lalu Fina menutup wajahnya dan menangis, semua memori itu, semua kenangan itu akan hilang mulai saat ini.


"Bagaimana bisa, aku tidak tahu harus bagaimana. Haru," Fina bergumam dan memanggil nama Haru dengan tangisannya. Hatinya terasa sakit saat menyebut nama Haru.

__ADS_1


****


"Ada apa mencariku?" tanya Haru


"Aku sudah selesai," jawab Heri.


"....." Haru hanya terdiam tidak menjawab.


"Seberapa keras pun aku berusaha, tetap saja dia tidak membalasku," ...


"Apa yang kau bicarakan, aku tidak suka bertele-tele. Aku disini bukan untuk mendengar curhatanmu," jawab Haru dengan sangat dingin.


"Tapi, bagaimanapun juga kau adalah muridku dan selamat atas pencapaianmu menjadi sisa terbaik diantara semua siswa yang ada di sekolah ini"...


"Heh, waulaupun aku murid tercerdas dan terbaik, jangan harap aku masuk di salah satu perusahaanmu," jawab Heri.


"Tentu saja aku tidak akan pernah merekrut bawahan sombong sepertimu," jawab Haru.

__ADS_1


Merekapun saling terdiam lalu saling menatap dan melemparkan senyum tipis satu sama lain. Kini mereka berdua membalikkan tubuhnya ke arah taman menatap langit yang semakin menggelap.


"Bagaimanapun juga terima kasih...,karena aku bisa bersekolah di sekolahan ini. Bisa merasakan sedikit kenangan menjengkelkan disini, bisa mendapatkan yang biasa orang-orang katakan teman,bisa mengenal Fina...." Heri terhenti sebentar melihat reaksi Haru lalu meneruskan perkataannya.


"Juga aku bisa tahu seberapa pedulinya kau terhadap dia,sampai mengirimkan mata-mata untuk memantau kegiatannya," kata Heri.


Kali ini Haru sedikit melirik ke arah Heri.


"Jadi kau sudah tahu, baguslah. Jadi kau bisa waspada," ucap Haru lalu memasukkan kedua tangannya di kedua saku celananya .


"Baiklah, jika sudah tidak ada yang di sampaikan. Selamat semoga kita bisa bertemu menjadi rival diperusahan kita masing-masing" kata Haru mengucapkan perpisahan pada Heri. Haru menyodorkan tangan untuk berjabat tangan dan disambut oleh Heri. Mereka pun saling berjabat tangan dan saling bertatap mata. Setelah mereka selesai, Haru pun pamit pergi tapi Heri menahannya.


"Tunggu!" perintah Heri. Harupun berbalik, Heri memberikan sepucuk kertas ke tangan Haru. Haru mengerutkan keningnya.


" Aku tidak butuh surat cinta darimu,dasar bodoh!" ucap Haru dengan jijik.


"Baca sajalah, jika tidak mau kau akan menyesal seumur hidupmu. Tapi, jika tidak mau biarkan aku saja yang kembali beraksi, bye..." ucap Heri lalu berlalu pergi. Haru pun membuka isi surat di kertas kusut itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2