GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Pernikahan


__ADS_3

"Har, suruh pelayan wanita menyiapkan air panas dan kebutuhannya," Perintah Haru.


Haries adalah nama sekertaris sekaligus kaki tangannya Haru. Apapun yang terjadi tidak pernah bisa luput dari pengawasannya.


Apalagi segala sesuatu yang berhubungan dengan Haru, tuan mudanya. Haries akan turun tangan langsung dan ikut campur untuk membereskannya.


"Baik tuan, " sekertaris Har menundukan kepala sambil berlalu.


"Fina benar-benar tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya sekarang."


Pak Har sekarang dihadapanku. Dan apa apaan pelayan tadi memanggilnya apa? Tuan?. Apa aku tidak salah dengar. Fina dalam hati.


"Pak Haru, kenapa anda...," belom selesai Fina meneruskan bicaranya, Haru sudah mendekati Fina.


"Berani sekali kau memanggilku dengan sebutan Pak dirumah ini...!" Tegasnya sambil memegang dagu Fina.


"Mulai sekarang kau adalah budakku. Besok adalah pernikahan kita, jadi bersiaplah."


" Apa...!" tunggu dulu, apa yang baru saja dia bilang, menikah..? Apa itu menikah?, bukannya kak Herman bilang hanya menjadi pelayan dirumah ini, kenapa jadi menikah. Fina bingung sendiri.


" Tunggu dulu pak Har. Ma, maksud saya Tuan," Haru berhenti dan berbalik.


"Bu, bukankah aku disini hanya sebagai pelayan saja, lalu kenapa harus menikah?," Tanya Fina yang masih bingung.

__ADS_1


"kakak bodoh mu itu memberikanmu kepadaku untuk menjadi budak yang patuh termasuk mengikatmu dengan pernikahan," balas Haru dengan senyum sinisnya.


"Kau tau berapa uang yang harus kakak bodohmu itu kembalikan padaku?, tidak akan cukup untuk membeli 5 rumah besar di kota ini," Haru berkata, dengan sorot mata yang tajam dan dingin.


" Lagi pula kau harus patuh kepadaku, apapun yang aku mau kamu harus menurut tanpa membantah sedikitpun.


"Mengerti!. "


Apa bagaimana bisa kakak berurusan dengan orang menakutkan seperti dia.


" Ijinkan saya bertanya tuan, kenapa anda menjadi seorang guru di SMA Wijaya atau anda punya saudara yang mirip dengan anda?."


" Hahhahaha, apa kau bodoh!..,"dia berkata sambil berlalu meninggalkan Fina yang masih syok.


Dia benar-benar bukan pak Haru yang ku kenal, Dia orang lain. Cara bicara dan tatapannya begitu dingin jauh berbeda dengan pak Haru yang hangat dan ramah. Yah, mungkin yang mirip dengannya. Fina memaksa dengan Fikirannya.


"Besok nona ada acara pernikahan dengan tuan muda, nona tidak boleh kelihatan lelah."


"Tunggu dulu, pak saya mau bertanya." Fina mendekat,"Apa dia itu pak haru yang menjadi guru di SMA Wijaya? Apa statusnya, bagaimana bisa dia memiliki rumah sebesar ini, dan anda itu siapa, apa bodyguardnya?" Pertanyaan beruntun ditanyakan kepada pelayan itu.


"maaf nyona saya hanya bisa menjawab yamg penting nona ketahui saja.Tuan muda adalah pemilik perusahaan Wijaya group termasuk sekolah yang nona tempati sekarang.Tuan muda adalah putra Tunggal dari keluarga handoko wijaya, dan saya adalah sekertaris tuan muda nama saya Haries,Panggil saja saya dengan nama Har." jelasnya panjang lebar


" Jadi dia sebenarnya... "

__ADS_1


"Mari saya antar ke ruangan anda nona," sambil mempersilahkan Fina.


"Silahkan masuk nona," sekertaris Har mempersilahkan Fina masuk ke kamar yang sudan disediakan.


Masih dengan takjub, Fina masuk melihat ruangan yang begitu mewah dan megah dikamarnya.


"Ya tuhan apa aku sedang bermimpi berada di tempat seperti ini. Apa Benar pak Haru itu adalah putra tunggal Handoko wijaya?" Tanya nya dalam hati.


" Ah entahlah," Fina pergi mandi dan istirahat karena hari ini air mata dan tenaganya banyak sekali terkuras.


Kakak, awas saja kau. Kau benar-benar jahat dan tega membiarkan adikmu menderita disini. Fina sambil merebahkan diri di kasur.


" Ah empuk sekali kasurnya, nyaman sekali tidur disini. Hey mimpi, cepatlah berlalu," Fina bergumam sampai terlelap.


****


"Nona bangun... " suara seseorang terdengar ketelinga membuat Fina terbangun.


"Ah benar ternyata bukan mimpi."


" selamat pagi nona."


" Semua sudah dipersiapkan, 4 pelayan untuk melayani dan mengurus semua yang di perlukan nona. Kalau begitu saya permisi, jika nona membutuhan sesuatu tinggal panggil saya saja atau telfom saya di telfon darurat."

__ADS_1


"Hari ini adalah hari terakhir masa lajangku. Aku memang pernah berfikir ingin menikah dengan pak Haru, tapi bukan begini ceritanya," Fina sambil menghela nafas.


Bersambung.....


__ADS_2