
Sudah 1 bulan lamanya, kaki Fina pun berangsur membaik jauh dari perkiraan. Sekarang Fina bisa jalan dengan baik dan bisa kembali ke sekolah seperti biasa.
"Baik dok terima kasih," Fina sambil berdiri membungkukan badan.
"Meskipun nona sudah sembuh, nona harus tetap meminum obatnya secara teratur sampai habis. Walau bagaimanapun anda belum pulih benar," seorang dokter ahli tulang menjelaskan.
"Baik dok, kalau begitu kami permisi," ucap Haru sambil berlalu dengan Fina.
"Anda,maksud saya kamu tidak ke sekolah?" tanya Fina.
"Tidak mau," jawab Haru.
Selalu saja jawab tidak mau, huh... Fina dalam hati.
"Kita mau kemana, bukannya kita mau pulang yah?" tanya Fina.
Haru tetap Fokus dengan menyetir, tidak menjawab pertanyaan Fina.
"Tuan...ma...maksud saya Haru kita mau kemana?" tanya Fina.
"Kerumah ibumu," jawab Haru.
"Eh... Kenapa?" tanya Fina panik.
Haru tidak menjawab dan tetap fokus menyetir.
Ah gawat, ibu tidak tahu mengenai pernikahanku dengan Haru, bagaimana ini. Fina dalam hati panik.
"Ha...haru bagaimana kalau kita makan saja huh?" Fina merayu.
Haru masih tetap tidak menggubris dan tetap fokus dengan setirnya.
"kita pulang saja yah, kakiku terasa sakit lagi.Aduh....!" Fina Masih bersikeras. Masih tidak di jawab oleh Haru.
__ADS_1
"Aduh...kakiku sakit bagaimana ini aduh sakit," Fina sambil matanya mendelik ke Haru.
Haru melirik ke Fina lalu menghela nafas.
"Kalau kamu mau menyerahkan tubuhmu, aku akan fikirkan semuanya," dengan senyum sinis Haru yang biasanya ampuh mengintimidasi Fina.
"Apa...!" Sentak Fina.
Yang benar saja, aku harus memberikan semuanya kepadamu. Aku saja tidak tahu kalau kamu mencintaiku atau tidak. Tapi kalau ke rumah ibu bisa gawat aku dimarahi. Bagaimana ini... Fina dalam hati.
"Ba...baiklah kalau begitu, aku akan menyerahkan tubuhku kepadamu...!" jawab Fina.
Ckiiit... Mobil berhenti mendadak. Haru kaget dengan apa yang baru saja Fina katakan.
"Benarkah, kamu tidak sedang bermain-main denganku kan?" tanya Haru tidak percaya.
"Su...sungguh aku tidak main-main. Aku akan menyerahkan semuanya, lagipula aku ini juga istrimu bukan," jawab fina dengan terbata-bata.
"Heh..., baiklah kita kembali. Sebelum itu kita cari restoran dulu untuk makan," Kata Haru sambil putar arah.
" Kita sudah sampai, turunlah, " kata Haru sambil. Membukakan pintu mobil.
"Kamu tidak dengar yah..!" sentak Haru membuat Fina tersentak dari lamunannya.
"Ah iya baik, maaf," Fina buru-buru turun.
Setelah mereka masuk ke restoran dan mencari tempat duduk, Fina bukan main kagetnya. Tempat duduk yang di tuju Haru ternyata sudah ada orangnya dan dia tersenyum melambaikan tangan kepada Fina.
"Fina...."
"Ibu...!" ucap Fina dengan perasaan kaget.
"Duduklah," Haru mempersilahkan Fina duduk dna menganggukan kepala kepada ibu Fina tanda hormat.
__ADS_1
"Ibu, kenapa ada disini? adik-adik tidak di bawa? " tanya Fina heran.
Seorang pelayan datang memberikan buku menu untuk di pilih mereka makan. Lalu Haru memilih menu untuk makan siang mereka. Setelah selesai dia memberikannya kepada pelayan itu.
"Ibu diundang nak Haru kesini. Adik-adikmu kebetulan sedang sekolah, " kata ibu Fina.
Apa...jadi ini akal-akalan dia saja, aku juga mau saja di bodohi. Fina dalam hati.
"Oh begitu, bagaimana ibu bisa mengenal tuan Haru, maksud daya Haru?" Fina melirik ke arah Haru.
"Tentu saja seorang ibu memang harus tahu siapa menantunya bukan?" jawab ibu Fina.
"Jadi ibu sudah tahu kalau aku sudah menikah dengan Haru, ibu tidak marah?" tanya Fina tidak percaya.
Pesanan datang 2 orang pelayan memberikan pesanan makan siang mereka.
"Tentu saja, tidak mungkin aku tidak meminta ijin kepada calon mertua untuk menikahi anaknya, bukan?" jawab Haru.
Jadi selama ini hanya aku saja yang tidak tahu. Fina dalam hati
"Tentu saja aku harus ada ijin dari ibumu," Haru.
"Karena otu selama ini aku menyembunyikannya" Jarlas Haru.
"Anggap saja ini kado ulang tahunmu yang ke 19," kata Haru.
"Eh...," Fina kaget.
"Hapoy Birthday..." Haru sambil mencium kening Fina.
"Selamat ulang tahun, nak. Semoga kamu selalu bahagia bersama Tuan Haru," ucap ibunya sambil memeluk Fina.
Fina pun menangis, memeluk ibunya. Mereka saling berpelukan melepas rindu yang selama ini mereka pendam.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....