
Pagi tiba, Fina melihat Haru sedang bersiap-siap.
"Dia sedang memakai kemejanya, punggungnya begitu lebar, tak heran wanita itu menangis di pelukan tuan Haru," Fina buru-buru menggelengkan kepalanya karna teringat dengan wanita yang di peluk Haru kemarin.
"Uh..., apa itu di tangan kiri bagian atasnya? apa itu tato" Fina memperhatikan tato di punggung Haru, seperti tato bergambarkan api berwarna hitam.
"Aku tau kamu sudah bangun dasar gadis mesum," Tiba-tiba Haru sudah ada di dekat Fina menyibakan selimut, sehingga seluruh tubuh Fina terlihat, membuat Fina tersentak.
"Apa yang kamu lihat hah, dasar mesum...!" Haru menggoda.
"Saya baru bangun tuan jadi saya tidak tau tuan tadi sedang memakai kemeja," jawab Fina dengan polosnya.
"Cih, dasar mesum, jelas-jelas kamu sendiri yang mengatakan melihatku memakai kemeja" Haru sambil keluar.
"Ah kenapa bisa ngomong begitu dasar Fina bodoh," sambil memukul kepalanya.
****
Diluar sudah ada sekertaris Har menunggu Fina. Membawa sesuatu.
"Selamat pagi nona," Har menyapa.
"Selamat pagi sekertaris Har, apa itu sepeda," tanya Fina.
"Saya membeli sepeda atas perintah tuan Haru, untuk nona gunakan kesekolah"
"Kenapa harus membeli, dirumah saya ada sepeda."
"Tuan muda tidak mau sepeda nona yang lama, dia ingin nona memakai sepeda yang baru," sekertaris Har menjelaskan.
__ADS_1
Ya ya ya orang kaya memang bisa berbuat seenaknya, Fina dalam hati.
"Terima kasih banyak, tapi dimana tuan Haru," tanya Fina.
"Tuan Haru sudah berangkat duluan nona, saya disini hanya ingin memberikan sepeda ini kepada nona atas perintah tuan muda," jelasnya Har.
"Oh iya, terima kasih banyak, kalau begitu saya akan pergi kesekolah sekarang" Fina naik ke sepeda lalu menggoes meninggalkan Haries.
Disepanjang jalan Fina berfikir "kenapa membawa mobil sendiri tapi tidak membawaku, apa karna aku tidak membantunya mengeringkan rambutnya" gerutu Fina sambil menggoes sepedanya.
"Tapi, tadi aku melihat tato di bahu belakangnya apa itu sudah lama, kalau benar kenapa selama ini aku tidak pernah melihatnya. Benar juga selama ini aku tidak pernah melihat dia bertelanjang dada, hanya dengan melihat dia memakai handuk piyama memperlihatkan sebagian dadanya saja rasanya jantungku mau loncat. Fina sibuk dengan fikiran selayaknya anak muda yang sedang puber hingga tidak sadar dia sudah sampai sekolah.
"Wah, anak miskin memakai sepeda ke sekolah elit ini, memalukan..! Menjatuhkan harga diri sekolah saja" anak disekolah mengolok-oloknya, tapi memang Fina orang yang acuh dan tidak perduli dengan jahilan teman-temannya.
Sampai dikelas Lyla menyapa Fina dan mereka berpelukan. "Aku kangen sekali padamu Fin, kenapa matamu, apa kamu tidak tidur semalaman," tanya Lyla.
"Iya semalaman aku tidak bisa tidur gara-gara kakak bodohku itu," Jawab Fina berbohong.
"Tidak, aku tidak menangis," jawab Fina tegang.
"Hmm, begitu...," Jawab Heri sambil mendekati wajah nya ke Fina, lalu pergi ke bangkunya sendiri.
"Apa-apaan kau ini Heri, jelas-jelas Fina mengatakan tidak tidur," sentak Lyla.
*****
Waktu jam istirahat Fina menunggu Lyla membawa makanan di sebuah taman di belakang sekolah.
"Siapa wanita yang kemarin tuan Haru peluk yah, aku jadi penasaran, tidak ingin mengingatnya tapi penasaran juga sih," Sambil duduk mengarah ke belakang gedung sekolah.
__ADS_1
Mata Fina terkejut melotot melihat wanita kemarin di taman. Fina mengikuti wanita itu dari belakang dan dia menuju kantor Haru.
Pintu kantor Haru terbuka, tiba-tiba wanita itu menghampiri Haru lalu memeluk dan menciumnya.
"Deg..! ap, apa yang dia lakukan" Fina terkejut bukan main.
"Haru, tidakkah kamu kangen denganku kekasihmu yang baru kembali dari Amerika setelah 2 tahun," Gadis itu sambil memeluk Haru manja, dan Haru tidak melawan.
Fina melangkah mundur, baru 3 langkah Fina mundur. " Bruk...!" Fina menabrak Heri temannya.
"Apa kamu tidak bisa jalan dengan benar, bagaimana jika kamu jatuh, " Heri memarahi Fina.
"Uh..., Pak Haru, bisakah kalian menutup pintu, benar-benar tidak sopan" Heri memperingatkan.
Haru fokus melihat Fina karna dia tidak tahu kalau Fina berada disana. Tak lama Fina lari tanpa berfikir panjang, lalu Heri lari mengejar Fina.
"Apa itu tadi, kenapa wanita itu disini, apa yang baru dia katakan tadi, kekasih?" berbagai pertanyaan menghampiri otak Fina. Sampai dia berada di atap sekolah sendiri, dan entah mengapa air matanya jatuh tanpa bisa di tahan, Heri yang melihat Fina menangis hanya terdiam di belakang Fina sambil mengepalkan tangannya.
*****
" Tok tok tok, nona, tuan menyampaikan pesan untuk nona, supaya nona tidak menunggu tuan muda pulang, tuan muda ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan" Jelas pelayan itu sambil permisi pamit.
"Ah aku tau kau tidak akan pulang. Ada urusan? Tentu saja urusanmu dengan wanita tadi kan?, sepertinya memang benar kalau kau menikahiku hanya karna kakaku punya hutang lalu menjualku kepadamu, tentu sangat lancang jika aku berfikir karna kau mencintaiku," Fina sambil mendekap dua lututnya.
Sementara, Haru berada di hotel tempatnya dulu menginap bersama Fina.
" Tuan, ada telfon, " Har memberitahu Haru sambil menyerahkan Ponsel milik Haru.
" Haru, kenapa kamu tidak mengangkat telfon dariku dari tadi, aku butuh penjelasan dan kenapa tadi di kantor kamu mengejar gadis tadi, apa hubunganmu dengannya? halo halo, tut tut tut.. "Haru menutup telfonnya.
__ADS_1
Ternyata saat kejadian tadi Haru juga mengejar Fani, tapi dia tidak berani mendekati Fani karena disana ada Heri.
Bersambung....