GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Hotel bintang 4


__ADS_3

"Ayo pergi," Haru memegang tangan Fina tapi di tepiskan oleh Fina di depan Lyla.


Jam pulang sekolah membuat para murid SMA Wijaya pulang dengan tertib. Kini tersisa Fina, Lyla dan Haru. Heri seperti biasa membereskan dan memeriksa dahulu kelas takut ada barang salah satu murid yang ketinggalan.


Tepisan Fina membuat Haru mengerenyitkan dahinya. Fina yang setengah takut dengan penolakkannya terhadap Haru hanya bisa menundukkan kepala.


"Fina...," ucap Haru dengan nada kesalnya.


"A...aku akan belajar dengan Lyla saja,"


"Dimana?"


"Lyla mengajakku kerumahnya sekarang untuk belajar dan dia juga mrngajakku menginap," ucap Fina. Haru mendengar jawaban dari Fina melirik ke arah Lyla.


"Benarkah?" tanya Haru.


"Ah i...iya pak Haru, saya mengajaknya main kerumahku. Disana ada guru les saya," Jawab Lyla ngarang karena tahu Fina berada di posisi yang sulit.


"Hmm...,baiklah" Haru pergi berlalu tanpa pamit dahulu kepada Fina.


Fina tahu kalau Haru marah. Tapi bagaimanapun juga dia tidak bisa menyembunyikan perasaan kesal nya sendiri kepada Haru.


"Ayo Fin," ucap Lyla saat mobil Lyla sudah terparkir di depan gerbang.


"Aku mau pulang saja, aku pulang sendiri saja Lyla" jawab Fina.


"Ehh, bukannya tadi kamu bilang mau maen kerumahku?" tanya Lyla... "Banyak pekerjaan dirumah Lyla, jadi aku pulang dulu..


" Lalu kenapa tidak bareng pak Haru aja barusan"


Fina hanya terdiam membisu, Lyla tidak tahu kalau sekarang Fina dan Haru pisah rumah.


Lyla kemudian pamit pulang dahulu.


Apa aku ini picik? Siapa aku yang berani marah kepada Haru, ucap Fina dalam hati.


Klakson mobil berbunyi 2x di sisi jalan menuju kontrakan kakaknya Fina.


"Fin, sepertinya tuan Haru datang. Kamu keluar dan sambut dulu tuan Haru," kakaknya sembari mengetuk pintu kamar Fina.


"kakak saja yang menemuinya, tolong kasih tahu aku sedang ingin tiduran saja," Fina memerintah kakaknya dari balik pintu kamar.


"Mana aku berani, kamu saja yang nemui. Kamu tahu tuan muda Haru seperti apa, aku tidak mau kena ancamannya lagi, sudah cukup saat aku meminta uang kepadanya," ucap kakak Herman.

__ADS_1


Tidak ada suara sahutan dari Fina. Ponsel Fina pun berbunyi beberapa kali. Sudah dipastikan itu adah Haru atau Har kaki tangannya Haru. Ponsel Fina beberapa kali berbunyi. Sampai suara Klakson dan deringan ponselpun tidak terdengar lagi. Fina membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya kini tinggal setengah tubuhnya yang tertutup. Di lihatnya ponsel ada 13 panggilan dan 2 pesan tentu dari Haru.


Cekrek...,pintu kamar Fina terbuka dan Haru masuk ke kamar Fina lalu menutup kembali kamar Fina. Fina yang melihat Haru masuk ke kamar kecilnya itu menggunakan kunci cadangan dari kakaknya kaget. Dilihatnya Haru melihat sekeliling kamar kecil itu, sebentar Haru memegang kepalanya seperti yang sumpek melihat kamar Fina. Lalu mendekati Fina, dan mebarik tangan Fina menyuruhnya bangun. Fina menepiskan tangan Haru, membuat Haru mendenglikan matanya.


"Aku, sedang tidak ingin keluar rumah. Jika Haru mau berbicara disini saja," ucap Fina sembari menundukkan kepalanya karena takut memandang Haru.


"Aku tidak mau di tempat sumpek ini," jawab Haru ringan lalu kembali menarik tangan Fina untuk pergi. Tapi Fina ttpmenepiskannya.


"Ka, kalau Haru tidak ingin disini mungkin memang benar ini bukanlah tempat Haru. Keluargaku hanya dari orang yang jauh dari kata cukup.Jika memang tidak bisa disini, silahkan keluar," ucap Fina masih drngan krpala menunduk.


"Apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Haru.


Tidak ada jawaban dari Fina.


"Aku lapar ingin makan"


"....."


"kamu sudah makan?"


"......"


"Bisakah bersikap dewasa?"


"......"


"Pastikan tidak ada yang tertinggal keperluannya," ucap Haru kepada kakak iparnya itu diakhiri dengan tundukkan dari kakak Fina.


"Lepaskan aku...!" Fina memukul punggung Haru tidak dengan sungguh-sungguh. Karena Fina masih punya rasa takut pada Haru.


"Bruk...," di lemparnya Fina ke dalam kursi mobil membuat rok Fina terbuka dan buru-buru Fina menutupnya.


"Apa yang kamu kasih kepada kakak?" tanya Fina.


"Bukankah kamu sendiri sudah tahu tanpa aku beritahu," jawaban telak sekaligus mematikan pertanyaan dari Fina.


"Kita mau kemana?" tanya Fina. Tapi tak ada jawaban dari Haru. Fina tahu kalau Haru sedang marah kepadanya sekarang, karena itu Haru tidak mengeluarkan kata-kata kepada Fina. Malah membuat Fina semakin gak enak.


"Ada apa?" jawab Haru dalam telfon.


"Hmm," lalu Haru menutup telfonnya. Entah siapa yang Haru telfon Fina hanya mengernyitkan dahinya tapi tak berani bertanya.


"Kemana kita pergi tuan," tanya Har mmeulai percakapan yang sudah 15 menit hening tadi.

__ADS_1


" Aku lapar,"


"Baik tuan," seolah Har sudah mengerti kemana dan makanan apa yang diinginkan Haru. Fina hanya dian dan melirik ke arah Har,tapi Har pun seperti mengacuhkan Fina.


Mobil terparkir di depan resto sekelas bintang 4, Har pun membuka pintu mobil dan mempersilahkan kami untuk turun. Fina sempat terhenti, karena melihat pakaiannya yang masih memakai piyama tidurnya.


"Apa kita akan sarapan?"


"Sudah jelas, bukankah dari tadi aku bilang lapar apa kamu tuli," jawab Haru dan berlalu masuk. Fina yang mendengar jawaban dari Haru mengikutinya dari belakang.


Bagaimana bisa aku memakai piyama ke tempat berkelas seperti ini, ucap Fina dalam hati.


Fina dan Haru di persilahkan duduk oleh pelayan disana. Sempat ada raut dan tatapan aneh dari pelayan tadi ke Fina, mungkin karena pakaiannya fikir Fina. Pelayan itu memberikan buku menu di hampiri 2 pelayan lainnya dan memberikan serbet ke paha kami masing-masing.


Ada tatapan-tatapan aneh yang Fina rasakan dari orang-orang sekitar terutama pelayan resto disana. Sesekali Fina melihat mereka ke arah Fina dan saling berbisik. Satu pelayan lagi menghampiri Haru.


"Sungguh suatu kehormatan Tuan muda sudi datang kemari," ucap pelayan itu dengan senyum ramah darinya dan menatap ke arah Fina lalu menundukkan pandangannya.


"Nanti siapkan black card dan juga buku agenda ke ruanganku, siapkan baju untuk istriku dan semuanya," perintah Haru.


"Baik tuan muda," dia adalah kepala pengurus di hotel bintang 4 disini.


Fina tersenyum ke arah kepala manager tadi dan kepala menager langsung menundukkan kepalanya, tidka membalas senyuman dari Fina.


Makanan pun datang. Memang Fina pun dari tadi sangatlah lapar, mereka berduapun makan termasuk Fina. Sangatlah lahap, bagaimana tidak, makanan yang di hidnagkan tentu makanan yang super fresh dan diolah dengan mahal dan enak.


"Kita akan menginap disini?" tanya Fina.


"Hmm,"


"Tapi, besok aku harus kesekolah dan harus memperbaiki nilaiku," kata Fina lalu mengambil minuman dari atas mejanya.


"Apa kamu belajar kemarin?, diamlah jangan membuatku marah," jawab Haru.


Ternyata dia tahu kalau Fina kemarin berbohong. Tentu Fina tidak heran karena tidak mungkin sekali Haru membiarkannya berbohong dengan lancar. Dan Fina hanya diam tidak menjawab.


"Aku akan mengajarkanmu. Tunggu di kamar," ucap Haru lalu menyuruh pelayan menyuruh mengantarkan Fina keruangannya dan Haru pergi keluar.


"Apa yang akan dilakukan Haru, maksud saya tuan Haru?" tanya Fina saat masuk ke lift.


"Mohon ampuni saya karena lancang berbicara dengan nona muda. Tuan muda ada sesuatu yang harus diurus sepertinya," kata kepala pelayan. Tak lama kami sudah sampai diruangan khusus lantai ke 230 tidak ada kamar - kamar hanya 1 pintu besar tersedia di tingkat hotel dilantai 230 itu. Memang khusus rumah kesekian untuk Haru.


" Silahkan nona muda, semua peralatan dna pelayan untuk memandikan anda sudah siap di dalam, jika ada sesuatu yang anda butuhkan silahkan panggil saya lewat telfon khusus. Nona hanya tinggal menekan tombol 1 sudah langsung terkoneksi ke saya," ucap kepala pelayan dan pamit pergi untuk mempersiapkan yang lainnya.

__ADS_1


"Di jalan xxx ini aku kira ini kantor ternyata ini juga hotel mewah lainnya, sebenarnya seberapa kaya dia itu. Apa dia bisa jatuh miskin jika memnag hartanya tak terhitung seperti ini. Kalau begitu perusahaan apa yang jatuh karena tiap ada perusahaan jatuh mungkin hanya secuil upil saja uang yang dirugikan, "gumam Fina dalam hati.


Bersambung.....


__ADS_2