
Sepanjang sekolah tadi, Fina terus kefikiran mengenai Heri yang sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Haru.
"Halo," Fina menelpon ibunya.
"Ada apa," tanya ibunya. "Bagaimana keadaan kamu disana, nak."
"Aku baik-baik saja bu, bagaimana dengan ibu disana dan adik-adik lainnya?" tanya Fina.
Mereka ngobrol cukup lama, menceritakan kosah hidupnya Fina selama di kota. Kadang di selangi dengan tawa, wajah Fina begitu senang dan bahagia sekali bisa ngobrol dengan ibunya. Ibunya tidak tahu kalau Fina sudah dinikahi oleh Haru, dia hanya tahu uang yang selama ini dikirim adalah hasil dari hasil kerjanya dan Kakaknya.
"Besok ada festival di sekolahan ku bu, festival tahuanan, mereka sebagian mengundang saudara dan orang tuanya," jelas Fina.
"Benarkah, apa ibu harus kesana?, kenaoa kamu tidak bilang dari awal, mungkin ibu akan memeprsiapkan diri,dan ibu harus membawa sesuatu kesana, bagaimana ini," ibunya Fina panik.
"Tidak apa-apa bu, ibu tidak perlu datang karena ada kakak disini, " Kata Fina dengan sedih.
"Kenapa?, apa kamu tidak ingin ibu datang kesana?" tanya ibu Fina.
"Bukan begitu, perjalanan dari kampung kesini sangatlah jauh, ibu pasti kerepotan apalagi dengan membawa adik-adik yang masih kecil" Fina menerangkan.
"Baiklah kalau itu maumu. Ibu hanya bisa mendoakan dari sini yang terbaik untukmu," jawab ibunya.
"Iya bu, jaga diri baik-baik disana bersama adik-adik yah," Fina menutup teleponnya dan menghela nafas menahan tangis.
"Syukurlah ibu dan adik-adik disana baik-baik saja, selama mereka baik-baik saja aku akan terus bertahan demi mereka," sambil merebahkan diri di kasur.
Haru mendengar percakapan Fina dengan ibunya, lalu menutup rapat kembali pintunya. Ternyata Fina tidak sadar kalau pintu kamarnya terbuka.
Tring... Tring..., Haru mengangkat teleponnya.
" Haru bodoh..., kenapa aku tidak bisa menggunakan kartu kredit, apa yang kamu lakukan dengan kartu ku," Teriak Rere lewat telepon.
"kamu sudah terlalu banyak menggunakannya, membeli barang yang tidak perlu," jawab Haru.
"Tolong aktifkan kembali, aku sekarang berada di toko branded, memalukan sekali kalau aku tidak bisa bayar," Rere memohon.
"Baiklah, tapi ada syaratnya."
"Baiklah, apa syaratnya, apapun itu akan aku lakukan demi membeli tas ku, hiks." jawab Rere.
"Bersikap baiklah pada Fina, jaga dia selama aku tidak ada," Jawab Haru
"Huh..., memangnya kamu mau menemui ayah? Apa kamu yakin," tanya Fina.
"Setelah festival selesai," kata Haru.
"Baiklah-baiklah, memangnya siapa yang membenci gadis imut itu," Jawab Rere.
"Satu lagi syarat yang harus kamu patuhi."
"Apalagi," jawab Rere.
****
Tring...., sebuah pesan dan Heri membukanya.
"Her, kamu sudah pulang?" sebuah pesan dari Fina.
"Sudah," jawab Heri.
__ADS_1
"Kamu sedang apa sekarang," balas Fina.
"Selesai mandi,"
"Kamu sudah makan," Fina tanya lagi.
"Ada apa, katakanlah," balas Heri.
"Heri sebenarnya aku mau mengajukan permohonan kepadamu, bolehkan," Fina membalas.
"Apa," Heri.
"Bisakah kamu menyimpan rahasia tentang aku dan tuan Haru,"
"please 😭...," dibarengi emot nangis Fina memohon.
"Jadi kau panggil dia tuan, menggelikan," Heri dalam hati dan melemparkan nya ke atas kasur lalu pergi ke lantai bawah untuk makan malam bersama keluarganya.
"Huh, kenapa. Lama sekali balasnya, apa dia akan membocorkannya, bagaimana ini?. Fina panik.
Cekrek...., Haru masuk.
" Ah...,tuan Heru sudah datang," Fina sambil buru-buru bangun menyambut Haru pulang.
"Aku mau mandi," Haru sambil berlalu melewati Fina ke. Kamar mandi, tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Jangan coba-coba mengintip ya," Haru menggoda dan menutup pintu kamar mandi.
"Memangnya siapa yang mau melihatmu mandi, kemarin saja aku tidak sengaja," Fina menggerutu kesal.
****
"Bagaimana tadi di sekolah, apa semua lancar," tanya Haru.
"Ah, iya semuanya lancar, besok pagi-pagi sekali kami harus kesekolah untuk mempersiapkan pembukaannya" jawab Fina. "bagaimana dengan tuan Haru, apa semuanya lancar?" tanya Fina.
"Hemm...," Jawab Haru.
Bisa tidak Jawabnya tidak Hemm, hemm melulu benar-benar ambigu, ketus Fina dalam hati.
"Setelah Festival akan ada orang keeumah, kamu harus ramah sama dia," kata Haru.
"Uh., siapa tuan," tanya Fina.
"Nanti kamu akan tau," jawab Haru.
"Apakah orang tua tuan yang akan datang kemari," Tanya lagi Fina.
"Orang tuaku sudan tidak ada," jawab Haru sambil melahap makanan.
Fina sangat kaget. " Ah maafkan saya tuan, saya tidak tahu," Jawab fina dengan perasaan menyesal.
"Saya kira orang tua tuan memang sedah sibuk sehingga tidak dapat menghadiri pesta pernikahan anaknya" kata Fina.
"Sudahlah tidak apa-apa lagi pula itu sudah lama, setiap orang yang hidup pada akhirnya akan mati juga, bukan?" jawab Haru sambil berdiri bersiap untuk pergi.
"Tapi saya benar-benar menyesal tuan haru, aaya benar-benar minta maaf," Fina sambil memohon dengan kedua tangannya.
"Berapa kali kamu akan minta maaf yang bukan dirimu yang salah," Tanya Haru sambil mendekatkan wajahnya ke Fina.
__ADS_1
Sebuah cimuan dikening Fina membuat Fina diam mematung.
"Tidurlah, aku harus bekerja, besok kamu harus kesekolah pagi-pagi," Haru sambil berjalan menuju tempat kerjanya. Sedangkan Fina memeperhatikan pundak Haru sampai ditutupnya pintu ruang kerjanya lalu berlalu ke kamarnya sambil cengar cengir.
"Har persiapkan keberangkatanku ke australi, secepatnya," Haru menelpon skertaris Har.
"Baik tuan muda," balas Har, kemudian Haru menutup telfon nya.
****
Sementara Fina di kamar sedang rebahan mengechat Heri yang masih belom menjawab permohonan nya
"Her..,"
"Her,"
"Heriiiii......!"
Tring..., "ah pesan masuk". Lalu Fina membukanya.
"Apa lagi, mengganggu saja," Heri membalas.
"please...,jangan katakan sesuatu tentang rahasia kami," Fina masih tetap memohon.
"Memangnya kalau aku bongkar ibumu dan adikmu tidak akan makan apa," balas Heri.
"Iya," Jawab Fina membuat Heri melotot kaget.
" Ada syarat," balas Heri.
"Apa?" tanya Fina.
"Jelaskan semuanya kepadaku," tanya Heri.
"Tapi...,"
"Aku tidak janji akan mengunci mulutku," balas lagi Heri.
"Baiklah, tapi kamu janji akan merahasiakannya," Balas Fina.
"Ya...," jawab Heri singkat.
"Benarkah, apa itu benar kamu tidak akan membocorkannya tentang hubunganku dengan tuan Haru, pada siapapun termasuk Lyla?" tanya Fina tidak percaya
Cih..., ternyata kamu memanggilnya tuan, menggelikan sekali, Heri dalam hari
"Ya...," Balas Heri lagi.
"Yeay.... Terima kasih banyak ya Her, kamu memang tan terbaikku❤️❤️," Fina membalas.
Heri tersenyum tipis karna melihat balasan Fina memakai emot love.
"bodoh...," balas lagi Heri.
Huh..., memangnya orang kaya selalu bilang bodoh ya?, tuan Haru pun selalu begitu, Fikir Fina.
"Sudahlah, sebaiknya aku istirahat, besok pagi-pagi sekali harus pergi kesekolah."
.Bersambung.....
__ADS_1