
"HEY TURUNKAN AKU POLISI ANEH!" Teriak Firda memberontak saat ia di gendong ala karung beras oleh Satria.
"Kenapa hmm? Katanya mau ke kamar mandi?"
"Aku juga bisa jalan bodoh!" caci Firda kesal, namun satria malah melanjutkan langkahnya ke kamar mandi tanpa menghiraukan ucapan dari gadis crewet itu.
Dengan perlahan Satria menurunkan Firda tepat di depan pintu kamar mandi.
"Masuk! Aku akan menunggu disini!" Firda langsung membelalakkan matanya kaget.
"Polisi gila, mending kau kembali ke asalmu! Aku risih," Firda mengacak-acak rambutnya prustasi gara-gara laki-laki di depannya.
Satu jam setelah ia di pijat ia tak bisa kemana-mana, jika ia memaksa pergi pasti ia malah di gendong ala karung beras, please ia bukan koala yang terus di gendong! Bahkan ia membawanya tidak seperti layaknya ibu koala, lebih terkesan seperti om-om yang sering menculik anak kecil.
"Oke! Saya pergi, jangan menyesal telah mengusir pemilik apartemen ini!"
' nyenyenye ' ledek Firda dalam hati.
Firda akhirnya masuk ke kamar mandi dengan hati-hati karena takut licin, dan menuntaskan hajatnya di dalam.
…
"Kemana polisi aneh itu?" ucap Firda kebingungan, pasalnya sejak 2 jam kebelakang setelah ia keluar kamar mandi tidak ada siapapun di apartemen ini.
Sejenak Firda langsung termenung memandang pemandangan di depannya dari jarak beberapa meter, ia hanya duduk di samping ranjangnya dengan pikiran yang berkecamuk.
"Ayah! Ayah baik-baik sajakan disana?" Tak terasa air matanya sudah terjatuh pasrah tak tertahankan.
"Ayah maaf, Firda gak bisa apa-apa buat ayah!" Firda menutup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya, saat ini tak ada sandaran yang nyaman bagi Firda, karena semua itu telah hilang dan lenyap saat kecelakaan yang merenggut ayahnya yang entah bagaimana kabarnya saat ini.
Tangisannya ia biarkan menggema di apartemen luas itu, yang terpenting hatinya bisa merasakan ketenangan setelahnya.
Sepasang mata kini sedang menatap wanita yang sedang menangis itu dengan mata yang teduh. Entah dari mana ia bisa sejauh ini, dari mulai membantu wanita ini dan sampai membawanya ke apartemen miliknya, dan entah alasan mana yang kuat yang membuatnya berani membawa wanita yang tidak tahu asal usulnya.
"Kau lapar?" Tanya Satria dengan berjalan menghampiri wanita yang sedang menangis itu.
__ADS_1
Satria duduk dan memperhatikan wajah Firda dengan seksama, banyak pertanyaan di benaknya, tentang rasa penasaran akan gadis atau wanita di depannya.
Firda mendonggakan kepalanya menatap Satria dengan mata sembabnya yang masih berair.
"Bagaimana Ayahku? apakah sudah ditemukan?"
Satria hanya menggeleng sebagai jawaban singkatnya.
hiks…hiks…
Tangis Firda kembali pecah saat itu juga. Dengan perlahan Satria membawa Firda ke dalam pelukannya untuk menumpahkan segala kesedihannya.
Firda tak menolak sedikitpun, justru ia memeluk Satria dengan erat seakan tak ingin lepas, ia melupakan sejenak tentang Satria polisi si paling aneh ini.
Entah keberanian dari mana satria langsung mengelus Surai rambut milik gadis yang sedang memeluknya dan juga yang sedang ia peluk.
Setelah 30 menit lamanya, tangisan Firda mulai mereda, namun satria belum melepaskan pelukannya begitu juga dengan Firda, Satria yang mendengar dengkuran halus dan tenang tahu bahwa gadis ini kini sudah tertidur akibat terlalu lelah menangis.
Dengan perlahan Satria melepaskan pelukan Firda dan menidurkannya, ia juga mengecilkan AC agar Firda tidak terlalu kedinginan.
"Bagaimana perkembangan pencariannya?"
"…"
"Lakukan yang terbaik?"
Satria langsung mematikan sepihak. Tak lama Layar handphonenya kembali nyala tanda ada panggilan dari seseorang yang tak lain adalah sahabatnya.
"Sebenarnya siapa kau? Beraninya tiba-tiba datang kehidupku anak koala!" Gumam Satria sambil memandang wajah polos yang sedang terlelap dalam tidurnya dari arah balkon.
~•~•~•~•~•~•~
"Ibuuuuu!"
"Kenapa terus merengek kepadaku hah?" sentak Rani pada Karina.
__ADS_1
"Ibu teman-temanku mengajak aku makan di restoran yang mewah yang baru buka itu, sejak Firda tidak ada tak ada pemasukan sama sekali, kenapa ibu malah mengusirnya sih?" Ucap Karina marah.
"DIAM!"
"Seharusnya kamu itu cari solusi bukan malah menambah pemikiran seperti ini!" Kesal Rani.
"Arghhhh…" Karina mengacak rambutnya prustasi menghadapi situasi ini.
"Sekarang cari Anak sialan itu! Suruh dia pulang sambil membawa uang!" Tegas. Rani.
"Haruskah aku?" Tanya Karina kesal.
"Dirumah ini ada siapa lagi jika bukan Kau dan Aku Karina sayang? Kau ingin masih ingin makankan? Jadi turuti kemauanku!!"
Karina semakin kesal, akibat Firda tidak ada disini, ia menjadi sasaran amarah sang ibu, awas saja! jika suatu saat ia menemukan Firda, akan kubuat Firda lebih menderita, pikir Karina.
Rani sudah berlalu dari hadapan Karina yang sedang melamun, dan diruangan itu hanya ada pikiran Karina yang kesal dan marah.
~•~•~•~•~
Malam ini, Firda sedang berkutat dengan peralatan dapur, ia sedang memasak untuk makan malam, sejak saat ia bangun tidak ada tanda-tanda jika polisi itu ada di apartemen, jujur Firda saat ini sedang kesepian! Eh… apa ia merindukan Polisi menyebalkan itu? Firda langsung menggelengkan kepalanya Dengan keras.
"Tidak! Tidak! Aku sudah gila sepertinya!" Gumamnya pelan.
Dengan telaten ia memasak, karena saat ini kakinya sudah dirasa baikan jadi ia memutuskan untuk memasak yang cukup lama dan tentunya enak.
Setelah setengah jam lamanya akhirnya makanan yang Firda buat telah selesai, malam ini ia memasak Sup ayam dan juga ayam bakar sambal matah, ia bingung saat melihat isi kulkas yang sudah komplit serba ada, jadi ia memasak yang menurutnya sudah lama ia tak makan.
Firda langsung melahap makanannya dengan lahap, baru kali ini ia benar-benar merasakan betapa nikmatnya makanan hasil ia masak, biasanya jika tidak ada ayahnya, Firda akan memakan makanan sisa ibu dan adiknya, itupun jika di sisakan, kadang ia suka diam-diam menyimpan sebagian makanan agar ia tetap bisa makan dan mengumpulkan tenaga untuk menghadapi sifat dan sikap Ibu dan adiknya.
Tanpa Firda ketahui, sepasang mata kini sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan, ia merasa tertarik dengan pemandangan didepannya ini, tanpa ia sadari ia membentuk lengkungan indah di wajahnya yang semakin memahat ketampanan yang ia miliki.
"She is cute!" Ucapnya pelan.
Matanya tak teralihkan ke hal lain, ia terus menatap pipi. yang terus mengembang akibat mengunyah begitu banyak makanan di dalamnya.
__ADS_1
Dia adalah Satria! Sosok laki-laki yang pernah tak sengaja di pertemukan oleh skenario tuhan dan berakhir terjerat oleh alur yang telah diciptakan sang maha kuasa, namun rasa senang datang kehidupannya saat ini, entah itu kehadiran Firda yang membuatnya keluar dari kejenuhan dan masuk ke kehidupan berwarna, atau karena ia berhasil memperdaya Firda sesuai keinginannya.