GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Kabur dari rumah 2


__ADS_3

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, membuat Fina ketakutan, sedang Haru dalam keadaan tak terkendali.


Cittt..., mobil terparkir di hotel Haru.


"Bruk...," Fina dilempar ke atas kasur.


"Apa kau bodoh..! Sebodoh itukah kamu membiarkan laki-laki bejat itu menyentuhmu..!" Haru benar-benar sangat marah saat itu. Fina tidak bisa berkata-kata saking takutnya melihat Haru marah, dan juga syok karna laki-laki tua tadi.


"Kenapa kamu menghalangiku menghajar si bejat itu, akan ku bunuh dia didepan matamu..! Tegas haru."


"Ada apa denganmu, kenapa bolos sekolah, kenapa tidak pulang kerumah?, lihat dirimu sudah seperti anak yang kehilangan induknya. Apa kamu lupa dengan aturan pernikahan ini...!" Haru memaki.


"Yah, saya memang perempuan bodoh, saking bodohnya saya bisa menyukai tuan muda yang kaya raya seperti anda...


Padahal aku sudah tau anda menikahiku hanya karna kakak menjualku kepadamu..!, Ya memang saya perempuan bodoh yang tetap menyukai tuan Haru walau dia sudah tau bahwa tuannya itu punya kekasih, bahkan perempuan bodoh ini tidak sanggup marah ketika suaminya di peluk dan di cium gadis lain di depannya. Ya aku memang bodoh. Aku bahkan tidak tau bahwa laki-laki bejat itu menghampiriku, " bahasa Fina sudah tidak terkontrol kepada tuan mudanya itu, dia sudah tidak peduli hukuman apa yang akan Haru lakukan karna dia sudah berani melawan Haru.


Haru kaget dengan pernyataan cinta Fina kepadanya, dengan keadaan marah, entah Fina sadar atau tidak akan omongan yang baru dja keluarkan.


"Hah...," menghela nafas panjang Haru seketika mengembalikan raut mukanya kembali menjadi kalem. Suasana hening sesaat, Hanya terdengar isakan tangis Fina.


" bersihkan dirimu lalu makan, pelayan akan membawakan makanan kemari, aku keluar dulu ada urusan sebentar," Lalu Haru pergi keluar.


****


Cukup lama Fina dikamar mandi, lalu keluar dan memakan makanan yang disediakan. Fina melihat ada ponselnya di atas meja, "Bagaimana mereka bisa menemukan ini, dimana mereka menemukannya."


Lalu Fina mengaktifkan ponselnya, banyak sekali pesan dan panggilan yang tak terjawab oleh Fina, termasuk dari Haru. Fina membalas satu persatu pesan yang masuk dari temannya.

__ADS_1


"Maafkan aku, apa yang aku lakukan membuat kekacauan ini," lalu Fina tertidur


Sementara itu Haru di luar, menyegarkan diri.


"Tuan bagaimana nona, apakah sudah ditemukan," Har mengirim pesan.


"Sudah, kau boleh pergi istirahat, besok pagi-pagi kau harus sudah ada di australi."


"Baik tuan, saya pamit pergi," Begitulah isi pesan mereka.


Tring..., sebuah pesna masuk.


"Haru kamu dimana, kenapa tidak mengabariku, besok hari pertamaku masuk, sepertinya akan menyenangkan, ya sudah besok kita ketemu ya Bye," ternyata pesan dari wanita itu.


****


"Kau ini benar-benar gadis bodoh, seenaknya bilang kalau aku tidak mencintaimu," Haru sambil mengelus rambut Fina. "Bahkan kamu tidak tahu wanita yang kau sebut pacarku itu sebenarnya."


Haru meneruskan kalimatnya.


"Bukan karna kakakmu yang menjualmu atau karna iba menikahimu, kakakmu hanya ku jadikan perantaraku untuk mendapatkanmu. Aku bahkan tidak bisa menyentuhmu. Jangan pernah membuatku khawatir lagi, tadi aku hampir kehilangan kendali," Haru sambil mengepalkan tangannya.


Lalu Haru pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


Lonceng sekolah berbunyi tanda akan masuk pelajaran dan para murid harus sudah ada di kelas.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja? Kemarin kau kemana saja kenapa ponselmu tidak aktif," Lyla menyerang dengan berbagai pertanyaan kepada Fina, sementara itu Heri mendengarkan.


Kalau aku beri tahu kepada mereka kejadian semalam, bisa bahaya terutama Heri. Ucap Fina dalam hatinya.


" Aku semalam ketiduran di kursi taman dan kakak menjemputku, ponselku tidak habid batrei heheheh," sanggah Fina.


Srett...., pintu kelas terbuka, seseorang masuk membuat seisi kelas kaget tak terkecuali Fina. Seorang wanita cantik memperkenalkan diri.


"Halo selamat pagi, perkenalkan nama saya Rere. Saya guru ipa baru disini, mohon kerja samanya, sambil menundukan kepala.


" Kenapa wanita ini disini, jadi namanya Rere?" tak


lama Haru pun ikut masuk. Sementara seisi kelas ribut sekali melihat ibu guru baru yang begitu cantik rupawan.


Tak lama Haru datang dan memperkenalkan Rere kepada semuanya, tanpa mengiraukan Fina. Wanita itupun ikut keluar mengikuti Haru.


"Jadi dia orang yang kau nikahi, heh... cantik dan imut," tanya Rere.


"Jangan pernah menyakitinya jika tidak, kau tau sendiri akibatnya," tegas Haru.


"Cih...," Rere memalingkan matanya ke arah luar.


. Rere sejenak berhenti dan sempat kaget dengan ucapan Haru, lalu mereka meneruskan jalan mereka menuju kantor masing-masing


.


"Wah..., menyenangkan sekali bisa kembali kesini lagi," gumam Rere.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2