
***
Pagi di sambut dengan lembutnya sinar mentari masuk di sela-sela pentilasi jendela dan juga gorden. Fina bangun dan melihat ke arah jam sudah menunjukkan pukul 06:30. Fina bergegas bangun dan menoleh ke sisinya berniat membangunkan Lyla, ternyata Lyla sudah tidak ada begitupun dengan Heri. Fina melihat ponselnya di dapatinya Lyla mengirim pesan kepada Fina mengatakan bahwa Lyla dan Heri sudah pulang dari jam 6 pagi karena orang tua mereka tidak tahu mereka menginap jadi mereka pulang pagi sekali sebelum orang tua mereka mengecek ke kamar mereka.
"Huff... aku kira mereka kemana," Fina pun bergegas ke kamar mandi dan segera bersiap diri untuk berangkat ke sekolah.
***
"Fina...!" Panggil Lyla dengan semangat datang ke kelas sahabatnya itu lalu memeluknya dan menciumi rambut Fina yang masih sedikit basah.
"Gimana, kamu sudah sehat kan setelah kami menginap di tempatmu." Kata Lula yang tidak lepas tangannya memeluk bahu Fina.
__ADS_1
"Iya, terima kasih banyak yah sudah mau menemaniku semalaman" jawab Fina seraya memegang tangan Lyla yang masih melingkar diantara bahunya Fina.
"Ah Heri, kenapa wajahmu apa semalam kamu tidak tidur?" tanya Lyla yang tak lama Rianpun datang di sebelah Heri.
" Tidak apa-apa, lagi pula bagaimana bisa aku tidur di tempat sempit dengan kasur kecil dengan dua orang lagi," celetuk Heri jengkel sedikit melirik ke Rian.
Rian mengabaikan lirikan Heri dia fokus kepada Fina dan seperti biasa mengolok-olok Fina.
"Sreett..!" Pintu kelas terbuka dan satu gurupun masuk untuk memulai pelajaran pertamanya. Tapi, guru ini tidak sendiri ada satu laki-laki yang mengikuti nya dari belakang. Wajah Fina yang tadinya bahagia seketika menjadi terkejut dan melongo saat si belakang guru laki-laki itu masuk ke dalam.
"Haru...!" Teriak Fina dalam Hati. Baru kemarin ia berbicara dengan Haru hari ini ia tiba-tiba harus melihatnya lagi. Fina sungguh belum siap, rasanya kikuk entah hrus bagaimana, padahal di kelas ini bukan cuman dia tapi rasanya kikuk sekali.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya, sebelum bapak memulai pelajarannya pak Haru ingin memberitahukan pengumuman, silahkan pak." Pak guru itu mempersilahkan Haru untuk berbicara.
"Selamat pagi, bapak hanya ingin memberitahukan bahwa dikarenakan ujian akhir semester sudah selsai. Kalian semua murid kelas 3 SMA masih ada waktu 1 minggu lagi untuk mempersiapkan acara pelulusan di sekolah ini. Lalu masing-masing dari kalian harus membuat satu surat untuk satu guru yang paling berkesan untuk kalian," Haru menjelaskan dengan lugas kepada murid yang ada di kelas Fina.
"Pak, maaf apakah boleh membuat surat selain ke guru juga ke orang yang kita suka?" Huh...!" Seketika para murid yang ada di kelas menyorakinya.
" Tentu bisa, tapi di khusus kan hanya untuk guru saja. Selain dari guru kalian boleh juga menuliskan surat untuk orang yang kalian suka. Tapi, itu kalian buat acara kalian sendiri yah," Haru menegaskan nya. Para murid menyoraki kembali murid yang bertanalya tadi. Fina hanya diam dan tak henti matanya melihat ke arah Haru. Tiba- tiba..." Deg...!" Mata Haru melirik ke arah Fina tajam lalu berkata " Fina, ikut bapak sebentar ke kantor," Perintah Haru dengan seketika merubah mimik wajahnya seperti menghadapi para murid biasa lainnya menjadi charming dan ramah.
"I,iya pak," Fina mengangguk seraya berdiri tanpa ada perlawanan seperti pada kemarin lusa di depan ruang UKS.
Bersambung....
__ADS_1