
" Kau fikir aku orang bodoh, jangan kau kira aku tidak tahu!" Seorang laki-laki tua tersungkur di lantai kantor.
" Maafkan saya tuan, jangan penjarakan saya. Saya hanya mengikuti apa yang di perintahkan," laki-laki itu tertatih memohon belas kasihan dari seorang pria yang sedang duduk di kursi.
"Jangan harap aku bisa berempati terhadapmu, sekali kau berkhianat di perusahan kami, aku tidak akan pernah memaafkannya," lelaki itu berkata.
Pria yang sedang duduk di atas kursi itu adalah Rian. Ya dia Rian, adalah sodara angkatnya Haru.
***
flash back
"Hari ini cuaca begitu mendung, sepertinya akan turun hujan," ibu Haru melihat ke arah jendela kaca melihat cuaca yang begitu tidak bersahabat.
"Haru ayo ikut ibu ke sekolah," ajak ibu Haru yang melihat anaknya selesai les privat. Setelah guru les Haru pamit pulang, merekapun pergi kesekolah.
"Kenapa sore-sore ke sekolah,bu." Tanya Haru yang masih menjadi tuan muda kecil. Mereka kini sedang berada di mobil. Saat itu hujan gerimis mulai turun.
Supir atau ayah Sekertaris Haris pada saat itu memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah. Kemudian ibu Haru pergi masuk ke kantor untuk mengambil berkas dengan Haru.
__ADS_1
"Bu, itu ada apa gerak-gerak" tanya Haru sembari menunjuk ke arah luar kaca jendela kantor yang mengarah ke arah taman belakang. Ibu Haru pun menegok ke arah yang di tunjuk anaknya itu. Ibu Haru memperhatikan apa yang ada di keranjang buah tertutupkan kain tipis itu. Ibu dan Haru pun pergi ke belakang untuk memeriksanya. Kala itu hujan sudah semakin deras turun, betapa kaget nya ibu Haru saat yang di jumpainya adalah seorang bayi. Dia hanya beralaskan selimut tipis di basahi air hujan. Anak itu menangis kencang, ibu Haru pun buru-buru menghendongnya dan masuk ke kantor laku menelpon ayah Haris untuk menjemputnya di ruang kantornya.
Ibu Haru langsung memanggil perawat beserta dokter. Ternyata setelah di periksa anak itu cukup banyak memakan air hujan sehingga bayi itu tidak berhenti menangis karena kembung. Akhirnya bayi itupun do tangani oleh ahlinya, beruntung ibu dan ayah Haru keluarga terpandang jadi bisa memanggil dokter khusus keeumahnya dan dirawat dirumahnya.
Ayah Haru pun datang dan menanyai kabar tentang bayi yang di temukan di taman belakang sekolah. Mereka pun mengadopsi dan mengangkat bayi itu menjadi anak mereka yang diberi nama Sisi yang menjadi adik angkat Haru ibu dari Rian keponakannya.
Haru dan Sisi tumbuh bersama,betapa Haru menyayangi adiknya itu. Mereka saling menjaga satu sama salin hingga dewasa. Sampai Sisi menikah atas saran paman Haru untuk menjaga silaturahmi antar perusahaan widjaya group dengan perusahaan lain, Sisi di jodohkan oleh paman Haru. Ayah Haru kala itu sangat menghormati kakaknya itu,karena itu ia meng iyakan pernikahan itu. Sampai pada suatu hari Sisi datang ke sekolahan yang Haru kelola lalu pergi ke kantor dan menangis memeluk Haru. Disana lah Fina melihat Haru di peluk oleh wanita itu, itu adalah Sisi adik angkatnya.
Suami Sisi bukanlah orang baik,ia mengadu pada Haru apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangga Sisi. Tapi ayah Haru segan terhadap paman karena itu ayah Haru masih mencoba merayu Sisi untuk bertahan. Sampai pada akhirnya ayah Haru dan ibu Haru meninggal dalam tenggalam nya kapal. Saat itu juga Sisi mengambil keputusan untuk memutuskan hubungannya dengan suaminya. Sampai pada suatu hari suaminya Sisi mengancam akan mengambil Rian darinya, Sisipun tak tahu harus bagaimana kemudian datang kepada Haru dan Hatu memerintahkan sekertaris Har untuk pergi dengan Sisi ke luar negeri dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjatuhkan atas nama perusahaan widjaya grup. Sampai semua bukti terkumpul, kenapa widjaya group banya menjuat sebagian asetnya adalah hasil dari money loundry suaminya Sisi.
****
"Aku tidak akan seperti pamanku yang memiliki belas kasihan. Aku di didik tidak seperti itu, hidup dan matiku akan ku serahkan hanya untuk Widjaya grup dan melindungi pamanku," Kata Rian dengan tatapan dingin yang mengintimidasi seolah tak ada rasa iba sedikitpun.
"Jangan tuan, saya mohon!" bodyguard pun membawa lelaki tua itu dari hadapan Rian.
"kring kring kring..." seseorang menelpon dan pelayan memberikan telpon itu kepada Rian.
"Ah, iya paman ada apa, bertemu? oke dimana?" ternyata Haru menelpon Rian.
__ADS_1
***
Mereka duduk di sebuah cafe ketika di dapatinya Rian sedang duduk menunggu pamannya yakni Haru. Tak lama Haru pun datang mencari Rian setelah dilihatnya Rian sedang duduk menunggu, Haru mendekatinya Rian yang sadar akan kedatangan paman ke sayangannya itu menyambutnya dengan senyum lebar dan berdiri lalu menundukkan kepalanya tanda hormat.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Haru.
"Baik,paman." jawab Rian, raut wajah Rian tak bisa di sembunyikan atas kegembiraanya di datangi pamannya itu. Karena Haru sudah lumayan lama tidak berkunjung ke rumah ibunya Rian.
"O,ya paman ada apa memanggilku," tanya Rian.Sikap Rian saat bertemu klien,atau orang selain daripada Haru sangatlah dingin bahkan dengan paman keluarga paman Haru sekaligus. Beda jika saat Haru yang berada di dekatnya.
"Jangan panggil aku paman, kesannya seperti aku sudah tua saja." Jawab Haru yang sedikit badmood mendengar Rian memanggilnya begitu.
"Memang kamu paman kan? hahahha," Rian tertawa saat meledek Haru. Haru melihatnya hanya memalingkan wajahnya dengan bete.
"Bantu aku untuk mengatasi semuanya," perintah Haru.
"Aku akan selalu siap membantumu,katakan saja apa yang harus aku lakukan," tanya Rian penasaran.
Haru meminta Rian untuk berpura-pura menjadi anak baru di sekolahan Haru. Dan menjadi pemantau Fina selama Haru tidak berada di sampingnya. Selain itu juga Haru menceritakan semua kronologi kejadiannya.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya Rian pun menyetujui permintaannya Haru untuk bisa terus menjaga Fina,memantau setiap kehidupannya.
Bersambung...