GURUKU ADALAH TUAN MUDA

GURUKU ADALAH TUAN MUDA
Festival, ibu dan Heri


__ADS_3

#Guruku_adalah_tuan_muda


#Gatam


Sebelumnyansaya memohon maaf entah terfikir dari mana tapi di part ini ada bahasa asingnya, jika salah mohon dikoreksi 🙏😊


Part20


Festival, ibu dan Heri I


Pagi ini anak SMA wijaya sedang disibukan dengan berbagai aktivitas. Mereka terlihat sangat bersemangat sekali, sesekali mereka merebutkan hal yang sepele, berlarian dan tertawa bersama. Tidak terkecuali dengan Fina dan grup nya.


"Fin, coba kamu pakai baju adat jepang pasti kelihatan cantik," Lyla dengan menyodorkan kimono kepada Fina.


"Aku tidak mau, pasti kelihatan jelek sekali, aku pakai pakaian ini saja," tolak Fina.


"Anak-anak apa kalian tidak kesulitan?" tanya Rere. "Jika ada yang tidak mengerti atau tidak bisa, tanyakan ibu ya," Rere sambil rebahan di kursi.


Apanya yang membantu, orang kamu duduk terus dari tadi, Fina dalam hati. Tapi, kemana tuan Haru dari tadi belum nongol-nongol, padahal dia paling pagi berangkat.


" Sekarang sudah jam 10 dan acara festival SMA Wijaya dimulai...! Buka pintu gerbangnya," wakil kepala sekolah menyuruh lewat pengeras suara. Pintu gerbangpun dibuka, dan semua orang tua murid, suadarnya, temannya, pacar berbeda sekolah datang untuk mensupport seseorang yang mereka kenal di sekolah Wijaya.


" Wah..., yang benar saja ramai sekali, aku tidak menyangka akan sebanyak ini yang datang," kata Lyla.


"hmm... Bener sekali mereka sungguh antusias, ada yang membeli pernak-pernik, makanan, melihat-lihat ruangan art, ada juga yang selfi-selfi," Balas Fina dengan sangat bersemangat.


"Lyla...," orang tua Lyla memanggil nya.


"Ah momy..., daddy...," Lyla menghampiri mereka sambil memeluknya.


Fina hanya melihat kebahagiaan mereka, tersenyum melihat temannya bahagia orang tuanya datang.


"Fin..., sini sini," Lyla menghampiri Fina dan memperkenalkannya kepada orang tuanya.


"Mom, dad, this is my friend Fina," Begitulah Lyla memperkenalkan Fina pada temannya. Karena orang tua Fina blasteran sedangkan ibunya lokal.


"Hallo, my name Fina," Fina memperkenalkan diri.


"Where your parent's?" tanya mommy Lyla.

__ADS_1


"She is not here," Jawab Fina sambil tersenyum.


"Where are you from?" tanya mommy Lyla lagi.


"i'm from xxx," jawab Fina.


" That's the slam place...! Lyla are you sure friend with her?" tanya mommy Lyla tidak percaya.


"Mom...!" Lyla kesal.


"Sorry Mrs, she is with me, do you mind not to disturb her, please? Or i will do something bad, don't you know my parents company, right? Do you still want to work there, don't you?" Heri datang entah dari arah mana menyelamatkan Fina.


Orang tua Lyla tidak bisa melawan lalu pergi, menyapa orang-orang sederajat dengan nya. Orang tua Lyla bekerja di perusahan milik Heri, mereka pergi karena Heri mengancam akan berbuat sesatu yang buruk jika mereka terus mengganggu Fina, mungkin sesuatu seperti memecat mereka.


"Fin, aku benar-benar minta maaf atas perkataan ibuku," Lyla meminta maaf karna malu dengan sikap orang tuanya.


"Apa kamu yakin anak mereka," tanya Heri.


"kenapa?" tanya Lyla.


"sungguh mempunyai sifat yang berlawanan," Heri mencela.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Heri kepada Fina.


"Aku benar-benar malu punya orang tua seperti mereka, sungguh aku minta maaf Fin," Lyla memohon dengan kedua tangannya karena menyesal telah memperkenalkan orang tuanya kepada Fina.


"Sudahlah... Ayo semangat kita kerja lagi, lupakan kejadian barusan," Fina menyemangati Lyla yang malu dengan kejadian tadi.


"Finaaaa....," Kak Herman melambaikan tangannya memanggil Fina.


"Ah, kakak...! Kenapa kesini," tanya Fina.


"Memangnya kami tidak mau wali mu mengunjungi adik tersayangnya," jawab Kak Herman.


"Bukan begitu, aku tidka tau kalau kakak datang, aku kan tidak memberi tahu kakak ada festival hari ini," Fina.


"Tuan Ha...," belum selesai bicara Fina membungkam mulut Kakaknya itu lalu membawanya pergi agak jauh dari Lyla dan Heri.


"Ssst..., kakak jangan sebut nama tuan Haru disini, nanti bisa gawat," jelas Fina.

__ADS_1


"Maaf aku tidak tau, kamu tidka memberitahuku sebelumnya," kata kakaknya itu smabil matanya mengelilingi tiap ruangan.


"Eh, tapi dimana suamimu itu," tanya lagi kak Herman.


"Memangnya kakak mau apa tanya tuan Haru," Fina mengerutkan dahinya.


"Aku ada perlu."


"Jangan katakan kakak mau meminta uang kepada tuan haru," tanya Fina curiga.


"Hanya sedikit saja, nanti aku kembalikan kok, kamu punya nggak?" tanya kak Herman.


"kakak...!" Fina kesal.


" Ah baiklah baik, aku pergi. Tapi, aku tidak punya ongkos untuk bayar grab dan makan, aki lapar sekali hiks," Kakaknya mulai berakting. Lalu Fina mengeluarkan uang dari dalam sakunya dan memeberikan semuanya kepada kakaknya, lalu kakaknya berlalu pergi.


Dia kemari bukan karena aku, tapi karena uang. Fina dalam hati dengan kecewa. Lalu kembali pergi ketempat semula dimana Lyla dan Heri menunggu.


"Huh, Fina kemana kakakmu," tanya Lyla.


"Dia ada keperluan mendadak, seseorang menelponnya sehingga harus buru-buru pergi sampai lupa pamit sama kalian, maaf ya," Fina berbohong dengan lancarnya.


Sedangkan Heri tidak percaya, karena tau pekerjaan kakaknya hanya menyusahkan Fina. Bahkan yang menjelaskan Fina sudah menikah adalah kakaknya sendiri, dengan diberikan sogokan oleh orang suruhan Heri. Heri adalah termasuk dari keluarga pening seperti Hari, karena itu dia juga punya pelayan khusus, dia juga anak yang cerdas. Tidak jarang dia membantu memecahkan berbagai persoalan tentang saham ayahnya.


"Aku pergi dulu," kata Heri sambil pergi berlalu.


"wah..., aku tidak percaya apa yang dilakukan Heri tadi melawan orang tuaku, serasa punya hero gak sih yang menolong tuan putri yang terdesak, so sweet..," Jelas Lyla dengan kahayalan tingkat tinggi nya.


"Kamu itu, terlalu banyak nonton drakor jadi kesem sem," kata Fina sambil mengibaskan tangannya. " Ayo kita bekerja lagi," mengajak Lyla untuk kembali ke kegiatan mereka.


****


Jam menunjukan pukul 02.00 malam di Australia, Jaru baru sampai di depan rumah pamannya. Lalu disambut oleh pelayan disana dan membiarkan Haru beristirahat setelah perjalan panjang. Ternyata Haru pergi dari semalam, Fina tidak sadar ditinggal oleh Haru ke Australi.


Tok...tok...tok, seorang pelayan mengetuk pintu kamar lalu masuk.


"Tuan besar, tuan muda sudah sampai," pelayan itu memberi laporan kepada paman Haru.


"Hemm... Pergilah," ke lima tangannya di jentikan menyuruh pelayan itu pergi.

__ADS_1


"Baik tuan," Sambil menundukan kepala dia berlalu meninggalkan ruangan pamanya Haru.


Bersambung....


__ADS_2