GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Pernikahan part 2


__ADS_3

Pernikahan part 2


Mobil berhenti tepat di depan hotel berbintang yang katanya masih milik Wijaya group.


Gila...! seberapa banyak sebenarnya perusahaan yang dimiliki wijaya group selain hotel berbintang dan perusahan besar industri lainnya?. Fina bertanya dalam hati


Pintu mobil terbuka..


"silahkan tuan dan nona," sekertaris Har mempersilahkan kami untuk keluar dan segera masuk ke hotel.


Kamipun masuk,Fina benar-benar melongo melihat design interior hotel berkelas itu, takjub tak percaya. Fika hanya mengikuti Haru di belakang sedangkan sekertaris Har di depan Haru, tuan mudanya.


"silahkan tuan," sekertaris Har membuka lift.


Kamipun masuk sampai di lantai 20. Kami berjalan sampai ke kamar Haru. Menurut sekertsris Har kamar itu memang khusus untuk diisi tuan Haru dan tidak sembarang pelayan bisa membersihkan nya.


Pintu kamar hotel terbuka, lalu Haru masuk tanpa di persilahkan dulu oleh bawahannya itu.


"Silahkan masuk nona," sekertaris Har mempersilahkan.


Bisa tidak kau tidak memanggilku nona rasanya canggung sekali. Fina dalam hati


"Fina masuk dengan ragu, dan berdiri mematung di depan pintu kamar."

__ADS_1


"kemari!" Perintah Haru sambil menepuk kursi di sebelahnya.


" Duduk!" Perintah Haru dengan nada sedikit meninggi. Fina langsung duduk di sebelahnya dengan tangan yang gemetar.


" Dengarkan..., ada peraturan yang harus kamu ingat dan tidak boleh di langgar, mengerti..! " tegas Haru.


"Baik," balas Fina.


"Pertama, panggil aku dengan panggilan guru semestinya saat disekolah, bersikaplah wajar seolah kamu tidak tau siapa sebenarnya aku dan panggil tuan saat sedang dirumah, Mengerti...!"


"Baik" jawab Fani tanpa ragu.


Itu sih gampang, Fina dalam hati


"Kedua, layani dan turuti semua yang aku perintahkan padamu tanpa sedikitpun di bantah.


" Jika berani melanggar, habislah keluarga dan kakak bodohmu itu.".


"Baik" Fina dengan tidak bisa menolak karna ancaman nya.


"Ketiga, Apapun yang kau lakukan, kegiatan apapun harus lapor kepadaku."


"Tunggu dulu, apa saya tidak boleh mempunyai privasi sendiri?, saya juga punya kegiatan yang tidak seharusnya semua orang tau." gerutu Fina dengan kesal

__ADS_1


"Kau boleh menolak peraturan ketiga, dengan resiko kakak, berserta ibu dan adikmu yang akan menerima hu.."


"Ah, baiklah saya akan menerima semua persyaratan asal anda tidak menyakiti keluarga saya."


"Cih,begitu sayangnya kau kepada keluarga".


Tentu saja harus seperti itukan, keluarga memang harus saling menyayangi apapun keadaannya. Gumam Fina dalam hati


"Ikuti aku", sambil menarik tangan Fina ke arah kamar mandi.


"Tu, tunggu dulu Pak,, ah bukan maksud saya tuan Haru, kenapa menariku ke kamar mandi", Fina yang panik saat itu.


"Kenapa? kau takut, bukankah aku sudah sah menjadi suamimu?" Dengan senyum menggoda Haru.


"Bu, bukan begitu, maksud saya, sayakan baru berumur 17 tahun dan...", Fina berkata sambil mengadukan jari jemarinya satu sama lain karna gugup.


"Ah..diumur 17 tahun ternyata kamu masih gadis?" hahahhahaha, gelak tawa Haru mengisi semua ruangan di kamar hotel.


"Memangnya ada apa dengan kegadisanku diumur 17, bukannya bagus di umur 17 aku masih gadis" dengan muka kesal Fina berbicara.


Haru tersenyum tipis melihat kelakuan murid yang baru ia jadikan istri sahnya itu.


"Pergilah...!" Haru mendorong Fina lalu berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Fina yang terkulay lemas di lantai menghela nafas tanda lega karna telah lolos dari bahaya. Fikiran Fina sudah tidak karuan saat itu, antara takut, nervous, dan malu semua bercampur aduk.


Bersambung...


__ADS_2