
Pagi ini Fina berangkat bareng Lyla ke sekolah, tentu saja karena semalam Fina menginap dirumah Lyla. Ada sedikit perasaan lega di dada Fina meski masih menyisakkan air mata dalam dirinya setelah pertemuannya dengan paman Haru.
Fina dan Lyla telah sampai di kelasnya. Merekapun masuk ke kelas masing-masing. Dilihatnya Heri sedang duduk di bangkunya sambil membaca buku. Fina datang mendekat menuju bangkunya tepat di sebelah bangku Heri, ada anak baru yang sedang duduk di belakang bangku Fina. Dilihatnya anak baru yang bernama Rian itu, rian yang sadar akan Fina langsung membalas senyum dengan mata yang mengintimidasi.
"Suasana dikelas kenapa serasa begitu mencekam," gumam Fina dalam hati lalu perlahan mendekati tempat duduknya.
Tak ada sepatah katapun terucap dari bibir Fina untuk mengucapkan selamat pagi kepada temannya yang sedari kelas 1 menjalin hubungan pertemanan dengannya, siapalagi kalau bukan Heri. Tak ada kata atau sambutan selamat pagi dari Heri untuk Fina, semuanya diam membisu. Fina melirik ke arah jam kelas menunjukkan pukul 06.40 dilihatnya para siswa siswi mulai berdatangan jam masuk pelajaran adalah pukul 07.15 pagi masih ada waktu 35 menit lagi. Fina memutuskan untuk bangun dan menuju ke kelasnya Lyla. Tapi saat Fina terbangun satu tangannya tercekal oleh satu tangan dari belakang sehingga Fina tidak bisa melangkah dari bangkunya.
" Mau kemana cantik, duduk saja disini bukankah sebentar lagi akan dimulai pelajaran," ucap Rian yang tiba-tiba berdiri.
"Aku mau menemui temanku, tolong lepaskan," pinta Fina sambil memelintirkan tangannya.
"Aku ikut, yah. Biar aku temani dan kenalkan aku juga dengan temanmu"
Fina yang bingung dengan kelakuan siswa baru ini yang kemarin begitu dingin sekarang seperti anak kecil.
"Ah, tapi aku..."
__ADS_1
"Lepaskan..." ucap Heri yang tiba-tiba saja menutup buku yang sedang ia baca lalu ditaruh dimejanya dengan sedikit menekan.
"Kenapa ketua osis, apa kau keberatan aku memegang tangannya?" ucap Rian tiba-tiba yang melihat Heri langsung berdiri.
Para teman dikelas yang sudah mulai berdatangan mata mereka mulai tertuju pada kami.
"Kalau aku tidak mau, memangnya kau mau apa?" ucap Rian dengan raut wajah menantang.
Dilihatnya Heri dengan tatapan marah dengan mata dan pipi memerah. Fina seketika itu merasa kaget dengan apa yang baru saja dia lihat. Fina melihat ke sekitar teman-temannya yang sudah sebgaian berada di kelas menatap mereka dengan tatapan heran.
"Lepaskan!" akhirnya Fina bisa lepas dari genggaman anak baru itu lalu berlalu meninggalkan Heri dan Rian yang sempat melihat Fina pergi lalu kembali saling menatap dan merekapun duduk kembali di meja masing-masing.
****
Sepulang sekolah Fina sudah melihat suaminya menunggu di garasi mobil sekolah dan Fina mendekat.
"Sudah puas menginap?" tanya Haru.
__ADS_1
"Hmm..." jawab Fina singkat dan masuk ke dalam mobil setelah Haru membukakan pintu masuknya.
"Eh...! sekertaris Har kemana? Sesaat Fina tersadar karena duduk di depan dan Haru yang mengendarai mobil.
" Ada urusan," jawab Haru singkat. Fina hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
" Bagaimana acara menginapmu?" tanya Haru.
" Huh?, Biasa saja tapi seneng bisa menginap di rumah Lyla" ucap Fina yang berusaha menutup kesedihannya tentang kejadiannya bersama Heri semalam.
"Apa aada laki-laki kesana?" tanya Haru tiba-tiba.
Fina yang mendengar itu langsung kaget dan terdiam dan menggelengkan kepalanya tanda tidak.
Haru melirik Fina dengan tatapan aneh. Lalu kembali menjalankan mobilnya.Sedikit aneh Fina melihat Haru melirik tajam ke arahnya walau sesaat tapi tatapan itu terasa aneh.
"Aku lapar," ucap Haru. Lalu Finapun mengangguk.
__ADS_1
Mereka pergi kesebuah restoran terdekat untuk makan.
Bersambung....