GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Cemburu lucu


__ADS_3

"Fin, besok kita belajar kelompok bersama Heri" pesan diterima Fina dari Lyla.


"Aku ada private les oleh Haru, maaf" balas Fina.


*****


"Maaf nona, tuan muda sudah menunggu nona muda untuk turun" ucap kepala manager hotel bintang 4 itu. Dan Fina pun turun, dilihatnya ada beberapa tamu yang duduk di meja makan panjang. Mereka langsung berdiri saat melihat Fina turun dan langsung menundukkan kepala mereka tanda hormat. Haru menunggu Fina di tangga terakhir.


"Duduklah," ucap Haru diikuti yabg lainnya.


Para tamu yang berada di meja menyambut satu persatu Fina dengan pujian-pujian yang mereka tuju kepada Fina.


"Saya harap kalian mulai bisa menghormati istriku dimanapun dan kapanpun kalian bertemu," ucap Haru.


"Maaf tuan mengenai perusahaan tambang di pulau xxx yang sempat tertutup apakah akan dibuka kembali? Karena sudah sangat tidak memungkinkan untuk bisa di buka kembali mengingat dengan penutupan masal pada waktu itu," ucap salah satu teman bisnis Haru.


"Kita akan buka dengan segala resiko, karena pertambangan disana belum mencapai target penghasilan," aku dan Har akan mengurus semuanya. Kalian cukup mencari data pada tahun dimana ayah ku dan para anggotanya kecelakaan dipesawat,"


" Sepertinya berkas-berkas dahulu tidka mungkin bisa diketemukan karena sudah sangat lama dan juga saya dengar bahwa ayah anda tuan besar membawa berkas semua ke dalam kapal, "ucap salah satu rekan kerjanya.


" Aku yakin pasti ada salinannya, ccari di setiap perusahaan semua datanya. Aku yakin ada orang dalam dalang dari semua ini," ucap Haru.


Fina sungguh tidak begitu mengerti dengan apa yang dimaksud dengan berkas dan hubungannya dengan perusahaaan dan apa yang sedang di bahas. Yang Fina tahu mereka sunggu snagat serius mengenai masalah ini. Hingga akhirnya pertemuan mendadak itu diakhiri dan mereka kembali ke negara mereka ada sebagian yang ikut menginap di hotel itu.


"Tuan semua sudah siap," ucap Har.


"Baiklah," Haru melihat ke arah Fina dan berdiri seolah Fina mengerti maksud dari suaminya itu, diapun ikut berdiri. Har membuka pintu mobil dan mempersilahkan Fina dan Haru masuk.


Mobil melaju di kecepatan standar, tidak pelan tidak juga cepat. Fina yang hanya meminum teh saja dia memgang perutnya karena lapar.


"Kau lapar?" ucap Haru.


"Tentu saja, aku belum makan malam," balas Fina kesal di balas dengan senyum kecil dari Haru.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Fina.


"Kerumah," jawab Haru singkat.


Entah rumah yang mana yang Haru maksud Fina pun tidak tahu karena terlalu banyak bangunan yang sudah disinggahi Haru dan Fina.


Mobil berhenti di rumah Haru, rumah mereka. Fina yang sudah setengah sadar dari tidurnya sedikit kaget dengan apa yang dia lihat.


"Ha...Haru,ini...?"


Haru tidak menjawab hanya menunggu Fina keluar dari mobil.


"Selamat datang nona muda," kepala pelayan rumah Haru menyambut Fina dan tuan mudanya.


"Ah iya pak, apa kabar sudah lama tidak berjumpa," kata Fina canggung lalu berlalu masuk di belakang Haru.


Tanpa menunggu aba-aba Haru menggeser kursi milik Fina biasa duduk lalu istrinya itu duduk, diikuti Haru yang juga duduk.


"Makanlah," ucap Haru.


"Fina pun makan malam bersama disana,"


Haru menaikkan tangannya lalu kepala pelayan menghampiri Haru.


"Rere ataupun Tesa tidak perduli jam berapa kemari, usir mereka."


"Baik tuan,"


Harupun mengajak Fina naik ke atas. Keruangan dimana mereka pertama resmi menjadi suami isteri.


Ada perasaan canggung yang Fina rasakan saat sudah berada di kamar itu. Posisi mereka masih di tempat yang sama, bahkan posisi bantal yang berada di kursi, Fina masih ingat itu bekas dia bersenderan di atas kursi sambil memainkan hp. Apa kamar ini tidak pernah di bereskan atau Haru memang tidak pernah tidur disisni? Pertanyaan itu terngiang di kepalanya.


Haru masuk ke kamar mandi tanpa sepatah katapun, dan Fina masih dengan menelusuri setiap sudut kamar dengan matanya.

__ADS_1


Disini, aku dan Haru pertama bertemu dan memulai semua sandiwara ini hingga akhirnya dia mengungkapkan yang sebenarnya. Disini juga tempat ciuman pertamaku hilang juga... Fina menutup mukanya dengan kedua tangannya, tak terasa air mata mengalir dari kedua pipinya.


"Sudah bernostalgianya?" Haru memeluk Fina dari belakang dengan rambut basahnya. Fina hanya diam dan tidak menjawab apa-apa. Dilihatnya ada tas nya yang dari kontrakan kakaknya.


"Tidak perlu lari semua akan terasa sia-sia, kita hadapi semuanya dan bicara baik-baik kepada paman" ucap Haru membuat Fina diam membeku.


"Aku sudah memperhitungkan semuanya, keluargamu termasuk kakakmu."


"Bagaimana dengan Tesa?" tanya Fina tiba-tiba.


"Memangnya ada masalah dengannya?" tanya Haru.


"Saat di taman bukan cuman aku yang melihat Tesa memeluk Haru, tapi juga Heri dan Lyla" ucap Fina ragu.


Haru melepaskan pelukannya lalu pergi mengambil remote dan menyalakan AC dan membaringkan tubuhnya diatas kasur yang sudah di ganti spreinya itu oleh para pelayan.


"Tidurlah," ucap Haru.


Fina mengerenyitkan dahinya dengan tingkah Haru karena tidak menjawab pertanyaan dari Fina.


"Aku tidur di sofa saja," sambil langkah kecil kesal Fina menuju sofa biasanya.


"Kenapa tidak tidur disini?" ucap Haru.


"Dari awal pertama datangpun aku mrmang sudah tidur disini bukan, jadi biarkan aku bernostalgia dengan semuanya. Rasanya kangen sekali tidur terpisah jauh dari tuan sombong dan jahat seperti Haru," ucap Fina panjang lebar. Haru hanya tersenyum melihat tingkah Fina.


" Kemarilah, jangan seperti anak kecil"


"Aku memang anak kecil, lalu kenapa kamu mau denganku?" ucap Fina yang semakin jadi kesalnya.


Harupun menghampiri Fina dan membaringkan kepalanya di paha Fina.


"Dia datang memintaku untuk melepaskanmu dan mengikuti perintah ayahnya dan pamanku, karena itu dia memelukku," ucap Haru.


"Memangnya harus memeluk dulu, dan apa maksud dsri semua pelukan itu. Apa Haru dan Tesa sudah berakhir hubungannya?" tanya Fina.


"Aku adalah isteri sahnya Haru, sudah menjadi kewajibanku untuk tahu suaminya dekat dengan siapa saja dan apa hubungannya dengan setiap wanita,"


"Aku takut sekali dengan ancamanmu itu, jangan ikat aku. Aku tidak suka," ucap Haru


"Sudah menjadi kewajiban seorang isteri untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dikerjakan duami tiap harinya,"


"Tadi aku ajak rapat saja lebih dari 20x kamu menguap, memalukkan sekali. Tidak lihat semua orang disana merasa kasihan melihatku seorang suami yang pekerja keras sedangkan isterinya hanya menguap dan ngemil saja tidak ikut memikirkan strategi perusahaan,"


" A...aku hanya seorang anak SMA. Mana ngerti anak sepolos diriku tentang hal yang seperti itu, "ucap Fina dengan sangkalannya.


" Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri, " Haru merapikan duduknya dan membalikkan tubuhnya ke Fina.


Fina entah kenapa mendengar kata-kata dari Haru matanya langsung berlinang, dan air matanya terjatuh silih bergantian di bagian sisi matanya. Haru memeluk Fina dengan erat.


" Aku tahu kehidupan yang kamu lalui sungguh berat, jadi ceritakan saja kepadaku semuanya hingga semua beban di hati dan pundakmu terasa ringan,"


"Jika aku cerita, aku takut kamu membunuh setiap orang yang aku tidak suka,"


"Memangnya jamu fikir aku ini orang psikopat apa?"


"Iya," jawab Fina.


"Hanya jika seseorang menyakitimu," jawab Haru.


Fina air mats deras mengalir dsri pelupuk matanya membanjiri baju piyama Haru.


"Maafkan aku, selama ini aku baru sadar dengan semuanya. Jangan pernah mrnyimoannya sendiri, karena hatiku terasa sakit melihat mata pura-pura bahahiamu itu."


"Lalu bagaimana dengan Tesa?" sembari sesegukkan Fina bertanya.


"Aku akan membunuhnya jika sekali lagi dia menyakitimu. Kupastikan tanganku akan kotor oleh darahnya,"

__ADS_1


Mendengar perkataan itu, seketika bulu kuduk Fina merinding. Dan menjauhkan diri dari Haru.


"Kau takut?"


"Hmm," jawab Fina.


"Tapi, aku lebih takut lagi jika harus kehilangan Haru," jawab Fina.


"Benarkah?" tanya Haru tidak percaya. Tangannya bergerak ke dalam baju Fina. Fina sudah memposisikan dirinya untuk bisa dicium Haru. Tapi Haru hanya mengucap dahi Fina.


"No kiss, no body. Sebelum kamu mendapatkan nilai bagus," ucap Haru lalu pindah berbaring ke atas kasur dan menepuk nepuk kasur.


Dengan sedikit kesal Fina pindah dan tidur membelakangi Haru.


"Tidak sopan membelakangi suamimu," goda Haru.


"Aku bahkan tidak merasa punya suami," ucap Fina kesal dari balik punggungnya.


"Lihat kemari," rayu Haru.


"Tidak mau," Fina mengambil selimut dan menutupi tubuhnya tanpa bergerak berbalik ke arah Haru.


Haru hanya tersenyum melihat tingkah Isterinya itu, entah kenapa membuat Fina marah merasa membuatnya bahagia. Diambilnya remote AC dan menurunkan suhu AC nya ke angka 8. Fina pun tidak kuat dingin dan membalikkan tubuhnya ke arah Haru dan memeluk Haru.


"Dingin?" tanya Haru.


Fina tidak menjawab hanya semakin erat memeluk Haru.


"Ah aku kalah," kata Haru sembari mulai bergrilya dengan tangannya ke tubuh isterinya itu, hingga tercipta lagi kehangatan cinta yang mereka ukir dikamar itu.


*****


Dikantor tempat Haru.


"Jangan lakukan ini, bagaimana aku bisa konsentrasi," ucap Fina.


"Kau duluan yang menggodaku," balas Haru.


"Aku tidka menggoda Haru," kata Fina sambil gemeteran memegang bolpoinnya.


"Kerjakanlah, akupun tidak ngoceh terus," ucap Haru yang masih asyik dengan petualangannya di tubuh isterinya.


"Tuk...,sebuah buku di pukulkan ke kepala Haru.


" Ah sakit, apa yang kamu lakukan" teriak Haru kesal sambil memegang kepalanya.


"Dasar guru mesum, ini sekolah. Apa tidak kasihan melihat Fina yang bajunya sudah tidak beraturan begitu, apanya private les dasar mesum" ucap Rere dan berlalu pergi dari kantor Haru.


Fina pun merapihkan pakaiannya karena malu oleh Rere. Haru menghadang tangan Fina yang sibuk membenahi pakaiannya.


"Sekali, ya?" dengan wajah memelas Haru memohon.


"tidak mau, ini sekolahan. Tidak lihat barusan bu Rere bagaimana," ucap Fina.


Haru beranjak pergi dan menutup pintu kantornya dna menguncinya. Lalu kembali ke arah Fina dan menggendong Fina ke meja. Fina yang tahu maksud dari Haru hanya bisa pasrah, karena menolakpun percuma. Namanya laki-laki, status suami akan jadi alasan kuat Haru untuk menepis semua penolakkan Fina.


"Jangan lama-lama ya, aku harus makan lapar," ucap Fina.


"Aku akan undur jam masuk sekolah biar kamu bisa makan dulu," gurau Haru.


"Bodoh," ucap Fina dan merapikan rambut Haru.


Haru mengambil remote dari atas meja sebelah kiri nya dan memencet tombol hijau membuat gordennya tertutup otomatis.


Ciuman hangat dari haru dimulai, dan tangan Haru mulai melancarkan aksinya membuat Fina sedikit merintih . Apa boleh buat namanya juga suami isteri yakan bebas dimanapun hehehe...


(Maaf ya banyak adegan seperti ini karena bagaimanapun juga mereka sudah menikah. Rasanya aneh jika tidak dibumbui oleh kemesraan yang nyata hihihi)

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2