
Jam sekolah sudah usai, para murid pun bubar dengan tertib dan sekolahpun sudah mulai sepi. Rian yang beranjak dari bangkunya untuk siap-siap pulang seketika terhadang oleh dua orang di depannya, Lyla dan Heri menghadang Rian.
"Well, ada apa? kenapa tiba-tiba menghadangku," ucap Rian dengan tetap melangkahkan kakinya fan semakin dekat dengan Lyla dan Heri.
"Jangan pergi dulu,ada sesuatu yang ingin kami tanyanyakan kepadamu," Ucap Lyla dengan wajah dan tatapan yang serius.
"Ah, maaf sekali aku harus kerja pulang sekolah jadi tidak bisa meladeni kalian walau hanya sebentar saja," kata Rian dengan gaya urakannnya yang khas dan di jentikkannya jari saat mengatakan "tak bisa meladeni kalian walau hanya sebentar saja," dan sambil berlalu melewati Lyla dan Heri yang berada di hadapannya Rian dengan mantap berjalan menuju pintu kelas.
"Aku baru tahu bahwa salah seorang anak terkaya ke 5 di negeri ini juga bisa mengambil part time, akupun sanksi sekali kalau seorang yang memiliki gelar profesor mau melakukan semua itu sampai rela bersekolah kembali. Kecuali, dia ada maksud lain." Dengan jelas Heri berkata sampai membuat Rian seketika menghentikan langkahnya dan membuat Lyla seketika melongo seperti orang bodoh seolah tak percaya dengan apa yang baru saja Heri katakan.
"A,apa...Rian...dia...bagaimana bisa. Heri, kau ini bicara apa. Seorang profesor, Rian?" Ucapan Lyla seolah tak percaya keluar dengan tersendat sendat. Rian pun membalikkan badannya dan kini berhadapan dengan Heri dengan senyum yang menyeringai Rian menatap Heri.
***
__ADS_1
"Selamat siang," Ucap Fina kepada pak Toni yang kini sudah menjadi bos di toko roti ini.
" kamu boleh ke ruang ganti ke belakang sana," ucap pak toni dengan sedikit senyum sambil menunjuk ke arah pintu yang ada di belakang etalase tempat roti dagangannya berjajar. Dengan senyum ceria Fina, dia pun langsung permisi pergi untuk mengganti pakaian sekolah nya ke pakaian kerja nya.
Setelah selesai mengganti pakaian, Fina pun pergi menuju etalase roti di toko pak Toni ini untuk menunggu pelanggan datang. Ada beberapa roti yang sudah kosong pertanda bahwa tadi ada pembeli yang datang kemari dan roti itupun sepertinya menjadi roti favorite pembeli. Di masing-masing keranjang roti tertancap tusukan yang menusuk roti tersebut dengan tertempel kertas dan dinamai masing-masing tumpukkan roti roti itu dengan berbeda-beda nama sesuai dengan isiannnya. Dilihatnya satu wadah yang kosong dan bertuliskan roti isi daging cincang dan juga garlic cheese bread.
" Sepertinya roti ini termasuk best seller nya disini," gumam Fina.
" Ah, iya pak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melayani pelanggan dengan baik,_ balas Fina dengan senyum.
"Kamu sudah makan? jika belum sebaiknya kamu makna siang dulu ada beberapa roti di belakang dan kamu boleh memakannya. Itu jatah makan kamu hari ini,maaf karena hanya saya sendiri disini jadi harap di maklum jika makan seadanya." Ucap pak Toni kepada Fina.
Ternyata pak Toni adalah seorang duda, ia menceritakan bahwa istrinya meninggal karena penyakit Leukimia yang menyebabkan otot2 ditubuhnya perlahan menjadi lumpuh selain itu juga mendiang istrinya juga ada tumor di lehernya menyebabkan istrinya makan dan bernafas melalui selang oksigen dan makan melalui selang yang dimasukan melalui lubang hidungnya.kedua lubang hidungnya masing-masing mempunyai fungsi tersendiri untuk tubuh mendiang istrinya pak Toni. Karena itu pak Toni berusaha meminjam uang ke rentenir sampai suatu ketika ia di tagih dep colector sampai toko Rotinya di ubrak abrik bahkan di ancam akan di bunuh.
__ADS_1
"Dan kini 11 tahun sudah ia meninggalkan ku," Nada pak Toni sedikit menekan seperti menahan kesedihan yang sangat mendalam atas kehilangan istrinya itu.
"Beruntung ada anak baik yang sudi membayarkan hutang-hutangku terhadap rentenir itu tanpa sedikitpun jaminan," jelas pak Toni.
Fina yang mendengar cerita dari pak Toni pun membuat dada Fina terasa sesak dan berlinang air mata di matanya yang Fina tahan agar tidak jatuh.
"Sungguh mulia sekali hatinya orang yang menolong bapak itu," ucap Fina dengan sedikit tertekan nada bicaranya menahan tangis.
"Makan sudah, ini hari pertama kamu kerja. Bekerjalah dengan baik dan sepenuh hati karena pekerjaan apapun akan terasa ringan bila dikerjakan dengan senang hati." ucap pak Toni seraya pergi.
" Saya belum lapar pak. Nanti saya akan makan disaat selesai jam kerja, saya masih kenyang." Ucap Fina dibalas dengan senyum dan anggukan pak toni seraya berjalan ke belakang untuk memanggang roti yang sebagian sudah habis tapi masih di tanyakan pelanggannya.
Bersambung...
__ADS_1