GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Menunggu Haru pulang


__ADS_3

Pagi ini kami sarapan berdua di bawah, sebelum berangkat ke sekolah.


"mmm... tuan, saya ingin bertanya satu hal," Tanya Fina dengan ragu.


"Hemm...," Haru menjawab.


" Akhir pekan Lyla mengajak saya pergi ke car freeday, di taman xxxx untuk jalan-jalan, ada pembukaan taman disana. Bolehkah saya pergi? tanya Fina.


Haru tidak menjawab dan sibuk dengan ponselnya.


"Teman-teman mengajak saya bermain kesana, selama ini saya hidup dengan keras sampai-sampai tidak punya waktu untuk bermain bersama teman sebaya. Saya ingin sekali merasakan kehidupan yang sebenarnya bergembira bersama , tertawa bersama, berbagi kisah, ahh.. sepertinya menyenangkan", Fina dengan segala acting terbaiknya.


Ayo jawab boleh.. Ayo... Kenapa diam saja, Fina dalam hati.


"Semalam kaka bodohmu itu menelpon, mau apa dia menelpon?" Tanya Haru.


Kenapa dia tidak merespon pertanyaanku sih, malah balik bertanya. Huh kesal...! Fina


"Iya kakak menelpon menanyakan keadaan saya tuan," jawab Fina.


"Benarkah..," jawab Haru.


Bagaimana bisa dia se dingin ini, apa. Dia tidak ingat telah menciumku semalam, dadaku saja masih berdebar gak karuan. Fina dalam hati.


"Tu,tuan..., di rumah kontrakan saya ada sepeda, saya ingin mengambilnya untuk saya pakai pergi ke sekolah. Bolehkah pulang sekolah pergi kerumah sebentar untuk mengambil sepeda? " Tanya lagi Fina.


"Har...," Panggil Haru.


"Baik tuan, seolah sekertaris Har sudah mengerti apa yang dimau tuannya.


Haru berdiri dan bersiap pergi, Lalu Fina pun berdiri mengikuti Haru.


" Lusa jam 6 sore sudah harus dirumah, jika tidak..," Haru.


" Jadi tuan mengijinkan saya pergi bersama teman-teman?, benarkah?, serius?" Tanya Fina tidak percaya.


"Hemm..." jawab Haru.


"Asyikk...! Terima kasih banyak Tuan, selamat pagi" dengan gembiranya Fina melambaikan tangannya.


"Siapa yang menyuruhmu pergi sendiri?" Tanya Haru.


"Huh..,memangnya kita berangkat bareng?" tanya Fina yang masih bingung.

__ADS_1


"Masuk..!" Haru merintah.


"Tapi tuan, jika anak-anak sekolah tau saya nanti.."


"Berani membantah?"Haru mengancam.


" Ah, baiklah saya masuk.,"Tanpa perlawanan karna Fina tau jika menolak bisa-bisa ijin yang diberikan Haru yang baru saja akan dibatalkan secara sepihak.


*****


Mobil memasuki gerbang sekolah, dan menuju parkiran. Fina takut ada temannya yang tau kalau dia kesekolah bareng dengan Haru. Bisa-bisa habis dia di labrak kakak kelas dan teman sekelasnya. Sudah cukup dengan kehidupannya, Fina tidak mau ada masalah lagi dengan teman-temannya.


"Saya pergi duluan," Fina sambil menundukan kepalanya kepada Haru. Tapi Haru menarik tangan Fina memojokannya ke mobil.


"Ap, apa yang anda lakukan tuan, tolong lepaskan jangan disini," Fina kaget karena Haru tepat berada di depannya tubuh mereka menempel satu sama lain, muka Fina tertutupi oleh dada bidang Haru, nafas Haru pun terasa oleh Fina.


"Selamat pagi pak Haru...! ayo kita bareng ke kelas?" teriak 2 anak murid yang baru keluar dari mobil.


"Iya, selamat pagi juga, kalian duluan saja bapak ada urusan" Haru sambil tersenyum menyapa.


"Ada apa, kenapa kamu memejamkan mata seperti itu?,Heh...apa kamu fikir aku akan menciumu?" tanya Haru dengan senyum kecil.


"sa, saya tidak berfikir seperti itu, tentu saja tidak" jawab Fina.


" Tentu saja tidak..! bagaimana bisa saya berfikir anda seorang tuan muda mau mencium seorang wanita kerempeng yang kebetulan menjadi murid anda dan dinikahi oleh pria tampan seperti anda...! Hap... Haru menutup mulut Fina yang mengoceh tak karuan.


" Jangan berisik bodoh...!" Haru melepaskan tangannya lalu ciuman manis mendarat di bibir kecil Fina, membuat Fina diam membeku.


Haru berlalu menuju kantornya, karna sebentar lagi lonceng berbunyi.


"Ah,, dia menciumku lagi, ini kedua kalinya dia menciumku,rasanya manis seperti buah strawberry." Fina mengibas ngibaskan mukanya karna mukanya merah padam serasa terbakar. Lalu pergi menuju kelasnya sambil cengar cengir.


****


Sampai di kelaspun Fina masih cengar cengir membuat teman sekelasnya keheranan.


" Fin...," seseorang memanggil menyadarkan Fina dalam fantasy nya.


"Ah iya, oh Heri ada apa," Tanya Fina.


"Kamu sudah mengerjakan PR matematika dari pak Haru?" tanya Heri.


Stab...! Serasa ada yang menusuk ke hatinya dan menjalar ke otaknya.

__ADS_1


"Ah benar, semalam aku lupa akan PR dari tuan Haru, maksudku pak Haru. Bagaimana bisa aku seceroboh ini, " Gina mengeluarkan buku matematikanya dengan panik.


"Nih, aku pinjamkan kepadamu, cepat salin sebelum pak Haru kemari," Heri memberi kan bukunya ke Fina


"Ehem, ehem," Lyla menggoda, lalu Fina menerima buku dari Heri.


"Fin, lusa kau ikut sama Lyla ke taman xxx?" tanya Heri.


"Hmm,, aku ikut," jawab Fina.


"Yang benar...! wah pasti seru kita bermain disana Fin," antusias Lyla.


"Baguslah kalau begitu, kita bertemu jam 9 ya," Heri mengajak.


"Oke," jawab Fina.


"Srett...!" Haru datang, muka Fina sangat berbinar binar karna pangerannya datang, tapi juga salting hehhe.


"Selamat pagi, kumpulkan PR kalian hari ini bapak tidak bisa mengajar karna ada keperluan," Haru kepada muridnya.


"Huh, kenapa? Ada keperluan apa?" tanya Fina dalam hati.


Tak lama Haru pamit dan pergi meninggalkan kelas B tanpa melirik ke arah Fina duduk. Sepulang sekolah seperti biasa Fina pergi kekantor Haru dulu, karna mau menyimpan beberapa buku paket. Tiba disana Haru sudah tidak ada, Fina terus bertanya dalam fikirnya kira-kira kemana, ada keperluan apa.


****'


Malampun tiba, Fina sudah ada dirumah. Jam menunjukan pukul 11 malam tapi Haru masih belum pulang juga.


"Tok...tok...tok,"suara pintu diketuk.


"Masuklah...!" Fina sambil merapihkan pakaian dan berdiri berharap Haru yang datang.


"Maaf nona, sudah jam 11 malam anda masih belum makan malam. Nanti tuan Haru marah, apa mau saya bawakan makanannya ke sini? " seorang pelayan bertanya.


"Tidak perlu, saya belum lapar, nanti kalau lapar saya turun." jawab Fina.


"Baik, saya akan menunggu anda sampai turun nona." kata pelayan.


"Ah, tidak usah saya benar-benar tidak lapar, saya sedang diet hehehhe, mungkin nanti pagi saja sekalian saya sarapan. Kamu kembali saja dan istirahat." tegas Fina, padahal perutnya keroncongan, karna menunggu Haru pulang, dia tidak makan sampai Fina tertidur.


" Cekrek..., "pintu kamar terbuka. Seseorang masuk, meletakan kemejanya lalu duduk di sofa. Haru terlihat lelah sambil sesekali dia memijat mijat kepalanya. Kemudian dia berlalu ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai Haru merebahkan diri di ranjang dan melihat ke arah Fina.


"Dasar bodoh, kenapa menunggukku" Haru sambil membelai rambut Fina. Tapi istrinya itu tidak terbangun saking lelapnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2