GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
menginap di kost an Rian dan Fina


__ADS_3

***


Rian dan Lyla pamit untuk pulang, Karena sudah terlalu larut malam. Mereka keasyikan mengobrol dan main di kost nya Fina beberapa kali saja salah satu diantara mereka keluar untuk sekedar membeli makanan, itupun di wakilkan Heri atau Rian. Memang hari ini Fina tidak masuk kerja dahulu, karena sebelumnya pak Toni menelpon Fina menanyakan alasan Fina kenapa kemarin tidak masuk. Karena hari ini di toko roti pak Toni cukup ramai pengunjung. Setelah pak Toni tahu alasan Fina, pak Toni pun memberikan keringanan kepada Fina untuk menambah satu hari saja untuk bisa beristirahat,untuk bisa memulihkan seluruh tenaga nya. Karena itulah sekarang Fina biaa bercengkrama dengan teman-temannya tanpa rasa khawatir tak bekerja dan khawatir pak Toni akan memarahinya atau memberinya peringatan.


"Kenapa tidak menginap saja disini? Tawar Fina kepada temannya.


"Memangnya kalau aku tidur disini satu ruangan denganmu tidak apa-apa?" celetuk Heri.


"Bukk..! Enak aja memangnya siapa yang menawarimu nginep disini, tidur-tidur lagi berduaan dalam satu ruangan, gila apa kamu." Balas Lyla yang sedikit kesal dan menamparkan tangannya ke kepala Heri. Memang bagaimanapun juga Lyla masih punya perasaan terhadap Heri, walaupun Lyla bisa menerima kenyataan bahwa Heri menyukai Fina, hatinya masih diselimuti perasaan berbunga-bunga saat di dekat Heri.


"Aduh sakit...! sudah gila apa kamu, enak aja main keplak kepalaku." Ucap Heri yang sedikit emosi dengan perlakuan Lyla kepadanya.


"Kalaupun Fina menyuruh nginep kamu, lebih baik aku duluan yang nginep di kost an nya karena kita bertetanggaan, iya gak Fin?" Celetuk Rian yang tidak mau kalah dengan Heri.


Fina hanya tertawa kecil dalam Fikirnya " Ternyata sebahagia ini mempunyai teman yang care, terima kasih banyak untuk kalian sudah mau mengakui keberadaanku yang hanya sebatas orang jauh di bawah kalian" gumam Fina.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu kamu menginap di kost nya Rian saja," Belum sempat menyelesaikan kalimat Rian dan Heri menjawab " Gak mau!" jawab kompak mereka dengan tatapan jijik karena harus satu ruangan dengan satu sama lain.


"Kalian kan juga teman, aku dengan Lyla disini," jelas Fina.


"Aku bukan homo, aku masih normal mana bisa tidur dengan seorang laki-laki berada disampingku sepanjang malam," Heri menggridikkan badannya tanda jijik.


"Memangnya siapa juga yang ingin tidur dengan kau," balas Heri.


"Sudah-sudah jangan berantem, kalian berdua di sebelah dan aku disini bersama Fina, titik." ucap Lyla tegas. Lalu Heri dan Rian pun mengangguk walau sebenarnya dalam hati mereka tidak ingin.


***


"Ah..." Heri menjatuhkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran hanya 160x200. Untuk ukuran mereka tentu saja tidur di satu kasur saja tidak akan cukup dan tidak membuat mereka puas. Seperti halnya Heri yang selalu tidur dengan tempat tidur yang empuk dan juga besar hanya seorang diri tentu tidak akan terbiasa dengan tempat tidur yang ukurannya bisa menjadi 3x ukuran tempat tidur yang ada dirumah Heri.


"Enak sekali tidur disana, nih tidur disini !" Rian mengamparkan karpet di bawah kasur kemudian di alasi selimut bedcover yang cukup tebal. Setelah selesai membereskan dan menepuk-nepuk bantal, Rian pun berdiri dan menyuruh Heri untuk pindah ke bawah tempat tidur nya. Tentu Heri menolaknya mentah-mentah.

__ADS_1


Mereka sempet sedikit berseturu, Fina dan Lyla mendengar mereka yang selalu berseteru menikmati perseteruan mereka. Sampai akhirnya suasana di kost an Rian sudah mulai hening.


"Mereka itu seperti kucing dan tikus!" ucap Lyla yang membaringkan juga tubuhnya di tempat tidur Fina. Mereka berdua tidur di satu kasur, karena Lyla tidak tega kalau Fina harus tidur di bawah. Walau awalnya Fina menolak karena Fina tahu kamar Lyla sangatlah besar dan dengan kamar mandinya saja lebih besar kamar mandi Lyla. Tapi, Lyla tidak keberatan saat harus tidur satu kasur dengan Fina Karena dia tahu kalau Fina kan sedang sakit, mana mungkin dia tega membiarkan sahabatnya itu kedinginan tdiur yang hanya beralaskan karpet kecil.


"Aku tahu kamu belum tidur," kata Heri tiba-tiba kepada Rian. Karena pada akhir perseteruan merekapun akhirnya tidur di satu kasur.


"Sebenarnya,kenapa kau kemari sampai berpura-pura pada wanita itu?" kata Heri lagi. Mereka tidur dengan saling memunggungi. Rian masih tetap asyik dengan kepura-puraan tidurnya.


"Padahal lelaki itu bisa melakukannya sendiri, kenapa harus menyuruhmu," Heri membalikkan tubuhnya kini dengan posisi terlentang dan kedua tangannya di lipat di belakang kepalanya. Heri mendelik ke arah Rian sebentar lalu melihat ke langit-langit.


"Itu bukan urusanmu, kau cukup diam dan perhatikan saja apa yang akan terjadi," jawab Rian dengan nada dinginnya.


Heri tidak merasa heran dengan nada dingin yang Rian tunjukkan kepadanya karena dia tahu inilah sifat asli Rian yang sesungguhnya, tidak sama dengan yang selama ini dia tunjukkan di depan Fina dan Lyla. Bahkan pernah suatu waktu Heri mendapati adik kelas dan murid-murid wanita lain menembak Rian dengan memberikan sepucuk surat dan sebuah coklat,permen,kue dan lainnya disimpan di lokernya. Tapi tak ia baca,jangankan membaca meliriknya saja tidak. Ia langsung membuang nya ke tempat sampah,anehnya tingkah lakunya itu terhadap pemberian para murid lain kepadanya tidak sama sekali menyurutkan niat mereka.


Bahkan pernah Heri memergoki seorang adik kelas mengajak ketemu di belakang sekolah hanya unuk mengungkapkan isi hatinya kepada Rian. Tapi jawaban Rian diluar ekspetasi adik kelas itu. Rian menolaknya dengan mentah tanpa mendengarkan terlebih dahulu ungkapan si adik kelas kepada nya. Sampai terdengar 2 hari kemudian adik kelas itu pindah sekolah dengan tanpa alasan. Heri pun tidak ingin banyak berdebat ia langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Rian dna mencoba untuk memejamkan mata, karena dirasa Rian pun sudah tertidur karena nafasnya terdengar sangat teratur.

__ADS_1


"Jangan pernah bermimpi kau bisa mendapatkannya, sebelum kau bisa melangkahi mayatku dan dia," Rian berkata memecah keheningan. Heri tidak sedikitpun menjawab peringatan dari Rian, tapi seketika matanya terbuka lebar. Entah kenapa kata Rian membuatnya tersentak dan perasaan Heri menjadi tegang dan terancam. Sedangkan Fina dan Lyla sudah terlelap sedari tadi.


Bersambung...


__ADS_2