
Sudah 1 bulan lamanya setelah Festival itu, para siswa siswi SMA akan mempersiapkan kemping khusus untuk anggota osis dan kelas 1, kelas 2 saja. Karena kelas 3 harus menghadapi ujian, jadi mereka fokus untuk bimbel ( bimbingan belajar).
"Aku dengar ada murid baru loh, entah kelas berapa, katanyandia cantik dan orang blastera."
"benarkah?"tanya teman lainnya.
" Berisik sekali sih ngomongin orang baru, emang ada ya murid baru? " tanya Lyla ke Fina.
Lalu Fina mengangkat pundaknya tanda tidak tahu.
"Selamat pagi, hari ini kalian keluarkan buku paket kalian dan buka halaman 58," perintah Haru.
Srett..., tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah seorang gadis cantik membuat semua yang ada di kelas matanya tertuju padanya, tak terkecuali Heru yang lebih kaget.
" Hai..., perkenalkan saya murid baru disini, nama saya Teresa benjamin panggil saya Tesa, saya blasteran australi dan lokal. Mulai sekarang saya akan bersekolah di sini, supaya bisa terus dekat dengan tunanganku ini," Tesa sambil memeluk Haru.
Tidak ada satu siswapun yang tidak kaget mendengar perkenalan dari Tesa sekaligus pengumuman mengenai dia adalah tunangan Haru. Tak terkecuali Fina, jangan ditanya kaget nya seperti apa, kalian bayangkan saja heheheh.
Heri yang saat itu juga kaget, langsung melirik ke arah Fina.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menghalanginya," tiba-tiba Rere datang meminta maaf kepada Haru lalu melirik ke arah Fina yang sedang bengong, mukanya pucat pasi tidak karuan.
Seketika 1 kelas gaduh, ramai membicarakan apa yang baru saja mereka lihat dan saksikan.
Haru menarik tangan Rere dan pergi keluar.
"Aku serahkan semua kepadamu," Perintah Haru kepada Rere.
"Baik," jawab Rere sambil menenangkan mereka sambil sedikit berteriak.
__ADS_1
"Baiklah tenang...! Sekarang belajar lah kalian tidak mau kena hukum kan," tatapan Rere mematikan mereka seketika suasana kembali hening.
Heri tidak henti-hentinya melihat ke arah Fina, memastikan Fina baik-baik saja.
Fin, apa kamu baik-baik saja? Heri dalam hatinya.
******
Sementara di ruang guru....
" Lepaskan aku Haru...!" Tesa berusaha melepaskan genggaman Haru.
"Apa kamu sudah gila hah...!" bentak Haru.
"kenapa? kita memang sudah bertunangan kan?" Tesa melawan.
"Aku datang kesini jauh-jauh hanya untuk bisa bertemu denganmu, bahkan sekolah disini meninggalkan segala urusanku disana hanya demi menyusulmu kesini, apa kamu tidak terkesan dengan segala pengorbananku," Tesa sambil mengalungkan tangannya di leher Haru.
" terserah kau mau sekolah disini atau tidak, tapi jangan pernah mengganggu hidupku, " Tegas Haru sambil kembali mencengkram tangan Tesa agar tidak terus menggeliat di tubuh Haru.
" Ah sakit sakit sakit, Haru kamu menyakitiku lepaskan aku," Tesa berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Haru.
" Aku tidak perduli, keadaan disini yang aku tahu bahwa aku adalah tunanganmu, aku benar-benar mencintaimu, dan tidak akan semudah itu aku melepaskanmu" Ucap Tesa.
"Coba saja kalau kau berani...!" balas Haru sambil pergi meninggalkan Tesa sendiri,karena Haru tau Tesa orang yang sangat keras kepala apapun yang dia mau harus terpenuhi.
Jam istirahat sudah tiba, para siswa dan siswi di sekolah tidak henti-hentinya membicarakan tentang anak baru itu dan hubungan yang baru saja diumumkan dengan Haru.
"Bagaimana bisa pak Haru tunangan dengan seorang siswi, bahkan sekarang dia telah menjadi siswi di sekolahan ini," berbagai pertanyaan dan gosip tersebar cepat disekolahan.
__ADS_1
*****
Fina duduk dan melamun di Aula basket sendiri. Lyla dan Heri sibuk mencarinya, apalagi Heri yang terlihat sangat khawatir karena dia tau cerita sebenarnya.
Heri menemukan Fina duduk di pojokan Aula di bangku penonton. Heri mendekat dengan pelan, sementara Fina sedang menangis. Fina tau akan kedatangan Heri lalu dia buru-buru mengahpus air matanya.
"Fina...," belum selesai Heri berkata Fina menyela.
"Aku tidak apa-apa sungguh, lagi pula aku bukan apa-apa tuan Haru. Aku hanya seseorang yang terjerat dalam hidup pak Haru karena ulah kakakku," Fina menerangkan tanpa Heri bertanya.
"Fin...,"
"Jadi selama ini benar adanya kamu ada hubungan dengan pak Haru?" tiba-tiba Lyla membuat Fina dan Heri tersentak kaget.
"Kalian berdua menutupinya dariku selama ini?. Cih..., lucu sekali yang selama ini aku anggap teman yang paling tahu tentang mu kenyataannya aku adalah orang yang di bodohi," lyla marah.
"Lyla..., dengarkan aku dulu," Fina memohon.
"Aku tidak butuh penjelasan kalian terutama kamu Fin, aku benci...!" Lyla pergi meninggalkan mereka dengan segala keretakan hatinya.
Fina berusaha mengejar Lyla tapi terhenti karna Heri mengehentikan langkahnya.
"Lepaskan aku Her, Lyla butuh penjelasan, aku harus menjelaskan semuanya kepadanya," Ucap Fina dengan muka paniknya.
"Kamu fikir dia akan mendengarkanmu disaat keadaan seperti ini, biarkan dia sendiri dan uruslah dirimu sekarang," Ucap Heri.
Heri setia menemani Fina yang sedang menangis...
Bersambung.....
__ADS_1