GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Dikerjai Haru


__ADS_3

****


"huh...? dimana pak Haru," mata Fina berkeliling di sekitar kamar hotel.


"Tok...tok...tok...," seorang wanita masuk ke kamar sambil membawakan sarapan.


"Selamat pagi nona, ini sarapan pagi anda, seorang wanita menyimpan makanan nya di meja.


" Nona, Tuan muda Haru memerintahkan saya memberi ini kepada nona," sebuah kertas kecil diserahkan kepada Fina.


"jam 07:00 pagi harus sudah di sekolah, jika tidak ada hukuman manis yang akan kamu terima..!" Fina kaget, segera melihat jam di meja, di sisi kasur tempat ia tidur.


Waktu menunjukan jam 06:35 artinya 25 menit lagi dia harus berada di sekolah. Fina langsung melempar selimutnya ke lantai, dan berlari ke kamar mandi membersihkan diri.


"Aah...! dasar jahat, kenapa dia meninggalkanku sendiri, tidak membangunkanku." Fina menggerutu kesal,sampai dia tidak sempat sarapan. Entah darimana dan kapan tiba-tiba saja seragam SMA dan tas sekolahnya sudah ada dikasur, lalu Fina memakainya dan langsung cabut keluar hotel.


Tiba di depan hotel ada sekertaris Har disana, dia menunggu Fina dan mempersilahkannya masuk ke mobil, untuk berangkat ke sekolah.


"Selamat pagi nona," sapa Har.


"Tidak usah, saya berangkat sendiri saja jalan kaki," jawab Fina.


"Jika nona berangkat ke sekolah jalan kaki akan membutuhkan waktu 45 menit 12 detik, dan jika sampai terlambat tuan akan... ," jawab Har dengan senyum kecil.


"Ada apa dengan senyum menakutkan mu sekertaris Har,membuatku takut."


Aku tidak membawa uang sama sekali karna semua dompetku berada di rumah utama, tidak ada pilihan lain selain diantar, tapi aku tidak mau sampai teman sekolahku heboh karna aku diantar pakai mobil. Fikir Fina


" Baiklah, tapi anda cukup mengantarkan saya sampai belokan sekolah saja, jangan sampai di depan gerbang sekolah" tegas Fina.


"Baik nona"


****


Fina berlari menyusuri koridor sekolah, menaiki tangga, dan akhirnya sampai di kelasnya.

__ADS_1


"Akhirnya sampai juga," Fina duduk di bangkunya dengan nafas yang ngos ngosan, sampai tidak menyapa Lyla temannya yang berada di depan bangkunya.


"Hey Fin, kamu ini hampir terlambat tau 5 detik lagi" Lyla sambil menunjukan jam tangannya.


"Aku tau, tapi untungnya tidak kan" jawab Fina.


"Memangnya kamu semalam dari mana sampai kesiangan," Tanya lyla lagi.


" Aku tidak bisa tidur semalaman, gara-gara manusia kejam...!" sambil menggebrak bangkunya Fina menjawab, hingga sebagian temannya melirik ke arahnya.


"Sssttt... Jangan berisik!" Lyla mengingatkan. "Memangnya kamu berurusan dengan siapa? apa kamu di ganggu preman saat pulang kerja? Lyla bertanya.


Tidak perduli lonceng sekolah berbunyi, mereka masih sibuk dengan yang dibahas mereka. Lyla sudah tau kalau Fina part time tiap pulang sekolah, karna sudah 3 bulan lamanya mereka bersekolah. Jadi Fina berani bercerita hanya kepada Lyla.


Belum selesai melanjutkan ceritanya, pintu kelas bergeser terbuka.


"Srett...! Selamat pagi," Sapa Haru, dengan senyum tampan nya tanpa merasa berdosa telah mengerjai Fina. Lalu semua murid membalas salam pagi gurunya itu.


"Dasar tidak punya hati, mengerjai orang seenaknya, kalau aku tidak takut karna ancamanmu, sudah ku maki-maki kau saat ini..! mana perutku lapar lagi, karna tadi tidak sempat sarapan, hiks." Fina bergumam kecil sambil mengusap - usap perutnya.


Kaum hawa yang ada dikelas, selalu saling berbisik satu sama lainnya, apa lagi kalau bukan tentang ketampanan pak Haru yang mereka puja-puja.


"Kalian tidak tau saja kejamnya seperti apa, yang kalian anggap pangeran tampan sifat aslinya seperti iblis, tidak punya perasaan, dingin.


Haru melirik ke arah Fina, lalu melanjutkan pelajarannya.


" Baiklah jam pelajaran selesai, hari ini tidak ada tugas, kalian bisa mempersiapkan pelajaran berikutnya dan Fina tolong ke kantor bapak sekarang."


" Bawakan buku paket bapak ya" Lalu Haru pamit keluar.


"Kenapa si miskin ini harus jadi sekertaris kelas sih, menyebalkan sekali mendengar pak Haru menyuruhnya ke kantor terus", bisik kaum hawa yang ada di kelas.


"Aku bisa mendengar kalian berbisik bodoh..! kalau bukan karna tugas sekertaris, aku juga nggak mau menemui orang jahat itu." gerutu Fina dalam hati, lalu pergi berlalu.


****

__ADS_1


"Tok...tok...tok, boleh saya masuk" Fina meminta ijin masuk.


"Masuklah," balas Haru.


Lalu Fina masuk dan mendapati Haru duduk di kursinya, tanpa kacamata melihat ke arahnya.


kenapa kacamatanya dibuka, bisa gawat kalau murid lainnya melihatmu tanpa kacamata, mereka bisa mati di tempat. Sementara itu Fina sibuk dengan Fikirannya, Haru mendekat dan menutup pintu membuat Fina tersadar.


"Apa yang sedang kamu Fikirkan gadis mesum," Haru mengambil buku paket tadi dari Fina dan menyimpannya di meja.


"makanlah...! Sambil menunjuk makanan yg ada dimeja.


"Bagaimana bisa tuan tau bahwa saya belum sarapan?" tanya Fina.


" Kenapa kamu diam saja, makanlah..!"


Bagaimana aku bisa makan, jika kau melihatku seperti itu, bukannya ingin makan malah gerogi yang ada karna dilihatk kan. Gumam Fina.


"Makan atau kamu tidak akan bisa pergi dari sini...! Tegas Haru.


" Baik...!" jawab Fina dan buru-buru makan.


Di tiap suapan, rasanya sedang berada di ujian nasional, sendiri di kelas dan di jaga ketat oleh 3 orang penjaga di tiap sisi, sampai tidak bisa menulis jawaban. Kira-kira seperti itulah perasaan Fina saat ini


"Rrrrr...rrrr...!" telfon bergetar, Haru melihat siapa yang menelfon, lalu berlalu keluar meninggalkan Fani diruangan.Cukup lama Haru diluar, lalu kembali.


"Kembali ke kelas" Perintah Haru.


"Tapi aku belum selesai mema..." belum selesai Fina menyelesaikan kalimatnya Haru menyela.


"Kubilang pergi...!" sentak Haru, sampai membuat Fina bangun dan meninggalkan Haru tanpa kata karna takut.


"Cih..." bukannya dia sendiri yang menyuruhku makan, tapi tiba-tiba saja menyuruhku keluar dasar aneh." Sebenarnya siapa yang menelfonnya, tadi wajahnya langsung berbeda jadi menakutkan. Padahal perutku masih lapar hiks, Gumam Fina sambil kembali ke Kelas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2