Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
77. Ancaman Rani


__ADS_3

Satria menutupi tubuh polos Firda dengan selimut sampai lehernya, ia mengecup kening Firda cukup lama sebelum Satria mengikuti Firda yang sudah di alam mimpi akibat ulahnya beberapa menit yang lalu.


"Good night honey!" Bisik Satria ditelinga Firda.


Belum sempat Satria menutup matanya ia langsung duduk saat mendengar suara notifikasi masuk beberapa kali, yah, ternyata handphone istrinya yang bersuara.


Satria langsung mengambil Handphone Firda yang berada disamping tempat tidurnya untuk melihat notifikasi tersebut.


"Siapa yang mengirim pesan?" Pikir Satria dan langsung membuka aplikasi Instagram karena pesan tersebut berasal dari sana.


****!


Firda mengetatkan rahangnya saat melihat isi pesan tersebut.


...@Rani_Tirani...


"Hey Anak tak tahu diri! Kirim aku uang sekarang juga! Aku tahu kau punya banyak uang, kau kan pe*acur! Minta saja uang lebih pada pria hidung belang itu! Jika kau tidak mengirim uang padaku, aku tak akan pernah lagi menganggap kau sebagai anakku lagi!"


"Kirim pada nomor rekening ini: 07552***** !"


Tanpa mau membalas pesan tersebut Satria lebih memilih untuk menghapusnya agar istrinya tidak tahu jika wanita sialan ini menghubunginya, Satria juga memblokir akun Rani dari sosial media istrinya.


"Apa kau bilang? Pe*acur hmm? Sialan sekali kau nyonya Rani!" Geram Satria sambil menampilkan urat-urat dilehernya.


"Nyonya Rani yang terhormat! Apa sekarang hidupmu begitu menderita karena anak tirimu itu? Seharusnya kau bangga bisa menikahi seorang pengusaha bukan? Ck…ck…ck… Anak tirimu Memnag patut diberi jempol untuk hal itu!" Gumam Satria pelan dengan senyum miringnya yang tercetak jelas diwajahnya saat ini.


Satria langsung membaringkan tubuhnya disamping sang istri dan ikut masuk kedalam selimut karena tubuh keduanya sama-sama polos saat ini, Korea Selatan begitu mendukung pasutri ini cuacanya.


"Sayang! Berani sekali wanita itu meminta uang padamu! Akan ku beri pelajaran dia suatu saat nanti! Aku akan menghancurkan orang yang pernah menyakitimu di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, itu janjiku padamu Sayang!"


"Kau akan selalu menjadi ratu dihidupku!" Ucap Satria lagi yang tak mendapat jawaban dari Firda karena tidurnya yang begitu pulas.


Satria langsung menarik pinggang Firda agar merapatkan tubuhnya dengan dengannya, Satria juga masuk pada leher Firda dan mulai tidur dengan nyaman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Karina! Apa ibumu tidak mencari mu nanti saat kau malam-malam berkeliaran diluar dengan kami?" Tanya seorang wanita berambut sebahu.


"Sttttt… Aku ingin menikmati dunia luar! Kalian tahu aku punya kakak tiri yang sangat kejam hahahaha!" Ucap Karina sedikit linglung karena pengaruh alkohol.


"Aku stres jika harus dirumah! Hahaha…"


"Yoi! Enjoy your life friends! Karina kan mau traktir kita malam ini yakan?"

__ADS_1


"Ambilah semau kalian! Akan ku habiskan uang kakak tiriku ini!"


Yah Karina memang membawa lari uang Ansela tanpa sepengetahuannya, dia terlalu muak dengan sikap.atigan wanita yang menjadi kakaknya itu.


"Btw! Dimana kakak aslimu Rin?" Tanya salah satu dari mereka.


"Entahlah! Mungkin dia sudah jadi budak se*s!"


"Gila! Lo dan ibu Lo emang gila sih!"


"Hahahhaha! Sudahlah! Dia memang kakakku yang tak tahu diri! Aku tak suka dengannya! Tapi sepertinya dia lebih berguna saat sebelum kita berdua jual!" Rancau Karina sambil kembali meminum alkohol.


Suara musik di club tersebut semakin keras, semakin malam semakin ramai saja yang datang kesana, dan Karina beserta teman-temannya kini sedang berada di ruang khusus karena tak mau mendengar kebisingan dari arah luar club.


Sedangkan Rani dirumah sedang pusing tujuh keliling dengan sikap anaknya Karina, ia sampai tidak bisa tidur karena Ancaman Ansela saat ia mengetahui jika.uang Ansela di bawa kabur oleh Karina dan begitu terlihat dari rekaman CCTV.


"Dasar anak ceroboh! Gara-gara dia aku yang jadi kena imbasnya, dan uang seratus juta harus kudapatkan dari mana? Bahkan jika aku meminta pada Mas Riko pun aku tak punya alasan apapun!"


Rani langsung menghubungi nomor ponsel seseorang, namun tak mendapatkan jawaban dari sana. Tanpa pikir panjang Rani langsung membuka akun sosmed nya dan mencari akun Firda.


"Kenapa sepertinya hidup anak itu semakin senang?" pikir Rani saat melihat story Instagram Firda yang memposting foto makanan khas Korea.


Rani langsung mengetik dan mengirim pesan kepada Firda sebagai jalan terakhirnya, ia. Sangat yakin jika anak itu tak mungkin menolak permintaannya, ia sangat tahu betul dengan Firda.


"Anak tak tahu diuntung! Lihat saja, aku akan membuatmu menyesal Firda!" Geram Rani karena kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Firda menatap pemandangan luar lewat dinding transparan yang terbuat dari kaca itu, satu persatu butiran putih itu meluncur kebawah pertanda musim salju telah tiba.


"Beruntung sekali aku kesini! Ternyata ini sudah waktunya musim salju, aku tidak sabar untuk keluar!" Gumam Firda.


Firda memejamkan matanya saat mengingat sesuatu.


***


"Ayah! Ayah! Apa musim salju itu ada di Indonesia?" Tanya seorang anak perempuan yang masih berusia lima tahun itu.


"Tidak ada sayang! Musim salju hanya ada diluar negeri!" Jawab laki-laki paruh baya itu dengan gemas mendengar perkataan putrinya itu.


"Yah… Padahal aku ingin sekali melihat salju! Aku ingin bermain pada tumpukan salju ayah!"


"Nanti kalau kamu besar! Kita keluar negeri yah untuk mengabulkan keinginan kamu!"

__ADS_1


"Yeeee… Sayang ayah banyak-banyak!" Ucap anak perempuan itu dengan gembira dan bersorak senang sambil memeluk tubuh kekar milik ayahnya.


"Kita kesana sama Ade bayi ya ayah!"


"Iya sayang! Nanti Ade bayinya sudah besar suatu saat nanti!"


***


Satu tetes air mata Firda kini lolos.keluar karena memberontak tak bisa bendung lagi, ia sadar jika itu hanya menjadi angan saat ini yang tak dapat ia raih sampai kapanpun, Daffa, cinta pertamanya yang selalu mengajarkan banyak hal pada dirinya agar menjadi sosok yang kuat.


Suara pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok bertubuh kekar keluar setelah dirinya menyelesaikan acara mandinya pagi hari ini.


Firda langsung membalikan badannya dan otomatis dapat melihat Satria yang sudah memakai celana pendek selutut dan kaos hitam yang mencetak otot-otot diperutnya.


"Satya! Hug me please!" Ucap Firda dengan wajah yang tak bisa Satria artikan.


"Come here Honey!" Ucap Satria sambil berjalan dan dengan merentangkan kedua tangannya.


GREP…


Satria memeluk tubuh Firda dengan erat, apa istrinya ini sedang sedih? Pikir Satria saat sekilas melihat mata Firda yang memerah.


"Kenapa hmm?" Tanya Satria sambil mengecup puncak kepala Firda lembut.


Firda hanya menggelengkan kepalanya dalam posisi masih memeluk dan menghirup aroma Satria yang begitu menenangkan.


Satria juga tidak memaksa istrinya untuk bercerita saat ini, ia akan membiarkan istrinya tenang terlebih dahulu.


"Kau lupa hmm? Hari ini kita akan pergi ke Seoul untuk melihat menara Seoul dan berjalan-jalan sampai malam hari sambil menikmati salju yang baru muncul itu!"


"Kita ke menara Seoul malam hari saja saat menara itu menyala!"


"Boleh juga! Mari bersiap untuk sarapan diluar!"


Firda langsung melepaskan pelukannya dan mengangguk setuju.


Cup…


"Aku akan berganti pakaian dulu!" Ucap Firda dan langsung meraih Tote bag yang terdapat baju baru yang sudah disiapkan oleh Juan setiap harinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2