
1 minggu sudah lamanya, Fina bersembunyi dan menenangkan diri. Sementara menjauh dari teman-temannya, dari ibu dan kakaknya, dan juga dari orang yang mungkin paling tidak ingin ia jumpai dikehidupannya lagi.
"Aku harus benar-benar bisa melalui ini semua. Aku harus kuat," gumam Fina.
Fina berjalan melwati lorong demi lorong di sekolah sembari mengumpulkan keberanian. Membayangkan apa yang akan temannya tanyakan ketika bertatap muka dengan nya dan jawaban apa yang akan dia berikan, dia sendiri tidak tahu.
"Bukk...!" sebuah pukulan kecil di pundaknya membuat Fina sedikit terperanjat dalam lamunan nya.
"Dari mana saja kamu ini, aku mencarimu menelponmu, bahkan mengirim pesan kepadamu tak ada satupun yang di balas !" ketus Lyla sembari tangan nya yang tidak kunjung lepas dari bahu Fina.
"Maaf, kemarin aku tidak masuk karna pergi menengok ibu dan adik-adik, hehehe." jawab Fina.
"Kau...!" belum selesai Lyla membalas Heri datang dan langsung menyeret Fina ke dalam kelas.
"Duduklah..." ucap Heri pada Fina lalu di turuti perintahnya Heri oleh Fina.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Heri yang juga ikut duduk di depan bangku uang Fina duduki.
"iya, memang ada apa?" tanya Fina balik dengan kepura-puraanynya.
__ADS_1
Lonceng sekolah berbunyi tanda dimulainya pelajaran.
Fina yang salting dengan Heri yang terdiam dan melihat ke arahnya secara seksama membuat Fina sedikit menelan ludah nya. Guru mata pelajaran pun masuk dan dimulai pelajaran pertama, Heri pun kembali duduk di bangku nya dan mulai berkonsentrasi belajar.
***
Suara lonceng kedua berbunyi tanda waktunya istirahat. Heri bergegas menarik tangan Fina sehingga membuat barang Fina untuk belajar sebagian terjatuh. Saat Heri hendak mengajak Fina pergi, Rian menahan tangan Fina.
"Eh..., Rian" ucap Fina dan Heri pun menoleh ke belakang.
"Lepaskan...," ucap Heri dengan serius.
"Bukan urusan mu," mata Heri sedikit melotot.
Heri maupun Rian sama-sama tidak ingin melepaskan tangan Fina, mereka sama-sama memegang tangan Fina. Fina yang kesakitan sedikit mengerenyitkan alis dan bibir nya. Rian pun akhirnya mengalah dan melepaskan Fina. Tak menunggu lama Heri pun sesegera mungkin membawa Fina keluar dari kelas.
"Eh...! kemana Fina?" tanya Lyla yang terheran tidak melihat temannya itu di kelas, padahal dia ingin mengajak Fina istirahat bersama.
" Rian, kau tau Fina kemana?" tanya Lyla.
__ADS_1
Rian mengankat kedua bahu nya tanda tidak tahu bahwa temannya itu kemana. Lalu Lyla pergi dan Rian membantu membereskan barang ke dalam tas nya Fina, dilihatnya ponsel Fina tertinggal.
***
"Kau tidak apa-apa?" tanya Heri memulai percakapan.
"Aku tidak apa-apa," jawab Fina.
"Kenapa ke sekolah tidak bareng dengan pak Har?"
"Oh... itu tadi, aku sedang ingin pergi sendiri jadi aku duluan pergi." kelik Fina tak berani menatap Heri.
"Lalu, kenapa pak Har tidak masuk hari ini?" tanya Heri lagi membuat Fina terbelalak tak mampu menjawab.
" Euh, anu..."
"Ketua...!" Panggil salah satu murid membuat Heri menoleh. Ternyata jam istirahat ada rapat ketua osis dan juga anggotanya untuk mempersiapkan acara kelulusan kelas 3. Heri pun pergi tanpa pamit dulu dan meninggalkan Fina begitu saja.
Fina yang merasa terjepit dengan pertanyaan Heri merasa lega karna dewa penolong seolah membantu nya keluar dari masalah. Fina pun kembali ke kelas dan mencari Lyla untuk mengajak nya ke katin sekolah bersama.
__ADS_1
Bersambung...