GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Fina mengeluh


__ADS_3

Semakin hari cinta Haru dan Fina semakin bertumbuh, cinta mereka sedang bergejolak. Tidak dibutuhkan kata-kata untuk saling mengerti bagi Haru dengan perbuatan nya selama ini kepada Fina sudah cukup membuktikan rasa sayangnya kepada Fina. Tapi tidak dengan Fina, segala apapun butuh dengan bicara dengan segala gombalan, seperti halnya saat Haru menyatakan rasa cintanya kepada Fina. Bagi Fina itu adalah pembuktian yang nyata. Akhir-akhir ini Fina sering sekali memikirkan hal yang sulit di ungkapkan Haru tapi sangat penting untuk Fina.


"Hey..., kenapa melamun?" Lyla meletakan minuman yang sudah dia beli. Ternyata Fina sedang menikmati liburan sekolahnya setelah sekian lama dan liburan bersama Lyla, tentu setelah minta ijin kepada Haru dengan berbagai rayuan baru diijini.


"Eh...aku tidak melamun kok, heheh" jawab Fina sembari mengambil minumannya, 7 up di campur dengan irisan lemon.


"Memangnya aku bodoh apa. Bisa tidak tahu kalau temannya melamun," Lyla sambil mengunyah kentang goreng nya.


"Huff...," Fina membuang nafas.


"Jadi kamu gak mau cerita nih sama temenmu sendiri?" lyla mendelikkan matanya.


"Aku malu ngomongnya, mungkin bukan sesuatu yang penting untuk Haru, tapi rasanya penting untukku," Tangan Fina sambil mengaduk-aduk minumannya.


"Memangnya ada apalagi kamu fengan pak Haru, apa kalian bertengkar?" Tanya Lyla penasaran.


"Aku jadi ragu apa benar dia mencintaiku atau nggak...," Helaan nafas Fina terdengar agak berat.


"Aarrrghhh..., aku penasaran jangan bertele-tele cepet cerita," kata Lyla.


"Tapi janji jangan tertawa, yah?" Fina memohon.

__ADS_1


"mmm...," Lyla pun mengangguk serius dan mendekatkan telinganya ke bibor Fina, lalu Fina pun berbisik kepada Lyla.


"Uwahahahah....!" Lyla mendelak tawanya terbahak-bahak seolah menemukan hal yang lucu.


"Harusnya aku tidak kasih tahu kamu tadi, biarkan saja kamu mati penasaran" Fina kesal.


"Maaf, maaf. Habis aku tidak bisa tertawa sama sekali. Maaf ya," Berulang kali Lyla meminta maaf kepada Fina dengan tawa yang tidak bisa di tahan oleh Lyla.


"Aku sedikit kaget sih, jadi selama ini pak Haru yang tampan rupawan bak pangeran. Dengan segala kekayaan, kepintaran, sekaligus menakutkan itu, lalu menikah denganmu yang lamanya hampir 2 tahun. Dia sama sekali belum melakukannya kepadamu?, aku benar-benar kaget sekaligus merasa lucu," Lyla yang berusaha menahan tawanya tapi tidak bisa.


" Sudah jangan tertawa terus bisa nggak sih, bukannya ngasih solusi kepada temannya yang lagi galau malah ngetawain, huh... " ucap Fina kesal.


" Iya maaf-maaf, nih aku berhenti tertawanya yah,"Lyla meledek.


"Ceritain pengalamanmu pacaran dengan orang jepang itu, apa saja yang sudha kalian lakukan dan lalui selama hubungan, " Fina penasaran.


"Jangan sebut lagi orang jepang, aku kan sudah bilang, kalau aku sudah putus 1 bulan yang lalu dengannya," jawab Lyla.


"Maaf, tapi aku bukannya niat mengungkit masa lalumu. Cuman mau tahu kamu selama pacaran dengannya," lalu Fina mengambil kentang goreng di meja.


"Sebenarnya aku males cerita. Tapi, ini demi kamu aku cerita yah," Lyla melihat Fina mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


"Aku pertama kali bertemu dengannya tgl 02 bulan juni saat kelanikan kelas 1 ke kelas 2 kemarin, saat aku marahan denganmu," Lyla. Mulai bercerita.


"Bukan itu yang ingin aku dengar, iih.." gerutu Fina.


"Hehehe, baiklah aku tahu," Lyla sambil mencubit pipi Fina karena gereget.


"Mungkin untuk jaman dulu terasa sangat tabu berpacaran. Bayangkan hanya berpacaran saja, orang tua dahulu sangat bisa memarahi, menghukum bahkan menjodohkan. Beda dengan jaman sekarang, sudah hal yang lumrah tentang pacaran, apa itu pacaran, bagaimana mendeskripsikannya, bangaimana caranya. Tanpa di beritahupun mereka sudah tahu dengan sendirinya,"Lyla sambil sesekali melihat ke arah Fina. Ada perasaan ingin kembali tertawa dalam hati Lyla, melihat wajah Fina yang begitu polos mendengarkan ceritanya. tapi takut menyakiti perasaan Fina, makanya diurungkan. Lyla pun mulai melanjutkan ceritanya.


"Seperti yang kamu. Bilang tadi, tentang hubunganmu dengan pak Haru. Aku benar-benar kaget dengan ceritamu. Karena selama ini, selama aku hidup baru mendengar kalian berhubungan bahkan menikah tapi tidak melakukan itu," jawab Lyla.


Fina tersipu malu sekaligus kesal dengan perlakuan Haru kepadanya selama ini.


"Identiknya ketika 2 sejoli yang sudah dewasa memutuskan untuk menjalin hubungan, pasti akan menjalani ke fase itu, sebagai bukti tanda cintanya terhadap pasangan. Tapi tidak dengan pak Haru, ada apakah gerangan? Apakah dia benar mencintaimu, menyayangimu? dan kamu tanya kepadaku? Mana aku tahu. Coba kamu sendiri tanya pada pak Haru," tegas Lyla.


" Mana mungkin hal seperti itu aku tanyakan, itukan memalukan sekali. Jangankan untuk menanyakan hal itu, saat 1 hari dia tidak mengecup keningku saja aku bertanya2 dan tak berani tanya. Apalagi ini masalah hubungan, hiks, " Fina dengan keputus asaan.


"Tidak ada cara lainkan selain harus bertanya dan min ta penjelasan?" Jelas Lyla.


"A...aku akan coba bertanya," kata Fina.


"Hehe...gitu dong, kan kalian sudah menikah dna itu wajib seorang isteri menuntut hak nya," Jelas lagi Lyla.

__ADS_1


Sepanjang liburan Fina dan Lyla, mereka terus membahas masalah Haru. Sepertinya Haru akan meras apanas kupingnya karena di omongin terus


Bersambung....


__ADS_2