GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Liburan dengan Lyla, Heri


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 8:45, sedangakan Fina belum juga berangkat ke taman xxx. Dia menunggu Haru keluar dari ruang kerjanya dan sarapan.


"Bagaimana ini, apa yang dia lakukan di ruang kerjanya sih, nggak tau apa ini sudah jam berapa, perjalanan ke taman xxx kan 45 menit," gerutu Fina kesal menunggu.


Tidak lama Haru keluar, tapi ada yang berbeda kali ini dengan Haru. Mukanya tidak se kalem biasanya, dia kelihatan seperti sedang bimbang.


" Gantikan aku di kantor, "Begitulah kita-kira Fina mendengarnya." Huh.., memangnya Tuan Haru mau kemana tidak pergi ke kantor. Memang di hari libur Haru kadang pergi ke kantornya untuk mengurusi sesuatu yang belum beres.


"Makan...," Perintah haru sambil duduk.


"Huh, tidak usah tuan saya pergi sa..." belum menyelesaikan kalimatnya Haru sudah melototi Fani.


"Baik, saya makan dulu lagi pula saya lapar. Hehehhe", jawab Fina yang tadinya pergi langsung duduk melihat Haru melotot.


"Tring... Tring..." telfon berbunyi. Fina membuka pesan.


"Fin, kamu dimana cepet sini," sambil memamerkan fotonya Lyla ke Fina.


"Aku sarapan dulu, bentar lagi otw" balas Fina.


Kenapa harus makan segala sudah siang nih,, haduh... Kesal Fina. Apa tuan Haru sebenarnya perhatian kepadaku, karena tau semalam aku tidak makan gara-gara menunggunya. Owwww,,, so sweeet, lagi-lagi Fina cengar cengir sendiri.


"Saya sudah selesai tuan, saya pamit,"


"Har, antar Fina ke tujuannya, berikan kartu atm agar dia bisa membeli apa yang dia mau" Haru memerintah.


"Baik tuan," sambil berlalu.


****.


Dalam mobil Fina bertanya, "Pak Har, nanti kalau sudah dekat taman berhenti yah, saya mau jalan kaki saja." Jelas Fina.


" Baik. Nona.," Jawab Har


Mobil tiba di taman xxx yang katanya baru dibuka itu.


Fina turun dari mobil pergi masuk dan mencari teman-temannya. Fina sangat antusias sekali sampai lupa mengucapkan terima kasih kepada dekertaris Har.


" walau bagaimanapun kamu ini masih boca nona, umurmu 17 tahun tidak menjamin seseorang bisa dewasa ternyata" , Har bergumam sambil tersenyum tipis. Haries tidak sadar bahwa wanita sekitar memperhatikan nya, bagaimana tidak, senyuman sekertaris itu membuat wanita sekitar terpana.


"Rrrr... rrr..., Ya tuan, baik saya kesana sekarang, nona sudah masuk, sedang mencari teman-temannya. Lalu Jar bergegas pergi.


" Kemana mereka aku tidak bisa menemukan mereka,".

__ADS_1


" Finaaaa....! " seseorang mrmanggil Fina dambil. Melambaikan tangan."disini...!" lyla melambaikan tanganya, disana teman-temannya sudah menunggu.


"Wah...Fin,aku tidak menyangka kamu akan datang."


"Kenapa lama sekali, bukankah aku bilang jam 9."Heri terlihat kesal.


" Maaf tadi aku ada urusan sebentar, " Fina merasa menyesal karna terlambat. Keadaan hening sejenak, tapi Lyla menyela.


" Aduh...sudah lebih baik kita ke dalam banyak makanan disana loh," Lyla menyela.


Merekapun bersama-sama, bersenang-senang, tertawa bersama, percis sesuai yang Fina harapkan tertawa bersama teman-temannya, memakan makanan yang mereka mau tak jarang mereka berlarian seperti anak kecil, Heri hanya bisa tersenyum melihat Lyla dan Fina berlarian seperti anak kecil. Tak jarang merekapun berpapasan dengan teman satu sekolahan.


Heri termasuk anak dari keluarga yang disegani, bisa dibilang orang penting juga seperti perusahaan wijaya group. Makanya kadang Heri suka seenaknya sendiri sesuai dengan mood dia tanpa memperdulikan orang disekitarnya.


"Aku kenyang sekali, sungguh.." Fina sambil mengelus ngelus perutnya bak orang sedang hamil. Begitupun Lyla. Mereka duduk di temoat duduk umum.


.


"Iya aku juga," Jawab Lyla.


"Aku mau ke toilet, dimana toiletnya." Fina bertanya pada salah satu temannya.


"di depan sana melewati taman kecil itu,". Lyla menjawab.


Saat Fina menuju toilet melewati taman kecil Fina berhenti sebentar menikmati indahnya taman kecil itu.


Tak lama matanya tertuju pada orang yang ada di dekat sebuah pohon, sepertinya mengenalinya.


" Seperti tuan Haru, ah iya itu tuan Haru, kenapa ada disini," Tanya Fina heran.


Saat Fina mau memanggil Haru, tiba-tiba seorang wanita memeluk Haru. Yang membuat Fina tercengang bahwa tangan Haru pun memelik wanita itu.


"Deg...,apa itu tadi? bagaimana bisa, kenapa?," berbagai pertanyaan mengisi otak Fina.


Haru sadar bahwa Fina melihatnya, Haru melihat Fina berlari ke arah yang berlawanan. Tapi Haru tetap memeluk gadis yang sedang terisak tangis itu.


"Ah, Fina sudah kembali. Ayo kita kemana lagi ya, " Lyla mengetuk dagunya dengan jari, tanda sedang berfikir akan bermain apa lagi.


"kamu sakit?" Tanya Heri dengan heran melihat. Wajah Fina seperti itu.


*uh...,? Tidak aku sepertinya hanya lelah, sepertinya aku harus pulang


"Tapi sekarang baru jam 4 kan, bukannya kamu bilang jam 6 pulang." tanya Lyla.

__ADS_1


"Ada urusan yang harus diselesaikan, barusan kakaku menelpon dan harus segera pulang, mohon maaf banget". Fina memohon.


"Baiklah, tapi lain kali harus sampai malam," ancam Lyla.


"Baiklah, lain kali akan lebih seru dari ini, ya sudah aku pulang dulu ya"


"Biar aku mengantarkanmu, tunggu disini akau telfon dulu supirku," Heri menawarkan.


"Tidak usah, saya pergi sendiri,Bye" Fina bergegas pergi. Heri melihat Fina sampai punggung Fina tidak terlihat.


****


. Brak...! Pintu ditutup dengan keras, Fina membenamkan dirinya di atas kasur.


"Kenapa rasanya dadaku sesak sekali, ada apa, apa aku terkena penyakit jantung? Kenapa rasanya sakit sekali" tak terasa air mata Fina jatuh tanpa bisa di tahan.


"Sakit sekali, sakit, bukankah tuan Haru sudah menikahiku, lalu kenapa bersama wanita lain, apa artinya diriku untuk mu, kenapa kau menikahiku, apa benar semua itu untuk membayar hutang kakaku kepadamu?. Fina sambil sesegukan menangis.


****


Mobil terparkir di depan. Kali ini Haru tidak ditemani sekertarisnya, dia sendiri yang menyetir.


"Selamat malam tuan muda, apa tuan memerlukan sesuatu," tanya pelayan.


"Apa Fina sudah pulang?" tanya Haru.


"Sudah tuan," pelayan itu ingin mengatakan sesuatu tapi tidak berani.


"Apa dia menangis? dia sudah makan?".


"Maaf tuan, tadi nona pulang dan langsung pergi ke kamar. Saya sudah beberapa kali mengetuk pintu tidak ada jawaban,"


"Lalu kenapa kamu tidak mendobrak pintunya bodoh..!, kalau terjadi sesuati padanya aku tidak akan memaafkanmu..!" Haru mendorong pelayan itu ke lantai, Lalu pergi menuju kamar.


"Maafkan saya tuan," pelayan itu bergegas berlari di belakang Haru.


Sampai di pintu masuk kamar, Haru menjentikan 5 jarinya menyuruh pelayan itu pergi, lalu pelayan itu membungkukan badan dan pergi.


Pintu terbuka, Haru melihat Fina sudah tidur lelap tanpa melepas sepatunya. Haru membantu melepaskan sepatu Fina. Dia menatap Fina lalu mencium keningnya.


"Maafkan aku..." kata itulah yang keluar dari mulut lelaki tampan itu seolah menyesali apa yang terjadi di taman tadi.


Haru menyelimuti tubuh Fina, lalu duduk di sofa menghela nafas panjang-panjang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2