GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Fina menghilang


__ADS_3

*****.


Pagi ini semua siswa siswi kelas 1 dan 2 sudah berkumpul untuk apel pramuka sebelum dimulainya perlombaan cari jejak.


"Pagi ini setelah sarapan, kita apel pagi untuk mendengarkan sambutan-sambutan sekaligus aturan permainan yang harus di taati saat perlombaan tadi," Ucap pak wakil kepala sekolah.


"Setelah pembagian nomer peserta, dan kalian sudah mempunyai partner kita akan mulai,"


"Semua orang memilih nomer peserta dengan random jika ada yang sama, berarti kalian 1 tim dan harus menyelesaikan tiap misi di tiap pos untuk mendapatkan stempel , dan menyelesaikannya melalui jalur finish ini," begitulah kira-kira penjelasan dari wakil kepala sekolah.


" Baiklah..., kita mulai sekarang 3....2....1 Mulai...!. "


Suara peluit berbunyi menandakan permainan di mulai, para peserta mulai berjalan dan menghampiri pos demi pos mereka lalu menyelesaikan misi dan mendapatkan stempel, lanjut ke misi berikutnya, begitulah seterusnya,"


Fina sendiri berada di nomer urut 115 dan dia satu tim dengan teman Tesa sebut saja namanya Ci, karena cuman jd pemeran pembantu saja hehhe.


Ci satu tim dengan Fina dan misi demi misi mereka selesaikan dan mendapat stempel. Sementara Heri 1 tim dengan Lyla.


"Kenapa aku bisa satu tim dengan mu," ucap Lyla pada Heri.


"Memangnya ini mauku satu tim denganmu," jawab Heri. "Memang yah dunia ini begitu luasnya kenapa harus bertemu denganmu lagi," ucap Haru menggoda.


"Kamu fikir aku mau satu tim dengan orang kasar dan juga dingin sepertimu? Ih... Amit-amit," ucap Lyla.


"Cih..., kamu tidak berubah memang,"


"Memangnya apa yang berubah denganku," ucap Lyla.


"Fina sangat kesepian, dia butuh teman," Ucap Heri tiba-tiba.


"Benarkah, sepertinya dia baik-baik saja tanpa ada aku," jawab Lyla.


"Jangan jauhi dia," kata Heri sambil memberi tanda ke tiap pohon agar kelompok di belakang tidak tersesat.


"Awas tebing," Lyla memperingatkan.


"Aku tahu," Jawab Heri.


"Kamu berkata seperti itu karena kamu menyukai Fina kan, lagipula teman seperti apa yang merahasiakan sesuatu ke temannya," ucap Lyla sambil membantu Heri memberi tanda.


"Dia hanya takut, bahkan jika bukan aku sendiri yang mencari tahu tentangnya akupun akan bernasib sama sepertimu. Bagi Fina menjadi orang yang tidak terlihat adalah satu-satunya cara untuk bisa jauh dari kekacauan, dia tidak ingin terlihat itu sudah cukup menyelamatkan hidupnya" Jelas Heri.


"Jadi sebelumnya kamu juga tidak tahu tentang semua ini?" tanya Lyla.


"Hemm..., jadi kembalilah temani dia. Ini bukan tentnag aku suka atau tidak kepadanya, baginya sahabat adalah segalanya," ucap Heri membuat Lyla sebentar memberhentikan langkahnya.


*****


Hari sudah mulai sore ada sebagian anak yang sudah melewati garis Finish, sebagian murid menyusul dari belakang.


Fina masih di belakang sibuk menyelesaikan misinya dengan temannya Tesa tadi.

__ADS_1


"Sudah selesai tinggal sedikit lagi kita akan menyelesaikan misi ini, hehehe..." Kata Fina dengan muka senang. Sedangkan si Ci itu terlihat gelisah, entah apa yang membuatnya segelisah itu.


Di tengah perjalanan ci mengajak Fina ke jalur berbeda, dia meminta Fina mengantarnya karena ingin buang air kecil.


" Mau kemana Ci, kurasa tidak harus sejauh ini, kqlqu mau buang air disini saja lagi pula tidak akan ada orang yang melihat kok," ucap Fina yang terus mengikuti si Ci itu.


"Nanti sebelah sana sedikit, gak jauh kok," kata Ci ke Fina.


"Ini sudah sore, teman-teman lainnya pasti menunggu kita," kata Fina sambil mengajak Ci untuk kembali.


Setelah cukup jauh Fina berjalan sampai di jurang kecil.


"kenapa kamu mengajakku disini apa kamu mau buang air kecil disini,?" tanya Fina masih dengan polosnya.


"Maafkan aku Fin," ucap Ci.


"Huh kenapa. Meminta maaf padaku, memang apa salahmu?" tanya Fina heran.


Terdengar suara tepukam dari belakang membuay Fina kaget.


"Tesa..?" kata Fina.


"Bodoh sekali kamu mau mengikuti dia sampai kemari," Tesa sambil tertawa.


"Apa maksudmu, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Fina gugup.


"Apa kamu sama sekali tidak bisa berfikir, atau segitu poloskah kamu sampai mau di bohongi oleh dia," kata Tesa sambil mengarahkan matanya ke Ci.


"Maafkan aku Fin, aku hanya melaksanakan perintah," Ci berkata sambil menundukan kepalanya.


"Tentu saja, aku ingin kau enyah dari hadapanku dan kembalikan Haru kepadaku," ucap Tesa.


"Apa kamu yakin dia menyukaimu?" tanya Fina. Lagipula tidak mungkin tuan Haru sebodoh itu, " ucap Fina lagi membuat Tesa kesal.


" kau...! " Fina mendorong Fina ke jurang kecil itu. Lalu Fina terguling dan menahan menggunakan ranting-ranting yang ada di sekitar sisi tebing kecil itu.


*Tesa...! Apa yang kamu lakukan ini berlebihan, ayo angkat dia, " kedua temannya mengingatkan Tesa dan mencegah Tesa untukk berbuat lebih.


" Hentikan...! Tidak usah menolongnya, aku ingin tahu seberapa kuat dia, hahahhaha."


" Menyerahlah kau bodoh...! kamu tidak akan sanggup bertahan, " ucap Tesa kepada Fina.


Lalu Tesa menginjak tangan Fina hingga membuat Fina terguling diantara tebing-tebih itu jatuh ke bawah.


" Aaaaaaa.....," kedua teman Tesa menjerit tak percaya apa yang baru saja Tesa lakukan kepada Fina.


" Tesa...., apa kamu sudah gila, bagaimana ini aku tidak mau ikut campur kamu yang harus bertanggung jawab," ucap kedua teman Tesa itu.


Mereka pergi meninggalkan Fina sendiri dalam keadaan terluka di dasar jurang.


*****

__ADS_1


Semua murid sudah kumpul, tidak dengan Fina. Dia masih belum kembali. Heri mengecek semua daftar hanya Fina yang belum kembali.


" kenapa Fina belum datang?" tanya Lyla.


"Aku juga tidak tahu," Jawab Heri sambil mengecek setiap ornag dan data.


Deg..., Heri melihat nama Ci yang satu tim dengan Fina. Buru-buru Heri mencari Ci, tangannya langsung mencengkram baju Ci dan bertanya mengenai Fina.


"Dimana Fina..., katakan...!" sentak Heri.


"A...aku tidak tahu," Jawab Ci.


"Jangan bohong...!" Heri semakin kesal.


"A...aku benar-benar tidak tahu sungguh,"ucap Ci.


Heri melirik ke arah Tesa, dan Tesa mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


Lyla sama paniknya dengan Heri, tak terkecuali Rere.


" kalian semua ada yang melihat Fina? Katakan...!" ucap Rere.


" Katakan atau akan ku habisi kalian...! " sentak


Rere.


Wakil kepala sekolah menenangkan Rere yang sudah keluar emosinya, dia tahu bahwa Rere juga orang yang selalu mengawasi Fina,dia yang bertanggung jawab atas Fina. Jika terjadi apa-apa dengan Fina entah bagaimana reaksi Haru.


" Tadi saya melihat Fina berjalan ke arah yang berlawanan," seorang murid maju ke depan menjelaskan. "Tapi saya tidak tahu Fina pergi kemana," ucap murid itu.


"Lalu kenapa kau tidak menghentikannya bodoh...!" Rere sambil mencengkram baju murid itu.


"Tenanglah nona, kita akan cari sama-sama Fina, lepaskan tangan anda yah," ucap pak wakil memohon.


Lalu Rere melepaskan tangannya, dan pergi berlalu meninggalkan temoat kumpul murid.


Saat itu Heri berinisiatif untuk mencari Fina dan menyiapkan peralatan yang diperlukan.


" Kamu mau kemana? " tanya pak wakil.


" Apa kita diam saja dengan perasaan cemas menunggu polisi datang. Sementara kita tidak tahu keadaan Fina?" tegas Heri.


Lalu pak Wakil memerintahkan tim yang ada yang mempunyai alat lengkap untuk mencari Fina.


*****


Tring..., tring..., tring...., Haru mengangkat ponsel


" Apa...!" bagai disambar petir Haru mendapati kabar bahwa Fina hilang.


Sementara Fina pingsan dengan kaki yang patah, dan beberapa luka di tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung.....


Sudah


__ADS_2