GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Di UKS


__ADS_3

Seminggu sudah Fina menjalani tugasnya sebagai murid di pagi hari dan sebagai pegawai di toko roti. Cukup memakan waktu, tenaga dan fikirannya.


Hari ini Fina kesekolah seolah tidak bergairah, rasa lelah sudah mulai hinggap pada dirinya. Dia meletakkan tas nya di bangku dan kemudian duduk lalu menyilangkan kedua tangannya di atas meja, dan menaruh sebagian wajahnya ke kedua tangannya.


" Fin,.." sapa Lyla yang ternyata sudah ada berdiri di depan Fina.


" Hmm...," jawab Fina.


" Kelihatannya kamu sedang tidak bergairah, apqkah kamu sedang sakit?" tanya Lyla.


" Tidak, aku hanya akhir-akhir ini kurang tidur."


" Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Lyla lagi meyakinkan karna memgang tangan Fina yang sedikit hangat.


" Iya tidak apa-apa, aku hanya kecapean. Mungkin karna akhir-akhir ini aku tidak cukup tidur," pungkas Fina yang masih dalam keadaan menundukkan wajahnya di atas kedua tangannya yang ditaruh di meja.


Teng ... teng... teng..., suara lonceng pun berbunyi menandakan waktunya masuk ke kelas masing-masing. Lyla pun sedikit menunjukkan rasa khawatirnya dan masih terdiam di depan bangku Fina.


" Kamu yakin tidak apa-apa. Fin,?" tanya Lyla memastikan. " Atau mau aku panggilkan Heri?" Lyla menyarankan agar memberitahu Heri ketua osis. Tapi, Lyla menggelengkan kepalanya dan menahan tangan Lyla.


" Sudah waktunya masuk kelas, sebaiknya kamu cepat ke kelas sebentar lagi guru akan datang, " ucap Fina untuk mengakhiri percakapannya dengan Lyla.


" Tapi...," Lyla memasang wajah ragu.


" Nanti setelah jam belajar pertama selesai aku akan izin ke UKS untuk istirahat sebentar," jawab Fina memastikan.


" Bener yah? " tanya lagi Lyla untuk meyakinkan.


" Iya, tidak usah khawatir." jawab Fina. Lalu Lyla pun beranjak pergi ke kelas nya sambil menatap Heri dan juga melirik ke arah Rian. Sayangnya Heri sedang sibuk akan rapat untuk mempersiapkan kegiatan pelulusan yang akan diadakan sebentar lagi. Lalu Rian sedang asyik bersama teman-temannya bersenda gurau.

__ADS_1


Saat jam pelajaran kedua selesai, dirasa Fina tidak sanggup. Saat waktu istirahat sudah tiba, Fina lebih memilih menuju UKS untuk beristirahat. Sebelumnya ia bertemu Lyla dan mengatakan kalau Lyla akan pergi ke kantin dan membawakan sesuatu yang bisa dimakan untuk Fina.


Sampai sudah Fina di depan UKS, dia pun membuka pintu. "Sret...!" Tetiba tubuh Fina membeku saat didapatinya Haru berada di dalam sedang dengan Guru UKS. Kebetulan guru UKS nya adalah seorang wanita bu Susi namanya. Perempuan yang cukup di gandrungi oleh para guru yang ada di sekolah Fina.


Terlihat Haru sedang menebar senyum dengan bu Susi, dan bu Susi pun sama halnya dengan Haru.


" Ah, Haru... bagaimana ini, aku melangkah saja. Sepertinya mereka sedang bersenda gurau. Ya, keliahatannya mereka asyik sekali dan enjoy tanpa beban. Haru, Secepat itukah kamu melupakanku? Apakah selama ini tidak sedikitpun membekas kesan saat dulu bersamaku" langkah demi langkah Fina terasa semakin berat, tapi memaksakan untuk menuju tempat peristirahatan di kasur yang di sediakan.


"Oh, Fina... kamu ada apa kemari. Apa kamu tidak apa-apa?" samar-samar suara bu Susi menggelitik telinga Fina. Tapi, Fina tak menghiraukannya hanya satu tujuan Fina untuk sampai ke kasur ke tempat ia bisa istirahat. Sedang nu Susi dan Haru hanya melihat Fina dengan Heran, sesekali bu Susi melihat ke arah Haru.


Fina terus berusaha berjalan, tapi semakin berat terasa langkahnya. Tetiba Haru sudah berdiri tegak di depan Fina. Fina pun sadar akan Haru, tapi ia masih berusaha meneruskan langkahnya yang sangat berat. Mata Fina menatap ke arah Haru dengan wajah yang menyedihkan Fina berjalan.


" Kau, kau, kenapa seperti ini kepadaku. Kenapa mempermainkan perasaanku, sudah tidak inginkah kau bersamaku lagi. Sebegitukah kau membenciku sampai tatapanmu terhadapkupun sangat dingin, bahkan kau tidak ingin sama sekali menatapku." gumam Fina dalam fikirannya.


Kemudian " Brukk..! " Fina terjatuh, pingsan. Haru menggendong Fina lalu menidurkannya di tempat tidur yang tersedia.


***


"Aah..., sudah mau malam. Bagaimana ini, aku harus kerja. Kenapa Lyla tidak membangunkanku," gerutu Fina kesal.


" Srett..!" pintu UKS terbuka dan Haru pun masuk mendekati Fina.


" Ah, maaf a, aku akan pulang. Mohon maaf karena ini sekolah jadi belum tutup," ucap Fina dengan sangat menyesal dan mencoba membuka infusannya. Tangan Haru memegang pergelangan tangan Fina yang berusaha membuka handsaplast yang menempel diantara selang infusan dan kulit tangan Fina.


" Infus nya belum habis," ucap Haru singkat.


" Oh, tidak apa-apa sekarang aku sudah baikan kok," balas Fina dengan sedikit canggung.


" Habiskan dulu infus nya hanya tinggal beberapa menit saja, dan minum obat ini." Ucap Haru sembari memberikan obat kepada Fina.

__ADS_1


Suasana hening sejenak, Fina dengan suara jantung yang tidak karuan. Karena Haru baru sekarang mau mengajak ia ngobrol walau hanya singkat saja kata-katanya. Fina sedikit merasa salah tingkah, dan canggung. Cukup lama suasana hening, Fina melihat Haru yang sedang duduk sambil membuka-buka buku yang entah buku apa, dengan duduk santai dengan posisi kaki diatas meja seperti kebiasaannya sebelumnya.


" A,aku harus pergi." Fina melepaskan infusan yang dirasa sudah habis lalu meminum obat yang di berikan Haru. Lalu pamit kepada Haru.


" A,aku pergi dulu, " Fina berlalu menuju pintu. Saat Fina sampai dipintu dan berusaha membuka pintu UKS, ternyata pintunya tidak bisa dibuka.


" Cekrek...! Ke,kenapa tidak bisa di buka. Apa pintunya rusak," fikir Fina sambil sesekali melirik ke arah Haru yang masih santai membuka-buka bukunya.


" Kenapa," Suara terdengar di balik punggung Fina.


" Anu, euh... pintu nya.."


Haru mengeluarkan sebuah kunci yang ternyata kunci pintu UKS. Fina yang melihat itu langsung terbelalak matanya dan sedikit dikerutkan keningnya.


" Aku mau keluar, aku harus pergi. Tolong bukakan kuncinya," Fina memohon.


Haru hanya menatap Fina tanpa berkata apa-apa. Posisi tubuh mereka semakin dekat, perasaan Fina tidak karuan saat itu.


" To, tolong kuncinya," Fina membuka telapak tangannya pertanda meminta kunci pada Haru.


Dibukanya pintu oleh Haru, Fina pun segera melangkahkan kakinya. Tapi terhalang karna Haru dengan sigap memegang baju Fina.


" Aku antar, " ucap Haru.


"A, apa... ah tidak usah. Aku bisa pulang sendiri" jawab Fina yang kaget mendengar Haru akan mengantarnya ke tempat tinggal Fina saat ini..


" Tidak perlu mengantar, sungguh aku bisa pulang sendiri,henhe" jawab Fina.


" Haru memegang tangan Fina dan menariknya dari ruang UKS lalu pergi...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2