GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Tesa kembali 2


__ADS_3

Malam ini di salah satu bar seorang wanita duduk dengan memegang sebuah gelas beraromakan alkohol, ada seorang bartender disana sedang meracik minuman yang ia pesankan untuk seseorang. Dilihatnya pria tampan itu yang begitu mempesona. Aura kelelakiannya sudah terpancar saat dia pertama melangkahkan kakinya masuk ke bar itu. Semua wanita yang ada disana tertuju pada sosok pria yang tinggi gagah dengan penampilan urakan tapi stylish bak model. Entah bidadari dari mana bisa tersesat ke bumi, begitu yang ada difikiran para wanita di bar sana. Tatapn nereka penuh dengan kekaguman sedangkan laki-laki yang berada di sebelah mereka memandang sinis sekaligus takjub dengan ketampanan pria yang baru saja datang ini.


"Katakan, mau apa kau datang kemari" tanya Haru yang baru tiba.


"Aku, ingin meminta maaf atas kejadian waktu itu. Aku bukannya kabur, aku hanya menghindar dulu karena kamu sedang dalam konfisi tidak labil," Tesa sembari memutar mutar gelas yang ia pegang.


"Cih," balas Haru.


"Du...duduklah," Tesa mempersilahkan.


"Aku akan pulang,"


"Tu...tunggu dulu. Jangan dulu pulang, aku hanya ingin mengatakan soal pertunangan kita. Tahukah kamu, kalau pamaan menolak pembatalan pertunangan kita. Bahkan aku dengar kalau seperempat perusahaan milik ayahmu sudah di cabut oleh beberapa investor khusus nya di Australia. Lalu aku juga dengar, kalau paman menyuruhmu untuk meninggalkan Fina" ucap Tesa tapi tidak ada jawaban dari Haru.


"Bagaimanapun juga hubungan kita adalah hubungan yang paling direstui oleh pamanmu. Jika kita bersatu kembali, aku yakin kalau perusahaan akan kembali normal dan kamu tidak perlu susah-susah memikirkan untuk mencari investor demi membangun kembali perusahaan ayahmu untuk kembali berdiri tegak",


"Licik,"


"Apa?"


"kau dna ayahmu sama. Liciknya, memperalat orang tua yang tidak tahu apa-apa," ucap Haru.


"Kamu jangan berkata kasar seperti itu haru sayang, bagaimana pun juga pamanmu tahu kalau aku mencintaimu. Karena itu, ini adalah bentuk kasih sayangnya paman terhadap masa depab kita," Ucap tesa sambil mengelus pundak Haru.


"Apa kau lupa kalau aku sudah menikah?" ucap Haru sambil menepiskan tangan Tesa yang terus meraba pundaknya.


"Kau pun sudah lupa kalau kita lebih dahulu tunangan dibanding pernikahanmu dnegan perempuan miskin itu. Ingat Haru, aku tahu perusahaan ayahmu snagatlah penting bagimu. Aku rasa hanya mengorbankan 1 wanita saja tidak akan membuatmu mati. Lagipula aku yang akan menggantikannya"


"Justru karena kau yang mrnggantikannya aku rasanya jijik...!" tegas Haru.


"Berhentilah menyebut isteriku perempuan miskin, kau lupa kalau aku suka wanita miskin dibanding dg kau wanita yang tidak tahu malu," Haru sambil. Berlalu.


"Apa. Kamu tahu kalau paman punya sakit jatung, bagaimana kalau dia tahu kamu menolaku? Ancam Tesa. Membuat Haru kaget.


" Apa? "


" Jadi selama ini bibi dan pamanmu menyembunyikannya darimu, bahkan Rere.


Haru mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan Tesa begitu saja.

__ADS_1


Pria itu, selalu saja bersikap acuh padaku. Akukan sebentar lagi akan jadi isterimu. Aku bersumpah akan menyingkirkan perempuan miskin itu. Dia sungguh tidak pantas bisa berada disampingmu. Gumam Tesa dalam hatinya.


*****


"Apa yang sedang Haru lakukan sekarang yah, aku kangen sekali" gumam Fina di balik selimutnya.


"Apa dia bertemu dengan Tesa? kalau benar, itu sangat menyebalkan sekali," Fina membuka kaca jendela kamarnya


Dilihatnya sekeliling, sepi padahal baru saja jam 11 malam. Tapi memang daerah rumah yang Fina tempati adalah daerah pekerja. Sebagian besar penduduk disana bekerja sebagai pedagang karena itu saat pulang kerumah mereka lebih sibuk membaringkan tubuhnya tidur mengumpulkan tenaga untuk hari esok.


Tring...., sebuah pesan masuk ke ponsel Fina.


"Kenapa masih belum tidur juga," sebuha pesan masuk dari Haru.


"Haru?" balas Fina.


"Memangnya kamu fikir siapa yang mengirim pesan?"


Fina melihat kesekeliling keluar rumah, dia menemukan sosok pria yang ia cari. Lalu Fina melambaikan tangannya.


Tring...,tring...


"kenapa belum tidur" suara Haru di telfon.


"Aku belum ngantuk," jawab Fina.


"Aku kangen" ucap Haru membuat Fina kaget campur senang, jarang sekali Haru mengungkapkan perasaannya.


"Benarkah? Kalau behitu aku keluar yah, kamu tidur disini" ajak Fina.


"Jangan, aku pulang dulu,"


"Kenapa?"


"Tentu saja aku mau istirahat, besok harus kesekolah"


"Oh...," lama Fina menjawab.


"Bukakan pintu sebentar,"

__ADS_1


"Ehh...,"


"Aku ingin memelukmu sebentar saja,"


Lalu Fina menutup telfonnya dan buru-buru membukakan pintu rumahnya. Disana sudah ada Haru berdiri. Haru tersenyum lalu membuka kedua tangannya dan Fina mendekat. Haru memeluk Fina erat dengan lembut. Begitupun Fina menyambut pelukan dari Haru. Haru mendaratkan ciuman lembut di kening Fina kemudian ke bibir Fina. Mereka dimabuk gairah, Haru mencumbu Fina penuh nafsu. Dia tidak bisa melawan nafsu lelakinya terhadap isteri yang ada di hadapannya sekarang. Fina pun tidak melawan, hanya sesekali mengatur nafasnya.


" Besok sekolah, pastikan kamu tidur nyenyak," ucap Haru sambil mengecup kening Fina.


"Iya," jawab Fina.


"Masuklah, pergi tidur," Haru membelai rambut Fina.


Seakan tidak ingin lepas dari Haru, Fina hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Kenapa, kamu ingin pulang kerumahku?" tawar Haru.


Fina hanya terdiam tidak berani menjawab. Jika dia pulang kerumah, dia tahu ancaman yang diberikan paman Haru tidak main-main. Tapi disisi lain Fina benar-benar sedang dimabuk asmara, tidak ingin ditinggalkan Haru.


" Apa kamu menemui Tesa?" tanya Fina tiba-tiba.


Raut wajah Haru sekilas berubah, Fina bisa melihat itu walau sekilas.


"Tidurlah, aku pulanh dulu," kali ini Haru mencium di seluruh bagian muka Fina.


"Aku pergi ya," Haru melangkahkan kakinya menjauh dari rumah Fina. Sedang Fina melihat Haru sampai menghilang dari pandangannya.


"Kamu bahkan tidak ingin jujur padaku," ucap Fina sebelum menutup pintu rumahnya.


Mobil terparkir di depab rumah Haru. Harupun turun dari mobil, saat Har hendak mengikuti Haru ke dalam. Haru menyuruh Har pulang karena dia sedang tidak ingin membicaraka apapun lalu Har pun pamit pulang. Di depan pintu ketua pelayan rumah menyambut Haru, lalu melaporkan kejadina tadi tentang ulah yang dibuat Tesa.


Selesai mandi, Haru merebahkan tubuhnya di kasur lalu mengambil sebuah remot dan menonton tv. Entah apa yang ingin dia lihat, remot tv terus di tekan sehingga canel tv berubah-ubah. Dirasa tidak ada yang rame kemudian Haru mematikan tv nya.


Diliriknya jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, mata Haru masih tidak bisa terpejam. Dia tengok ponselnya, dia lihat fiti-foto Fina dan pesan yang baru saja mereka lakukan tadi dirumah Fina. Lalu mematikan ponselnya dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Ah, aku kangen sekali kenapa tidak ku bawa saja kamu tadi pulang bersama. Sekarang bagaimana bisa aku tidur dalam keadaan seperti ini, " ucap Haru.


Kelaki-lakian Haru tidak bisa ditahan, yang ia ingat dan bayangkan hanya Fina. Seandainya Fina berada disamping Haru sekarang, mungkin Fina sudah habis oleh Haru.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2