GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
pernyataan terakhir Heri dan tarikan wanita UKS


__ADS_3

LULUS... begitulah pengumuman yang di umumkan di mading siswa. Nama Fina urutan nama dari angka 16 dinyatakan lulus dengan nilai 95 dari 100 dengan rata-rata nilai 90. Fina pun memejamkan mata sambil memegang dadanya.


"Aku lulus, syukurlah. Akhirnya aku lulus aku bisa menjalani ujian dan mengerjakan soal-soal nya dengan baik," gumam Fina dengan senyum di bibir tipisnya.


"Aaahhhhh!.. Akhirnya aku lulus. Fin, Fina!" Lyla memeluk erat sahabatnya itu setelah menemukannya.


"Aku lulus juga, aaahhh! rasanya aku tidak percaya bisa lulus," ucap Fina yang merasa takjub dengan kelulusannya. Tidak Heran karena Lyla anak yang pemalas serta gaya hidupnya yang mewah, dia lebih mementingkan berkencan dengan cowok-cowok dan mementingkan penampilan ketibang belajar,padahal dia masih murid sekolah.


Fina tersenyum bahagia mendengar Lyla sahabatnya juga yang akhirnya lulus.


"Selamat ya, Lyla." ucap Fina lalu memeluk kembali sahabatbya itu.


"Nilaimu hanya 80 saja dari 100 dan rata-rata hasil ujianmu hanya 78 saja itu yang nilai 80 bisa terhitung," celetuk Heri yang tetiba sudah ada di belakang mereka.


" Kenapa kamu bisa tahu, jangan-jangan kamu mengintip yah. Kepo sekali kamu dengan nilaiku," jawab Lyla. Seketika Heri memalingkan wajahnya dari Lyla tidak menjawab pertanyaan yang di layangkan oleh Lyla kepadanya.


"Nilai mu berapa,Her." tanya Fina kepada Heri. Heri menunjjuk ke arah kertas mading yang berada di depan dengan wajahnya.


"Tuh," kata Heri.


Fina dan Lyla pun menengok dan memeperhatikan nama Heri yang mempunyai nilai sempurna yakni 100.


"Tidak heran kalau kamu nilai sempurna, yang aneh itu, sehari-hari.kamu bodoh tapi bisa mendapatkan nilai sempurna," celetuk Lyla dengan nada songong nya. Heri yang mendengar itu mendelik. Tak lama Rian pun datang dan menyapa mereka.


"Hai, kalian ini ada apa rame sekali." tanya Rian yang baru datang dengan senyum ramahnya yang biasa ia tebar.


"Memangnya kamu gak liat, kita lagi liat nilai kami dan melihat kami lulus atau tidak," jawab Lyla.

__ADS_1


"Eh, tapi nilai Rian berapa yah?" tanya lagi Lyla penasaran. Mereka semua pun mencari nama urut dari huruf awal R ( Rian ).


"Wah...! yang benar saja,nilai mu sempurna seperti Heri, apa gak salah lihat?" tanya Lyla yang ke heranan melihat nilai sempurna Rian. Karena sehari-hari Rian tidak lah seperti murid-murid lain suka belajar. Mereka tahu bahwa kerjaan Rian kalau gak menggoda para cewek dia tidur di kelas, bagaimana bisa mendapatkan nilai sempurna seperti Heri.


" Hehe, kalian ini menganggapku ini apa. Walau di sekolah jarang memperhatikan bahkan belajar, di tempat tinggalku, aku selalu belajar keras karena itu aku mendapat nilai sempurna seperti ini, iya kan Her? jelas Rian diakhiri dengan menggoda Heri. Heri hanya mendelik tak menjawab di barengi dengan Lyla.


***


"Dua hari lagi harus sudah rampung semua persiapan kelulusan sekaligus perpisahan ini, karena dihitung sudah masuk satu hari lagi, berarti besok harus sudah beres. Tema memories ini harus bisa terlaksakan dengan baik tanpa ada cacat sekalipun. Para panitia harus bisa bekerja sama dengan baik, Mengerti!" perintah Heri kepada semua panitia.


"Mengerti!" semua panitia serentak menjawab.


Persiapan untuk pelulusan sekaligus perpisahan ini cukup memakan waktu Heri selama kurang lebih hampir 1 bulan. Karena acara perpisahan di sekolah ternama akan di turut hadirkan orang-orang penting. Hari ini adalah hari bebas dimana para murid tidak belajar dan di perintah harus membantu para panitia membereskan setiap kelas dengan bangku-bangku yang tersedia. Membantu sebisa mungkin apa yang bisa membantu, karena akan di adakan sekaligus jajanan free higienis para murid di sarankan untuk membantu menyiapkan tenda-tenda diluar sekolah di area lapangan.


Ada sebagian murid yang membantu memasang tenda-tenda kantin, ada yang membantu memasang spanduk, mendekor ruang aula, juga ada yang sibuk membuat surat untuk di serahkan kepada para guru yang berkesan di hati para murid. Fina yang kala itu duduk di bangku kelas sedang asyik menulis lalu menyobeknya, terus saja seperti itu dirasa kata-kata yang ada di dalam surat itu masih kurang baik.


"Oh, Heri." Fina buru-buru menaruh buku dan juga bolpoin yang tadi ia gunakan ke dalam tas.


"Apa yang kamu lakukan,berserakan sekali," kata Heri sambil membantu Fina memunguti kertas-kertas yang bertebaran di lantai bekas Fina.


"Aku hanya sedang iseng saja,hehe." Jawab Fina gugup. Suasana hening sejenak dan Heri menyerahkan kertas yang tadi ia pungut kepada Fina.


"Eh, Lyla kemana?" tanya Fina.


"Dia pulang terlebih dahulu kata anak itu dia mau shoping untuk membeli make up untuk persiapan acara nanti. Anak itu boros sekali,kecantikan nya saja sudah penuh satu kamar," ucap Heri kesal. Fina pun memandang ke arah luar di balik jendela hari sudah mulai sore anak-anak sudah mulai pulang. Suara riuh di luar maupun di ruang kelas yang tadinya ramai kini perlahan menyepi. Hanya beberapa saja yang masih tinggal,mungkin panitia nya.


"Fin," panggil Heri lalu Fina membalikkan badannya.

__ADS_1


"Iya?" jawab Fina.


"Tulisan itu..., mksudku surat itu, pada siapa akan kamu berikan?" tanya Heri dengan nada sedikit terbata-bata.


"Eh," Fina membelalakan matanya karena kaget dengan pertanyaan Heri yang tiba-tiba.


"A, aku..." Fina terbata.


"Aku tidak akan pernah lagi memaksamu, tapi kali ini saja aku ingin mendengarnya langsung darimu. Aku bahkan tidak akan mengganggumu lagi,aku janji. Aku ingin tahu, bagaimana perasaanmu terhadapku?" Heri dengan serius bertanya dengan tatapan matanya yang menusuk ke ulu hati Fina.


Fina hanya terdiam mematung. Entah apa yang harus ia katakan kepda Heri, tanpa menyakiti perasaannya.


"Her, aku..." Fina tak sanggup mengatakannya. Dia takut kalau Heri akan menjauhi nya. Tapi, dia harus mengatakannya.


"Katakan saja semua isi hatimu, kali ini aku tidak akan memaksamu lagi," ucap Heri.


"Maafkan aku! maafkan aku, aku tidak bisa walau bagaimana pun aku tetap tidak bisa. Tapi aku takut menyakiti hatimu, aku ingin kita berteman selalu berteman selamanya. Aku mohon maafkan aku," Jawab Fina dengan bulir air mata yang berjatuhan.


Heri pun memeluk Fina, ia memeluk Fina dengan erat. Di keheningan kelas Heri mengusap kepala Fina mencoba meredakan tangis sahabatnya ini. Fina pun memeluk erat Heri dengan disertai tangis. Seketika mata Heri terbelalak melihat ke arah kaca ada pantulan seseorang berdiri. Ya, di belakang Haru berdiri seorang pria tinggi dan atletis. Haru berdiri di belakang Heri di balik pintu kelas yang terbuka. Dia melihat Heri memeluk Fina, tatapan mata Haru tajam mengarah ke arah kaca jendela memantul ke mata Heri dan menusuk jantung Heri. Seolah Haru ingin membunuh Heri saat itu juga.


Heri pun melepaskan pelukannya terhadap Fina begitupun dengan Fina. Saat Fina sedikit menjauh Fina mengelap wajahnya yang basah sementara Heri diam mematung, Fina kaget melihat Haru yang berdiri di luar pintu kelas melihatnya dengan Heri. Dan yang lebih kagetnya lagi ada seorang wanita yang bersama Haru yakni wanita yang bertugas di ruang UKS itu.


Haru pun pergi saat di tarik wanita UKS itu, Fina tak percaya dengan apa yang ia lihat. Haru dengan wanita itu.


"Pantas saja dia mengembalikkan cincin pernikahan ku, ternyata..." Fikir Fina.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2