GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Fina dan Haru 1


__ADS_3

Waktu makan malam sudah tiba, para pelayan mengantarkan makan malam Fina ke kamar. Sedangkan Haru belum pulang setelah tadi pamit keluar.


"Kapan tuan Haru pulang?" tanya Fina.


"Saya kurang tahu nona, jika ada yang nona butuhkan panggil kami," kata pelayan itu seraya menyerahkan makanan di meja duduk Fina.


"Iya nanti saya panggil kalau butuh sesuatu," Fina sambil mengambil minum.


"Apa nona mau perban nya kami ganti?" tanya pelayan.


"Oh tidak usah biar nanti saja saya makan dulu," jawab Fina.


"Biar aku saja yang menggabti perbannya," Kata Haru yang baru saja pulang.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu," pelayan itu sambil berlalu pergi setelah menganggukan kepalanya.


"Tuan anda sudah sampai?" Fina sambil membenarkan duduknya, lalu haru membantunya.


"Hemm...," jawabnya singkat.


"Anda sudah makan?" tanya Fina.


"Panggil aku Haru, kamu ingatkan?" Haru sambil mengambil 1 sendok makanan lalu menyuapi Fina.


"Maaf, saya tidak terbiasa memanggil anda dengan sebutan nama, karena bagaimanapun juga itu terdengar tidak sopan," Fina coba menjelaskan.


"Usia mu sekarang sudah 18 tahun, dan aku 25 tahun hanya beda 7 tahun saja," kata Haru kesal.


Dia benar-benar seperti anak kecil kalau lagi marah, Fina dalam hatinya.


"Sudah mandi?" tanya Haru.


"Sudah...," jawab Fina gugup, padahal dia tidak mandi hanya ganti baju, karena dia takut Haru memandikannya lagi, dia terpaksa berbohong.


Haru memanggil pelayan untuk membereskan sisa makan malam tadi. Setelah selesai mengganti peeban Fina, lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Apa kamu yakin sudah mandi?" tanya Haru tidak percaya.


"Sudah mandi dong, heheheh..." jawab Fina meyakinkan.


Haru pergi ke kamar mandi dengan perasaan masih tidak percaya. Setelah selesai mandi, Haru pergi ke bawah ke ruang kerjanya dan Fina memainkan ponselnya.


****


"Har, bagaimana dengan orang itu sudah ditemukan?" tanya Haru di ruang kerjanya

__ADS_1


"Sepertinya dia memalsukan identitas diri dan bersembunyi di suatu tempat, karena itu kami belum bisa menemukannya," jawab Har.


"Temukan dia bagaimanapun caranya," perintah Haru.


"Baik tuan," jawab Har.


"Sekarang berikan aku laporan perusahan disini dan di Autrali," Haru sambil mengambil minuman.


Seorang pelayan masuk dan memberikan Haru buah untuk di makan. Menaruhnya di meja lalu pergi setelah menundukan kepalanya.


"Wijaya group di Australi sudah stabil dan akan kembali beroprasi. Tapi..." ucap Har.


"Tapi kenapa?" tanya Haru.


"Ayah Tesa tetap tidak ingin membatalkan perjanjian nya, dia mengatakan boleh membatalkan pertunangan tapi jangan dengan perusahaan," Ucap Har menjelaskan.


"Keras kepala sekali," kata Haru.


"Dan juga paman andaenyampaikan pesan," Har sambil melihat wajah Haru meununggu Haru memberikan ijin untuk dia menyampaikan pesan dari pamannya. Lalu Haru pun mengangguk.


"Tuan besar mengatakan, bahwa jika bisa hubungan tuan Haru dan Tesa di perbaiki. Lalu tuan besar menyampaikan, kalau nona Tesa mengunjungi tuan besar dan berbicara kalau tuan muda memutuskan hubungan secara sepihak karena nona Fina, orang yang belum tuan muda kenal sama sekali.," kata Har menjelaskan.


" Wanita itu benar-benar cari masalah," Haru sambil mengepalkan tangan.


" Biarkan dia, saat ini aku fokus kepada Fina, " Ucap Haru sambil menutup buku agenda perusahaan.


"Tuan... Tuan besar mengatakan minggu depan di harap anda hadir karena akan ada pesta ulang tahun istri tuan besar," Har menambahkan.


"Hemm...," jawab Haru dan mengakhiri perbincangan nya di ruang kerja.


*****.


"Fin, bagaimana keadaanmu?" sebuah pesan dari Heri.


"Agak mendingan sudah berangsur pulih," jawab Fina.


"Baguslah," kata Heri.


Aku ingin sekali menemuimu, Heri dalam jati sambil berlalu pergi meninggalkan gerbang depan rumah Fina. Ternyata selama Heri mengirim pesan ke Fina dia berada di depan pintu gerbang rumah Haru, dan Haru melihat Heri lewat cctv.


"Anak itu, aku harus berhati-hati dengannya," ucap Haru sambil berlalu menuju kamar Fina.


"Fin, kapan kamu k3mbali sekolah aku kangen sekali," pesan dari Lyla.


"Doakan saja smeoga lekas sembuh, aku juga kangen hik," balas Fina.

__ADS_1


"Orang yang terlibat tentang perencanaan menjatuhkanmu ke jurang, sudah dikeluarkan oleh Pak Haru dan kabarnya di serahkan ke polisi di penjarakan," ucap Lyla.


"Apa...!" kata Fina dalam hati karena kaget.


Cekrek... Harupun tina di kamar.


"Kenapa kamu belum tidur sudah jam 11 malam," tanya Haru.


"Iya sebentar lagi aku tidur," jawab Fina.


"Tuan...,eh maksud saya Haru, apa benar ketiga teman Tesa anda keluarkan dari sekolah dan diserahkan ke pihak yang berwajib?" tanya fina serius.


"Hemm...," jawab Haru singkat


"Tapi kenapa, kasihan mereka. Bisakah anda mengeluarkan mereka dan membiarkan mereka kembali ke sekolah anda?" kata Fina cemas.


Haru menidurkan Fina terlentang dari posisi duduk dan Haru membelai rambut Fina.


"Bahasamu masih saja kaku kepadaku, sudah kubilang panggil aku Haru dan jangan memanggil anda," tegas Haru.


"Baiklah tapi anda... Tuan.. Haru,kamu harus melepaskan mereka dan membiarkan mereka bersekolah lagi di SMA Wijaya," Fina sambil memohon.


"Tidak mau," jawab Haru singkat.


"Kenapa?" tanya Fina heran.


"Mereka sudah terlibat dalam perencanaan pembunuhan jadi aku tidak bisa mrmbiarkan nereka bebas berkeliaran. Lagipula kalaupun mereka leoas dari Tesa dikhawatirkan akan ada korban lainnya," jelas Haru menerangkan.


"Haru..., memangnya anda bertunangan dengam Tesa?" pertanyaan yang selama ini ingin Fina tanyakan baru keluar maalm ini.


"Hemm...," jawab haru singkat.


Lalu kenapa kamu mau saja menikahiku, padahal jika soal hutang kakak. Kamu bisa saja membuat perjanjian dengan kakak agar membayar hutang tepat waktu dan sedikit mengancamnya, Fina dalam hati.


"Lalu...kenapa tuan, eh kamu mau menikah denganku?" tanya lagi Fina.


"Anak kecil sebaiknya tidur sudah malam," jawab Haru sambil mencubit hidung Fina


"Aku ingin tahu," Fina mengeluh.


Nanti ada saatnya aku beritahu, saat kamu memang harus mengetahuinya, Haru dalam hati.


"Kamu ini kepo, sudah tidurlah besok kita pergi," kata Haru sambil memeluk Fina.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2