GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
pov Rian II


__ADS_3

"Sepertinya paman sangat mencintainya," Seraya meneguk kopi yang telah di antarkan pelayan cafe itu aku bertanya sambil menatap tajam ke arah paman kesayangannya itu.


"Hmm..., dia adalah orang terpenting kedua setelah ibuku." Ungkap Haru lalu menebar senyum tulusnya ketika mengatakan hal itu.


Aku menyimpan kopi yang sempat ia minum tadi dan menatap tajam ke arah Haru. Baru kali ini dia melihat lagi senyum tulus dari pamannya ini, semenjak mendapatkan kabar tentang meninggalnya kedua orang tuanya. Haru tidak pernah lagi tersenyum bahagia, tatapan matanya seketika itu juga menjadi dingin. Sikap terhadap siapapun yang ia temui tak pernah lagi ada rasa ampun, naluri menghancurkannya lebih jahat dari siapapun yang ada di semua keluarga widjaya. Hanya ibunya seorang yang dapat mengendalikan Haru, tak heran karena ibunya begitu menyayangi Haru melebihi rasa sayangnya kepada dirinya sendiri. Karena itulah Harupun menyayangi ibunya melebihi nyawanya sendiri.


" Lalu, jika paman sangat mencintainya,kenapa tidak mempertahankannya,kenapa paman membiarkan gadis itu pergi," Tanyaku heran.


"Aku tidak tahu, aku bahkan tidak bisa mengontrol emosiku di hadapannya. Padahal aku benar-benar tidak ingin kehilangannya, tapi akupun tidak ingin memaksanya untuk terus bersamaku. Terlebih pamanku menjodohkanku dengan perempuan binal itu! aku harus mengumpulkan semua bukti yang ada agar ayah dari pelacur itu tidak bisa berkutik." ungkap Haru.


"Aku mendengar tentang perjodohan itu," aku terdiam sejenak. "Dulu apapun yang paman mau harus bisa paman dapatkan bagaimanapun caranya, bahkan nyawa jadi taruhanpun paman tidak peduli. Tapi sekarang hanya karena perempuan biasa paman rela mengalah,menarik sekali jadi ingin tahu bagaimana orang yang bernama Fina itu sampai dapat meluluhkan hati pamanku dan yang terpenting posisiku sebagai keponakan kesayangan bisa wanita ini rebut," aku tersenyum kecut.


***


Aku sampai dibandara pada jam 5 dini hari,ia tidak mau berlama-lama langsung mengatakan bahwa ia ingin ke sekolah langsung.


"Sekertaris Har, membawaku ke sekolah. Jangan lupa juga carikan aku sebuah kost an kecil di posisi orang-orang menegah kebawah." perintah Rian kepada sekertaris Har.


"Baik tuan," Har meng iyakan permintaan ku. Biarpun Haru menyuruhku untuk tinggal di rumah besar, tapi aku tetap tidak mau, aku tidak ingin kalau orang-orang tahu tentang posisiku dengan Haru sebagai paman dan keponakan.

__ADS_1


****


Aku berjalan di koridor sekolah menuju kelas tujuanku. Sebelumnya guru wali kelas ini sudah di kasih arahan oleh paman agar pura-pura tidak tahu.


"Duduk dan jangan berisik...!" ucap guru sejarah.


"Ayo, perkenalkan diri" Akupun mengangguk dan langsung memposisikan diri didepan.


"Selamat siang, namaku adalah Rian pamungkas, panggil saja dengan nama Rian atau terserah kalian, aku pindahan dari sekolah London, mohon kerjasamanya," Para siswi saling berbisik setelah melihat ketampanan siswa baru ini.


"Baiklah Rian, pilih tempat duduk mu," ucap guru. Lalu akupun lebih memilih bangkunya yang kosong tepat dibelakang Fina.


"Salam kenal,"aku ikut tersenyum ke arah Fina di balas senyum oleh Fina.


"Jadi dia yang bernama Fina, kulihat gadis itu dari kaki sampai atas. Awalnya aku kaget kenapa bisa paman Haru bisa menyukai nya. Baiklah aku akan menunggunya sampai saat paman Haru pergi kembali ke luar negeri untuk melakukan misinya,"


***


Aku berjalan menuju tempat parkir ku, aku mencari sekertaris Har untuk menjemputku. Tentu saja tidak bisa, sekertaris Har akan menjemput perempuan yang bernama Fina itu.

__ADS_1


"Eh, Fina..." Aku menghentikan langkahku dan mendengarkan apa yang ia bicarakan dengan temannya itu.


"Bagaimana bisa mereka melakukan hal itu, Heri siapa lelaki yang berani menyentuh wanita pamanku". Ku dengar Fina dengan temannya sedang membicarakan kejadian saat ia menginap di rumah teman yang bernama Lyla itu.


Sampai akhirnya aku menyapanya, lalu Fina pun kaget dengan kedatanganku. Rasanya ingin aku mengancamnya,tapi tidak bisa.


***


"Ku dengar paman ditinggal pergi oleh Fina," tanyaku pada paman Haru.


"Iya, biarkan dia pergi sementara. Aku memintamu untuk menjaganya, aku akan menyelesaikan urusan selama di luar negeri. Jaga dia, biarkan kau antar makanana atau menyuruh siapapun untuk mengantarkan makana tempat kost nya Fina. Jaga dila selama aku tidak ada,jangan biarkan orang lain menyentuh atau bahkan mencoba menyakitinya."


Begitulah kira-kira pesan yang paman Haru sampaikan untukku. Dia memintaku menjaganya seperti aku menjaga seorang anak, heh lucu sekali rasanya ingin muntah. Tapi memang benar, apakah cinta bisa membuat sifat seseorang yang begitu beku bisa mencair, sifat yang begitu kejam bisa menjadi hangat.


***


Sampai saat ini tiba aku baru paham. Misiku sudah selesai dan aku harus pergi kembali kepada ibuku. Aku pun berpamitan dengan paman Haru dan Fina.


Terima kasih atas semuanya,terima kasih atas persahabatan ini. Terima kasih atas pengalaman ini, mah aku kembali,kini paman Haru baik-baik saja bersama orang yang ia cintai.

__ADS_1


jangan lupa novel yang akan rilis berjudul "Honey dan anak kiyai" gak kalah seru novel bergenrekan romansa modern, yuk mampir jangan lupa dukung yah. salam hangat dan manisku untuk kalian yang sudah mampir❤️


~SELESAI~


__ADS_2