
Pagi pun tiba, saat membuka matanya Haru melihat Fina masih terlelap. Dia tahu kalau ini adalah Hari minggu, tentu Fina pun libur.
Tak berangsur lama, Fina pun membuka matanya dan melihat Haru sudah bangun.
"Selamat pagi," ucap Haru sambil mencium kening Fina.
"Selamat pagi," Fina membalas.
"Hari ini adalah hari libur," ucap Fina.
"Hemm...," balas Haru sambil memeluk Fina.
"Ini adalah hari dimana waktunya aku main dengan temankan?" tanya Fina seraya minta ijin.
" Tidak boleh," jawab Haru singkat.
"Eh..., kenapa?" Fina heran.
"Hari ini adalah hari kamu dan aku," ucap Haru.
Fina mendengar itu sedikit terkejut, dan tidak tahu arti dari ucapan Haru.
"Eh..., maksudnyamemang kamu tidak ke kantor?" tanya Fina.
"Tidak, aku sedang malas ke kantor," kata Haru.
"Aku ingin kita jalan-jalan saja hari ini," ajak Haru.
" Benarkah?" tanya Fina tidak percaya.
"Hemm...," jawab Haru singkat.
"Kamu mau jalan kemana?" tawar Haru.
"Ah.., aku ingin sekali jalan ke taman hiburan," jawab Fina cepat sambil duduk.
"Ah aku benci taman hiburan, terlalu ramai," jawab Haru.
"Tapi, aku suka. Dari dulu cita-citaku ingin mengajak orang yang aku suka date disana," jawab Fina mengeluh.
"Benarkah, jadi kamu menyukaiku?" Haru menggoda. Fina pun menganggukan kepalanya.
"Baiklah, kita pergi kesana," jawab Haru.
"Ahh... Benarkah? Asyik....!"
Melihat Fina segembira itu Harupun tersenyum.
"Mandilah duluan," ucap Haru.
"Siap...!" seketika Fina mepangkahkan kaki nya ke kamar mandi sembari menempelkan selimut di tubuhnya.
"Dasar bodoh," gumam Haru diiringi senyum kecil melihat tingkah Fina.
"Har...," Haru menelpon Har.
__ADS_1
Merekapun sudah tiba di taman hiburan, diantar Har.
"Aku benci taman hiburan, ramai sekali" keluh Haru.
"Hehehe, nanti kamu akan merasakan bagaimana asyiknya di sini," ucap Fina sambil menarik tangan Haru untuk mengantri memberli tiket.
Sepanjang antrian, para wanita tak henti melirik ke arah Haru, berasa di lucky day bisa melihat manusia tampan seperti Haru dengan perawakan tinggi putih, rambut sedikit ikal menutupi daun telinga dengan mata tidak sipit juga tidak besar, memakai pakaian santai celana pendek putih dengan kaos warna putih dan di padukan dengab kemeja berwarna biru laut tidak di kancing. Ditambah aksesoris jam tangan di tangan kanan nya dan gelang bulat warna coklat dan hitam tertali di tangan kirinya di tambah anting di kuping sebelah kirinya menambah kesan wow, membuat mata yang memandang tidak bisa berd
Kedip seolah kedatangan manusia blasteran surga. Jika perawakannya seperti Taehyung BTS yang tahu pasti bisa membayangkannya deh hehehhe.
Huh, kesal sekali kenapa kamu harus setampan ini dih, gerutu Fina kesal dalam hati.
"Ada apa?" tanya Haru yang heran dnegan tatapan Fina.
"Tidak ada," Fina memalingkan wajahnya dari Haru. Lalu Haru membalikkan wajah Fina ke arahnya dengan memegang dagu Fina.
"Jangan kesal seperti itu, aku hanya milikmu," ucap Haru sambil mendelikkan mata tidak suka pada wanita yang melihatnya kagum, membuat wanita-wanita tadi tertunduk.
Fina sesenang itu, di perlakukan Haru seperti itu terlebih di depan wanita yang dari tadi melihat Haru.
" Majulah, beli tiketnya antriannya sudah tidak ada sekrang giliran kita," ucap Haru.
" Baiklah," Fina pun membelikan tiket dengan hadiah stempel di tangannya dan tangan Haru.
"Ayo kita pergi," Fina seraya menarik tangan Haru untuk jalan.
Harupun menurut kemanapun Fina pergi.
"Apa tidak salah, aku tidak mau naik ini," ucap Haru setelah dampai di deapn kinci-kincir.
"Tapi aku mau naik ini, kan romantis kalau berdua smaa pacar snagat cocok," ucap Fina merengut.
Mata aharu tidak pernah lepas dari Fina, dia melihat Fina dengan sedikit geli dan tersenyum. Melihat tingkah Fina yang seperti anak kecil, memfoto disetiap sudut taman hiburan dari atad kincir-kincir. Tersadar kalau wanita di depan mereka terus melihati Haru, Fina pun memegang tangannya Haru dengan rasa jengkel. Tanpa di sadar Harupun menikmati suasana menaiki kincir-kincir itu, sampai tidak sadar ada 2 wanita genit yang sednag menatapnya sekarang.
"Kita naik lagi," ucap Haru ketagihan.
"Tidak usah, ayo cari mainan lain," Fina seraya memgang tangan Haru dan mencari mainan lainnya.
"Apa kamu sudah gila...! Aku tidak mau, kamu saja yang naik," ucap Haru dengan kesal.
"Tidak mau, aku amu naik ini ya ya ya,?" Fina merayu sambil menarik tangan Haru.
"Kamu saja yang naik, aku tidak mau" jawab Haru sambil menahan tangannya yang ditarik Fina.
"Ayo..., kamu bilang ini hari kita bersama kan? Aku bebas dong mau apa aja," ucap Fina.
Akhirnya Haru mengalah, walaupun di dalam hatinya berkecamuk dengan segala gerutuannya.
Hah..., aku tahu kalau Haru naik kuda putar ini gak akan ada yang mau melirik Haru. Secara masa pria tampan mau naik beginian, hahahahah ucap Fina dalam hati. Ternyata dia ingin naik kuda putar atau korsel kuda karena kesal dengan wanita yang melihati Haru terus.
"Hey, lihat pria itu, wah gagah sekali bak pangeran yang sedang menunggangi kuda," ucap wanita-wanita yang sedang menonton mereka.
Ternyata tidak, inipun tidak berhasil hiks, Fina kesal.
"Ah, aku lapar. Bisakah cari makan?" tanya Haru sambil melihat Fina dengan muka kesalnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Haru.
"Tidak ada, baiklah ayo cari makan?" Fina seraya menarik tangan Haru.
Mereka duduk di depan toko makanan....
"Ah panas sekali," Haru sembari membenahi rambutnya dan mengambil tisu di meja untuk mengelap muka dan lehernya yang basah karena keringat.
Fina membantu mengelap keringal Haru, membuat wanita sekitar mendelik tidak senang. Ada perasaan puas saat itu di bathin Fina melihat banyak wanita iri melihatnya dengan Haru. Karena dia merasa beruntung sekali telah mendapatkan Haru. Wanita mana yang tidak mau dengan Haru.
Seketika Fina terdiam muka yang tadinya ceria berubah menjadi sedih. Lalu buru-buru menutup raut mukanya dengan pura-pura mengambil buku menu yang ingin mereka pesan. Karena melihat Haru kecapean Fina berinisiatif untuk pergi memesan makanan.
"Sudah kamu pesan makanan nya?" tanya Haru kepada Fina yang baru saja datang membawa minuman dingin untuk mereka berdua.
"Iya sudah, ini minuman Haru. Lemon tea dingin dengan just alpukat," Fina sambil menyodorkan
"Apa ini higienis?" tanya Haru ragu.
"Percayalah, tidak akan apa-apa memangnya kamu fikir mereka yang ada disini makan dan minum sembaeangan tapi masih sehat dan segar saja, lagi pula inikan bukan jajanan pasar sudah pasti terjamin kebersihannya" ucap Fina berusaha menjelaskan.
Harupun meminumnya dan tak lama makanan yang mereka pesan sudah datang.
"Kamu senang hari ini?" tanya Haru.
"Tentu saja, tapi ada kesalnya juga" jawab Fina sambil merlirik ke arah wanita yang selalu memperhatikan Haru.
"kenapa?" tanya Haru. "Apa jalan denganku tidak membuatmu senang?"
"Bu...bukan begitu, aku hanya risih sekali dengan tatapan mereka kepada Haru. Itu karena kamu terlalu tampan," Fina mendengus kesal.
"Hahahaha..., baguskan kalau aku tidak malu-maluin," goda Haru.
"Memang, tapi aku yang risih dan takut," Gerutu Fina sembari memakan makanannya di meja.
Hari ini adalah hari terindah untuk Fina begitupun Haru, untuk pertama kalinya mereka jalan berdua dan bisa mengobrol tanpa ada ikatan kaku dan segan.
"Kamu, saat lulus nanti apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Har tiba-tiba.
"Awalnya, aku ingin menjadi wanita karir dan menjadi kaya raya. Menikahi orang yang kaya raya juga tampan bak pangeran," Fina di hiasi senyum genit di bibirnya.
"cih..., sekarang kamu sudah menikahi pangeran itu, lalu mau mu apalagi," Haru sembari memotong steak lalu memakannya.
Seketika jawaban Haru membuat Fina terdiam. Lalu melanjutkan makannya.
"Aku ingin bekerja, dan mendapat uang yang banyak" ucap Fina.
"Tidak boleh, kamu tidak boleh bekerja. Kerjamu cukup menyambutku datang saja," kata Haru.
"Memangnya kenapa kalau aku kerja,?" tanya Fina.
"Pokoknya tidak boleh, aku yang bertanggung jawab atas semuanya. Kalau kamu bekerja, harga diriku sebagai seorang laki-laki terasa di cabik-cabik. Lagipula kamu ini menikah dengan orang tertampan dan terkaya di negeri ini kan, untuk apalagi bekerja," Jawab Haru menyombong.
Bertahanlah sebentar lagi, aku akan membangun kembali perusahaan ayah supaya normal kembali, ucap Haru dalam Hati.
" Hehehe, baiklah baik tuan muda tertampan dan tertajir seantero negeri, " goda Fina.
__ADS_1
Aku harap bisa bersamamu terus. Gumam Fina dalam Hati.
*****