
***
[ Fin, bagaimana keadaanmu, nak? ibu kangen. Apakah nak Haru masih sibuk sehingga belum bisa mengajak kamu main kesini? ]. Sebuah pesan di terima Fina dari ibunya. Memang sudah cukup lama Fina tidak mengunjungi ibunya setelah pindah rumah waktu itu dan sampai sekarang belum datang lagi untuk melihat keadaan ibu dan adik-adiknya.
[ Baik bu, keadaan Fina disini baik-baik saja, ibu tidak usah khawatir. Iya sepertinya Haru masih belum bisa mengajak Fina main kerumah ibu karena masih sangat sibuk. Ditambah sebentar lagi adalah acara kelulusan kelas 3 SMA disekolah, jadi pasti tidak ada waktu kesana. Bagaimana keadaan ibu disana? Fina juga kangen...] Jawab Fina.
[ Oh baiklah kalau begitu, nanti setelah pelulusan kamu bisa main kesini ya nak. Ibu disini baik-baik saja bersama adik-adikmu. Jangan khawatirkan ibu, jaga diri baik-baik disana, jaga kesehatan. Perhatikan asupan gizi nak Haru juga.]...
Begitulah kira - kira isi pesan antara Fina dan ibunya. Fina mematikan ponselnya lalu membuka bingkisan yang selalu tersedia di kost an sebelum Fina pulang dari kerja nya. Kini bingkisan itu berupa makanan sehat yang mewah, sama seperti lusa kemarin. Makanan sehat ini bukan seperti kebanyakan rumah sakit memberikan berupa sayur bening dan tim saja, tapi makanan seperti makanan hotel yang ber kelas dan tentu mahal, seperti pada makanan mahal umumnya. Sepertinya orang yang mengirimi bingkisan ini adalah orang yang tahu kondisi Fina, karena saat Fina sakit pun dia bisa tahu.
Fina tak terlalu memusingkan hal itu lagi. Kini dia memakan makanan itu semua. Fina bertekad harus kuat dan sehat, ia mempunyai lagi semangat hidup setelah ibunya mengirim pesan kepadanya.
__ADS_1
Hari ini seolah kehidupan tak memihak padanya. Disekolah dia harus bertemu Haru dan harus mendengar omelan pedas dari Haru, di tempat kerjanya dia menjatuhkan roti2 yang baru saja selesai di buat pak Toni untuk disimpan ke etalase. Untung pak Toni tidak segalak yang Fina kira, dia hanya meminta membersihkan nya dan menyimpan yang tidak kotor untuk di bagikan ke orang yang butuh lalu membuat lagi yang baru. Dan kali ini ibunyapun mengirim pesan papa Fina.
Tak terasa air mata menetes jatuh ke dalam sop daging yang hangat, Fina terus memakannya sambil terus sesekali menyeka air matanya.
"Aku harus kuat," Tapi apa yang dikatakan Haru disekolah sungguhlah sangat menyayat Hatinya.
" Tok tok tok...!" Suara pintu diketuk dari luar pintu kost an Fina.
"Sebentar, eh Rian ada apa?" tanya Fina.
"Ada perlukah,sampai malam-malam ke kost an ku?" tanya Fina heran.
__ADS_1
"Ah tidak apa-apa, aku hanya mengecek apa ada seseorang kemari. Soalnya barusan aku melihat ada seseorang masuk. Tapi sepertinya aku salah, seperti nya kost an sebelah, hehe...," jawab Rian sambil menggaruk-garuk rambut dikepalanya dan izin pamit. Fina pun menutup pintu nya kembali dan menguncinya.
"Sepertinya dugaan mu benar, wajahnya lesu matanya sembab." Rian menutup telponnya setelah selesai lalu kembali ke kamarnya dan mematikan lampunya.
"Heran, ada apa dengan Rian. Tumben sekali ia menanyaiku. Apa memang tadi ada yang ingin kemari?" fikir Fina lalu pergi mandi setelah selesi ia membaca buku sebentar setelah itu mematikan lampu dan pergi tidur.
###
Hai... para pembaca dan penggemar "Guruku Adalah Tuan Muda" kisah si guru Haru dan Fina beserta kawan-kawan akan menuju akhir episode, sebentar lagi akan rampung hihi... Terima kasih banyak atas dukungan serta yang sudah sudi memberikan like dan komentar-komentar yang memotivasi membuat Author bersemangat. Sempat tertunda lama novel ini karena saya sempat terkena sakit yang cukup lama dan Alhamdulillah berkat doa'a dari kalian saya bisa bangkit dan bersemangat kembali membuat alur cerita Haru dan Fina. Tetap dukung saya ya dalm membuat cerita-cerita dari novel lainnya yah.
Bagaimana dengan kelanjutan Fina dan Haru, akankah mereka bersatu kembali? sebenarnya bingkisan yang selalu tersedia di kamar Fina itu dari siapa? dan kenapa tiba-tiba saja Rian datang ke kost an Fina hanya untuk mengecek orang ataukah hanya berbasa basi saja untuk melaporkan bahwa Fina dalam keadaan baik-baik saja atau tidak. Lalu siapakah yang berbicara dengan Rian di telpon? Yuk, nantikan episode selanjutnya. Tetap dukung novel GATAM ❤️
__ADS_1