Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
24. Karma?


__ADS_3

...Happy wedding eh maaf Happy Reading ya😁...


Satria berjalan santai dengan aura yang sangat dingin, semua polisi hanya menyambut kaptennya tanpa mau bertanya apapun setelah kejadian hari kemarin.


"Dimana dia?" Tanya Satria datar.


"Di sel paling ujung tuan!" Jawab salah satu dari mereka.


Tanpa berbicara lagi Satria langsung menyusuri lorong-lorong sel yang terdapat banyak sekali orang-orang yang ada didalamnya dengan berbagai kasus.


Ia menatap Pria yang wajahnya penuh dengan. lebam, ia juga duduk meringkuk sambil menatap arah depan dengan kosong.


"Hai Dude! How are you to day?" Sapa Satria dengan nada dinginnya.


Rangga yang mendengar sapaan polisi didepannya langsung bangkit dan menghampiri sel yang menjadi pembatas antara ia dan polisi dihadapannya.


"KELUARKAN SAYA DARI SINI!!! SAYA TIDAK BERSALAH!! KAU AKAN AKU TUNTUT ATAS PENCEMARAN NAMA BAIK! KAU TAK TAHU SIAPA AKU HAH? AKU AKAN MERATAKAN KANTOR INI!!"


Satria hanya. menatap laki-laki didepannya datar tanpa mau membalas ucapannya, karena bagi Satria itu hanyalah "Sampah".


Satria langsung pergi dari hadapan Rangga yang masih berteriak-teriak meminta dibukakan pintu sel, ia berjalan menuju ruangannya dimana kini seorang wanita sedang menunggu kehadirannya.


Saat pintu ruangannya terbuka, terlihat seorang wanita yang sudah duduk di salah satu kursi ditemani oleh bawahannya.


"Silahkan kapten!" Ujar polisi tersebut kepada Satria agar duduk. Sedangkan wanita disana sesaat menatap kagum katampanan Polisi dihadapannya.


"Senang bertemu dengan anda nona! Ada yang bisa saya bantu?"


"Kenapa suami saya bisa dipenjara pak? Kasus apa yang membuat ia dibawa masuk ke penjara?" Tanya Wanita didepan Satria dengan penuh emosi.


"Anda sudah bertanya pada suami anda?" Tanya Satria dingin.


"Kenapa saya harus bertanya? Saya yakin suami saya tidak akan melakukan hal apapun diluar batas!" Jawab Wanita itu yang tak lain adalah Ansela.


"Nona Ansela yang terhormat! Kami tidak. mungkin menyeret suami anda tanpa alasan ke sel kami!"


"Erik!! Bawa rekaman CCTV yang ku minta semalam! Dan pasang dihadapan nona Ansela menggunakan proyektor!!" Polisi disana yang dipanggil Erik langsung melakukan keinginan sang Kapten, kebetulan video tersebut tinggal diputar karena sudah dipersiapkan sejak tadi.


Erik memutar Video tersebut dari detik-detik sebelum Rangga datang ke Apartemen Firda saat itu, hingga akhir dimana Rangga datang dan hendak melecehkan Firda saat itu.


Satria mati-matian menahan emosinya agar tidak keluar saat ini, tangannya sudah terkepal erat saat mendengar jeritan, tangisan, permohonan Firda pada Rangga.


Jantung Satria entah kenapa terasa ditusuk ribuan jarum mendengar tangisan pilu Firda saat itu, hingga dimana ia datang dan menyelamatkan Firda dan memukul wajah Rangga membabi buta.


Ansela terpaku melihat apa yang kini terpampang jelas dihadapannya, ia tidak menyangka bahwa Rangga masih menginginkan mantan kekasihnya, dan dengan tega ia menyebut bahwa ia lebih mencintai mantannya itu.

__ADS_1


"Nona Ansela! Pintu keluar ada disebelah sana! Sampai ketemu di pengadilan untuk menentukan hukuman yang pantas untuk suamimu!"


Ansela dituntun oleh Erik untuk keluar dari ruangan kaptennya dengan cepat agar tidak mengundang kemarahan sang kapten saat ini yang sudah membuncah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku kecewa sama kamu! AKU KECEWA!!!" Suara keras Ansela kini memenuhi ruang kunjungan di Kantor polisi.


"Rendahkan suara anda nona!!" Tegur polisi yang sedang berjaga disana.


"Sayang dengarkan aku baik-baik! Wanita itu yang menggodaku terlebih dahulu sayang! Dia menyuruhku datang ke apartemennya!!" Tegas Rangga pada Istrinya.


"Haruskah aku percaya?" Tanya Ansela kesal.


"Sayang!!! Aku akan jelaskan semuanya setelah aku keluar dari sini! Bantu aku keluar sayang! Tolong sewa pengacara terbaik sayang! Aku mohon!"


Hati Ansela terasa tersentuh mendengar permohonan dan tangisan suaminya itu, dan ia juga tidak mau anak dikandungan nya lahir tanpa didampingi seorang ayah.


"Akan kulakukan sebaik mungkin!" Tutur Ansela.


"Makasih Sayang makasih!!!" Rangga memegang tangan Ansela kuat menyalurkan kekuatan.


Diperjalanan pulang Ansela terus melamun memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan suaminya itu, hingga akhirnya tanpa sadar kini ia sudah berada di halaman rumahnya, ia menapakkan kakinya di halaman rumah dua lantai itu.


"Ayah siapa dia?" Tanya Ansela dengan nada dinginnya.


"Kenalkan Honey! Dia putriku, dan calon putrimu!!" Tutur Ayah Ansela yang bernama Riko Itu.


"AYAH APA YANG KAU KATAKAN HAH?" Suara Ansela menggema di rumah mewah itu.


"JAGA NADA SUARAMU ANSELA!!!" Bentak Riko pada sang putri.


"Mas! Jangan terlalu kasar, dia lagi mengandung bukan?"


"KAU GAK AKAN BISA GANTIIN POSISI IBU SAYA *****!!!"


PLAK…


Tamparan begitu keras mengenai pipi mulus sebelah kiri Ansela sampai tersungkur kelantai, air matanya kini luruh tanpa diminta.


"ANAK KURANG DIUNTUNG!"


"Rani Sayang! Ayo kita tinggalkan dia! Anak kurang ajar ini harus dikasih pelajaran sedikit!" Tutur Riko.


Yaps, wanita yang Riko bawa kerumahnya adalah Rani, sang ibu dari Firda dan Karina.

__ADS_1


Sedangkan Ansela kini terus menangis menatap kepergian sang Ayah dengan wanita barunya itu, ia kesal, benar-benar kesal, ibunya baru saja meninggalkannya dari dunia ini, dan ayahnya dengan. terang-terangan membawa wanita lain menginjakkan kaki di rumah ini, bahkan kepergian sang ibu belum menginjak dua Minggu.


"Akh…" Ansela merintih kesakitan di bagian perutnya, dua orang pembantu disana langsung menghampiri nona mudanya.


"Non! Ayo kita kerumah sakit! Nona mengalami pendarahan!" Ucap salah satu pembantu dengan panik, sedangkan yang satunya lagi memanggil supir pribadi nona nya untuk segera datang membantu.


Akhirnya Ansela di bopong oleh sang supir. dan pembantunya kedalam mobil untuk dibawa kerumah sakit.


Hal yang paling sial dalam hidup Ansela adalah hari ini, bulan ini, dan di tahun ini. Ia harus kehilangan sang ibunda akibat serangan jantung saat mengetahui bahwa dirinya hamil diluar nikah, bahkan ibunya mengetahuinya saat ia telah resmi menjadi istri Rangga.


Ia juga harus menelan pahit bahwa Suaminya itu masih berhubungan dengan kekasihnya bahkan hubungannya lebih baik dari hubungan dirinya, apa jebakannya untuk memisahkan hubungan mereka dengan cara mengandung belum bisa melepaskan mereka?.


Kepahitan selanjutnya ia harus mendapat kabar bahwa sang suami masuk ke sel penjara dengan kasus pelecehan dan tindak pemerkosaan pada sang mantan kekasih. Saat pulang ternyata kepahitan muncul lagi dimana sang Ayah dengan terang-terangan membawa wanita lain kerumah yang dibangun bersama sang ibunda.


Dan apa ini? Kenapa Ansela harus mendapat kepahitan lagi setelah semuanya datang? Kenapa ia harus kehilangan sang anak yang ada didalam perutnya ini?


Saat ini pandangan Ansela menatap kosong kearah depan. Ia memegangi perutnya yang kini rata akibat janin mudanya sudah hilang.


"Arghhhh!!! SIAL SIAL SIAL!!! KENAPA HARUS TERJADI DI HIDUPKU HAH? KENAPA?? AKU BENCI AYAH, AKU BENCI WANITA PEREBUT ITU"


"Apa ini karma untukku?"


"GAK!! DI DUNIA INI GAK ADA. KARMA BAGI YANG PUNYA SEGALANYA!!! AKU ANSELA LAURA, AKAN MEMBALAS SEMUA YANG TERJADI HARI INI!!"


Para Pembantu Ansela hanya terdiam diluar ruangan mendengar teriakan sang majikan, mereka selalu takut kena amukan dari sang majikan yang terkenal kejam itu, yah walaupun kekejaman nya bukan apa-apa bagi tuan besarnya.


.


.


.


.


.


.


.... PLEASE BACAAAA!...


.......


....AKU UP LAGI NIH, SAYANG BANGET JARANG ADA YANG KOMENTAR, TADINYA AKU MAU UP SETELAH KALIAN KOMEN YANG BANYAK, TAPI KARENA AKU MAU KONSISTEN DALAM UPDATE, JADI AKU URUNGKAN NIAT AKU😌 ...


...AKU MOHON SAMA KALIAN UNTUK REKOMENDASIKAN CERITA AKU KE TEMEN-TEMEN KALIAN🥺🥺...

__ADS_1


__ADS_2