GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Persiapan festival I


__ADS_3

"Hari ini adalah hari pemilihan panitia untuk festival tahunan SMA Wijaya pada tanggal 31 mei nanti. Di setiap kelas harus terdapat minimal 4 kelompok untuk mengerjakan tugas kepanitiaan termasuk mengerjakan kerajinan mendekor kelas, dan murid lainnya berbagi kelompok untuk membuat kantin kecil setiap kelas. Entah itu berupa makanan, bahan pokok, ataupun hasil karya sendiri, sebagian akan disimpan kantin juga. Disini bapak akan memilih partner yakni ibu Rere untuk mendampingi sekaligus membantu kelas kita," Haru menjelaskan pengumuman.


" Sekarang adalah tanggal 27 november, 3 hari lagi waktu kita semua mempersiapkan semuanya, ada juga tamu atau pengunjungjung dari sekolah lain, kalian bisa mengajak orang tua kalian, saudara, teman beda sekolah juga bisa, ada yang ditanyakan?... Baiklah kalau tidak ada mulai besok kita mempersiapkan semuanya dan sekarang pemilihan panitia.


"Pertama kita vote dulu pemilihan kelompok di kelas kita Heri bantu bapak, kita tulis nomer yah jika ada yang sama berarti kalian 1 kelompok, "Haru menjelaskan. Kemudian mereka memilih kertas mereka masing-masing yang di dalamnya sudah terdapat nomer urutannya.


Fina dan Lyla memang berjodoh, atau mungkin memang authornya menjodohkan terus mereka untuk selalu bersama heheheh.


Fina dan Lyla di barengi dengan 2 teman kelas lain nya. Heri tidak termasuk karena Jeri adalah ketua osis sekaliagus ketua kelas, tugasnya membantu teman-teman yang kesulitan dalam hal ini.


****


Teng...teng...,suara lonceng berbunyi menandakan jam istirahat tiba, semua murid keluar dengan tertib termasuk Fina dan Lyla.


"Fin..," panggil Haru.


"Nanti ke kantor bapak yah, ada yang mau bapak bicarakan," Perintah Haru.


"Baik pak," Jawab Fina.


"Kalau begitu kami menunggumu di tempat biasa yah, aku belikan kamu sandwich ayam."


"Baiklah terima kasih banayak," Fina sambil berlalu dan kedua temannya juga berlalu.


"lepaskan aku," Heri mengibaskan tangan yang Lyla tarik tadi. " kenapa menarikku," tanya Heri.


"Jika tidak di tarik kamu akan mengikuti Fina bodoh," Jawab Lyla.


Sementara itu Fina sudah berada diruangan Haru.


" Ada apa tuan, ma, maksud saya pak Haru memangil saya?" tanya Fina heran.


"Kamu bisa mengundang orang tuamu untuk datang ke Festival,"


"Tidak usah tuan, maksud saya pak, lagi pula dari kampung kesini sangatlah jauh hehehe," Fina menolak.


"Begitu....," jawab Haru.


"Iya, lagi pula saya bisa menyuruh kakak datang kemari,"


"Baiklah, kalau itu maumu, pergilah."

__ADS_1


Fina masih diam membeku.


"Ada yang ingin kamu bicarakan lagi, bicaralah," Haru.


Kalau disekolah, dinginnya udah kaya di kutub saja, kesal Fina dalam hati.


"Hmm, sebenarnya saya ingin menanyakan siapa wa...," belum selesai Fina menyesaikan kalimatnya Rere datang dengan tiba-tiba.


" Sayang....!, sekarang istirahat ayo kita makan dulu, perutku sudah lapar," sambil memeluk Haru dan melirik ke arah Fina.


Fina langsung tertunduk," kalau begitu saya permisi pak, " Fina pergi keluar dari ruangan itu dengan sedikit berlari.


"Berhenti menggodanya," tegas Haru.


"Hehehehe, tidak apa-apa kan, aku ingin tau seberapa cemburu dia, lagipula sepertinya dia tidak merasa keberatan dengan kehadiranku, atau dia tidak menyukaimu. Hmm, bagaimana bisa seorang wanita tidak tertarik dengan ketampanan mu apalagi kamu adalah orang penting dan disegani, baik formal ataupun non formal."


"Heh.., siapa yang kamu bilang tidak menyukaiku," Haru dengan senyum sinisnya.


"Jangan tersenyum seperti itu, aku langsung merinding seperti ingin membunuhku saja, ayo kita pergi makan aku sudah lapar," ajak Rere.


*****


"Fin...! Sini sini," Lyla memanggil. "Ini makananmu."


"Apa yang kamu bicarakan dengan pak Haru, kenapa lama sekali," tanya Heri.


"Oh, tadi aku ditanya pak Haru untuk mengundang ibuku," jelas Fina.


"Wah, iya benar, ajak ibumu untuk datang kesini Fin, aku juga ingin liat ibu kamu secantik apa, kenapa bisa melahirkan anak seperti dirimu iyakan Her," Lyla melirikmembuat Heri terkejut.


"ehem, ehem," Heri tersedak makanannya.


"Tapi ibu Rere dan Pak Haru itu sangat cocok yah, yang satu cantik yang satu tampan nya no debat," jelas Lyla. "Aku dengar mereka katanya pacaran yah, menjalin hubungan yang serius sampai tidak ada yang bisa memisahkan me..." Belum menyelesaikan kalimatnya Heri membekap mulut Lyla untuk berhenti bicara.


Benar, dan sekarang mereka pasti sedang makan berdua di kantin, dalam hati Fani lalu mengehla nafas.


*****


" Benar juga, aku disini hanya sebagai orang ketiga yang tidak diinginkan, berada di tengah-tengah menjadi penghalang cinta mereka, lalu kenapa kamu masih mempertahankanku tuan Haru," Gumam Fina di atas sofa.


Tring..., Fina membuka pesan. "Fin, kakak ingin menemuimu". Fina menutup ponselnya dan tidak membalas kakaknya.

__ADS_1


Tring...tring...tring...,Fina mengangkat telpon karena berisik.


"Ada apa kak..! aku tidak bisa bertemu, aku juga tidak punya uang, kaka cari uang sendiri saja dan keluarkan aku dari sini..!" lalu Fina melemparkan ponselnya ke sisi tempat tidur hampir terjatuh


*****.


"Uh, sudah malam ternyata jam berapa ini? Aku ketiduran. Ah jam 8 malam, apa tuan Haru sudah pulang," Fina bangun dari tidurnya lalu bersiap-siap untuk mandi, saat Fina membuka pintu kamar mandi, dia melihat Haru dari belakang sedang bertelanjang membersihkan badannya menggunakan shower.


" Aaaaaaaaaa....! "Fina berteriak Haru tersentak kaget dan Fina menutup mukanya dan berlari keluar, "


" A, apa itu tadi... Ya ampun, apa yang aku lakukan, barusan apa itu, bagaimana bisa," Fina memegang dadanya sampai ngos ngosan kaget. " ja, jantungku bagaimana ini jantungku," Fina memastikan jantungnya masih berdetak. Lalu dia mengambil nafas panjang-panjang.


" Ada apa nona, mohon maaf kenapa anda berteriak 2 pelayan masuk memakai kunci duplikat,"


"Hmm, ah, tidak ada, tidak ada apa-apa, tadi aku melihat cicak jadi aku kaget," Fina menjelaskan tapi tetap dengan ngos-ngosann.


"Apa nona yakin?" tanya kedua pelayan itu tidak percaya.


"Keluarlah kalian...! lain kali jika aku ada disini, kalian mendengar jeritan nona jangan dibuka, " perintah Haru kepada kedua pelayan itu.


"Baik tuan maaf, kami permisi," pelayan itu keluar dan menutup kembali kamar tuannya itu.


Haru menghampiri Fina, "Bagus, kamu sudah mulai berani mengintip dasar gadis mesum, aku tidak percaya kalau kamu masih gadis setelah kejadian barusan," Haru sambil menyibakan kaos Fina.


Fina buru-buru menutup kembali bajunya. "Bu, bukan begitu tuan saya tidak bermaksud untuk mengintip, tadi saya juga mau mandi dan tidak tau ada tuan sedang mandi," jelas Fina.


" o ya, kenapa aku tidak percaya dengan bualanmu ya," Haru berusaha menyingkap baju Fina tapi tidak bisa karena Fina menahannya.


" maafkan saya, sungguh saya tidak tau, " tangan Fina memohon agar Haru memaafkannya.


" Mudah sekali kamu minta maaf setelah menodai tubuhku dengan mata mesumu itu, "Haru tetap tidak mau kalah terus mendekati Fina sampai Fina mundur terus untuk menghindari Haru, akhirnya Fina terdesak. Juga di tembok.


" Ah lihat ada kapal alien disana wah....," Fina sambil. Menuduhkan jari telunjuk ke arah jendela, dan Harupun menengok, Fina buru-buru kabur lari ke kamar mandi dan mengunci nya.


" Hey buka, berani sekali membohongiku," Haru sambil sedikit tersenyum.


"Maafkan saya tuan sungguh saya tidak tau," Fina tetap memohon dari kamar mandi.


Haru pergi meninggalkan kamarnya untuk pergi ke ruang kerjanya.


"Ah dia sudah pergi, huh...apa itu tadi, apa itu bisa dijadikan anugrah atau sial," Fina tetap kekeh dengan pertanyaan atas apa yang baru saja terjadi sambil cengar cengir.

__ADS_1


"Bodoh, kenapa aku jadi mesum begini" sambil memukul kepalanya. " sebaiknya aku pergi mandi dan buru-buru tidur supaya dia tidak mendesakku lagi. Yah, begitu saja untuk menghindarinya dan paginya aku harus pagi-pagi sekali ke sekolah. Lalu Fina mandi sedang Haru sibuk dengan segala kerjaannya di ruang kerja.


Bersambung....


__ADS_2