
Dear Haru..
Maaf jika selama ini aku dan keluargaku selalu menyusahkanmu, aku sebenarnya tidak mau terus menggantungkan hidupku dan keluargaku di tanganmu. Terima kasih banyak atas apa yang selama ini kau berikan kepadaku, terima kasih telah memberikan warna dihidupku.
Sejujurnya tidak ingin perpisahan ini terjadi, aku tidak peduli kalau seandainya paman menggantikan nyawamu dengan nyawaku. Waktu itu,aku ingin kau mencegahku pergi. Aku ingin kau mencariku,aku ingin kau mengatakan bahwa kau akan melindungiku seperti saat dulu kau selalu berkata seperti itu kepadaku.
Tak sepantasnya memang aku berkata seperti ini, dengan aku yang sudah mengkhianatimu,membiarkan laki-laki lain mencium dan menyentuhku. Aku benar-benar minta maaf karena telah berani membohongimu.
Aku hanya ingin berkata, Aku rindu berada di sisimu...
Semoga kau bahagia dengan kehidupanmu.....
***Fina***...
****
Fina menyeka air mata yang tersisa di pipinya, matanya kini sembab. Wajahnya kusut dan memerah, fina mengambil tas dan piagam kelulusannya. Perlahan ia melangkahkan kakinya meninggalkan kelas yang penuh kenangan itu. Berat rasanya saat kaki di langkahkan, terasa sangat sakit saat harus meninggalkan kelas ini.
"Hari ini adalah hari terakhir aku melihatnya, aku harap dia bahagia dengan kehidupannya nanti. Terima kasih atas kenangan selama ini, terima kasih atas semua kenangan manis ini, Fina mengambil nafas lalu menghembuskannya mencoba untuk menahan air matanya. Tapi tetap saja air matanya jatuh, perlahan Fina meninggalkan kelasnya mendekati daun pintu dan... "Sret!" Pintu pun terbuka.
Fina melangkah mundur ketika yang dilihatnya Haru di depannya. Ketika Fina bersiap membuka pintu dan sudah memegang pintu,tiba-tiba pintu itu terbuka dan yang membukanya Haru. Fina pun melangkah mundur beberapa langkah hingga kini sedikit jauh dari Haru.
Haru melangkah maju masuk dan menutup pintu kelas. Dilihatnya Haru berkeringat seperti habis lari atau terburu-buru untuk mencari sesuatu.
"Eh, surat!" Fina melirik ke arah tangan Haru yang satunya aedang memegang kertas lecek. terlihat disana bertuliskan nama Fina.
"I, itu... tidak mungkin.Tapi sudah aku buang," kata Fina dengan mata yang terbelalak.
Haru mendekati Fina kemudian memeluk Fina. Semakin erat dan semakin erat pelukan Haru.
" Maafkan aku! aku benar-benar minta maaf. Maafkan aku meninggalkanmu sendiri,maafkan aku sudah tidak mempercayaimu. Fina, kekasihku, belahan jiwaku maafkan aku. Aku akan selalu melindungimu,menjadi pelindungmu, aku tidak peduli apapun yang akan terjadi aku akan selalu bersamamu." Kata Haru sambil memeluk erat tubuh Fina.
__ADS_1
Fina yang kaget dengan Haru dan mendengar Haru memberikan pernyataannya. Dia kembali memeluk erat Haru menangis sejadi-jadinya. meremaskan jari-jarinya ke punggung Haru hingga sedikit tertancap di kulit Haru. Fina meluapkan semua emosi kekesalan,penyesalan,kesedihan nya di pelukan Haru.
"Maafkan aku!" aku benar-benar tidak bisa menjaga diri dengan baik, aku membiarkan orang lain menyentuhku dan mengecewakanmu. Aku benar-benar minta maaf. Huwaaa.....! tangis Fina memecah keheningan yang ada di kelasnya.
***
"Semoga Harimu menyenangkan Heri," Heri berkata kepada diri sendiri lalu pergi meninggalkan kelas yang ingin dimasukinya untuk mengambil sesuatu, tapi terhalang karena melihat Haru dan Fina di kelas.
Heri pun pergi melangkahkan kaki meninggalkan kelas di pertengahan diantara lorong sekolah langkah Heri terhenti. Terlihat Rian sedang berdiri diantara koridor sekolah dengan memakai kemeja putih dan jas biru, tersenyum melihat ke arah Heri. Heri pun membalas senyum nya, lalu mendekati Rian. Mereka berdua pun pergi untuk mengobrol.
***
"Haru...," Fina terdesak ke sisi pintu. Haru terus menciumi Fina dengan nafsu yang bergejolak.
"Jangan!" kata Fina dan sedikit mendorong Haru hingga aksi Haru terhenti. Mereka berdua saling menatap, lalau Haru mengecup kening dan bibir Fina.
"I love you..." itulah kata-kata Haru kepada Fina yang di balas senyum oleh Fina.
***
"Semua sudah teratasi, ayah dari pelacur itu sudah tertangkap basah. Semua bukti sudah kami berikan kepada paman,karena itu aku pergi untuk beberapa saat.
"Saat aku memanggilmu ke kantor, aku ingin memberikan cincin pernikahan itu dan memintamu untuk kembali. Tapi, kamu malah berbicara yang tidak-tidak. Jadi, aku mengatakan hal yang seharusnya tidak harus aku katakan kepadamu. Maafkan aku, tapi kau memang menyebalkan saat itu. Apalagi saat ku melihat kau di peluk anak sialan itu." Sambil tak lepas memeluk Fina Haru berkata.
"Maafkan aku,akupun sama berfikir yang tidak-tidak tentang ibu di UKS itu," jawab Fina singkat.
"Aku bukan laki-laki yang sembarangan menyukai wanita dengan mudah, apalagi dengan wanita yang genit, bukan levelku." jawab Haru singkat.
"Maaf mengganggu kalian, tapi aku ingin pamit pergi. " Tiba-tiba Rian membukakan pintu kost an Fina.
"Rian!" Fina bangun dari ranjang berlari menuju Rian dan memeluk Rian dengan senang.
__ADS_1
"Darimana saja kamu, aku mencarimu dari tadi." Tanya Fina dengan wajah bete.
"Iya,iya maaf. Aku baru saja bisa menemuimu," jawab Rian yang sambil menepuk-nepuk kepala Fina.
"Ada apa kau kemari," tanya Haru pada Rian.
"Seharusnya kau sedikit ramah kepadaku, paman!" jawab Rian.
"Eh, paman?" Tanya Fina heran.
"Aku sebenarnya keponakannya, aku anak dari adik tiri perempuannya." jawab Rian.
"Adik tiri, bagaimana ini kenapa aku tidak tahu, bukankah Haru anak tunggal?" tanya Fina.
"Ibuku merawat seorang anak perempuan, dia menjadi anak angkat dari ayah dan ibuku dan menjadi adik tiriku. Perempuan yang pernah kau lihat di ruang kantorku saat itu sedang memelukku adalah adik tiriku yang sedang curhat mengenai suaminya," Haru menjelaskan.
"Oh jadi sebenarnya seperti itu," Fina pun mengangguk-angguk.
"Kali ini aku tidak perlu lagi menjaga dan memantau Fina, pan Toni pun sudah aku sampaikan mengenai Fina berhenti kerja. Dan juga kurir yang suka mengantar makanan ke kost an Fina sudah aku berikan pekerjaan lain, karena dia jujur dan juga sangat bersemangat aku akan membawanya ke luar negeri menemaniku disana." Rian menjelaskan.
Meskipun sebenarnya Fina masih bingung dengan semuanya, setidaknya Fina sudah tahu kini siapa yang selalu mengantar bingkisan,memberikan pekerjaan kepada Fina selama Haru tak disampingnya. Terjawab sudah semuanya. Ternyata Haru lah yang berada di balik semua ini, ternyata selama ini sejauh mana pun Fina melangkah,Fina menjauh selamanya tidak akan bisa pergi dari mata Haru.
Fina pun memeluk erat Haru sekali lagi, Haru tersenyum dan mengusap rambut Fina.
"Baiklah, aku harus pergi,mami membutuhkanku. Tante, terima kasih ya atas semuanya," kata Rian mengatakan salam perpisahan.
"Eh, Tante!" kata Fina. Rian pun tersenyum, setelah itu dia pamit pergi ke luar negeri.
Haru kembali menutup pintu kost an Fina, mengunci pintu. Lalu melirik dengan lirikan menggoda di barengi senyum tipis.
"Jangan," ucap Fina memperingatkan.
__ADS_1
"Kita belum cerai, bahkan aku belum menanda tangani surat cerai kita," Fina tersenyum di sambut oleh Haru. Mereka pun kini bersatu tanpa ada yang bisa memisahkan mereka berdua.
~TAMAT~